Jakarta -
Sebagai ibu baru, rasanya panik banget ketika bayi tiba-tiba menolak menyusu. Tak perlu bingung Bunda, itu adalah kondisi nursing strike yakni saat bayi tidak mau menyusu. Cari tahu langkah mengatasinya yuk.
Kebiasaan bayi memang ada-ada saja ya, Bunda. Meskipun dia hanya makan dan tidur saja agendanya, rupanya mengurus bayi sangatlah melelahkan. Apalagi, jika tiba-tiba mereka mogok menyusu. Hmm, langsung cemas dan stres rasanya, deh.
Ya, bayi memang bisa tiba-tiba menolak disusui, Bun. Kondisi inilah yang dinamakan nursing strike. Jika Bunda belum mengetahuinya, Bunda tidak sendirian. Karena banyak juga busui di luar sana yang panik saat menghadapi kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu nursing strike?
Nursing strike merupakan gambaran saat bayi tidak tertarik menyusu alias mungkin menolak untuk menyusu. Banyak dari para busui berasumsi bahwa nursing strike merupakan tanda bahwa bayi siap disapih tetapi padahal sebenarnya bukan itu persoalan utamanya. Sebab, nursing strike sering kali berkarakter sementara dan dapat menandakan adanya lonjakan perkembangan dari bayi yang bersangkutan.
Oh iya, Bunda, saat bayi mengalami nursing strike, tak sedikit ibu yang merasa ditolak oleh bayinya dan membikin mereka sedih. Nah, jika Bunda juga berada dalam kondisi seperti ini, ada baiknya ingatkan diri sendiri bahwa ini bagian dari perihal yang normal dalam perkembangan mereka.
Ciri-ciri nursing strike
Bagi ibu awam, nursing strike memang sering kali tak disadari. Ketika terjadi berulang, barulah para busui memahami ada sesuatu yang tidak beres pada bayinya.
Nursing strike didefinisikan sebagai periode ketika bayi yang telah menyusui dengan baik kemudian tiba-tiba menolak menyusui. Agar Bunda bisa mengenali nursing strike pada bayi, simak ciri-cirinya berikut ini:
1. Nursing strike biasanya dilakukan bayi setidaknya saat mereka berumur 3 bulan saat mereka mulai menyadari bumi di sekitar mereka.
2. Bayi yang mengalami nursing strike biasanya menolak tetek tetapi tampak tidak senang, rewel, dan tidak puas lantaran tidak menyusu.
3. Nursing strike kerap disalahartikan sebagai tanda bahwa bayi siap untuk disapih. Ini tidak mungkin lantaran bayi jarang menyapih sebelum usia 2 tahun dan ketika mereka melakukannya, mereka nyaris selalu melakukannya secara berjenjang daripada berakhir tiba-tiba seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Bayi tiba-tiba menolak menyusu alias mulai menjerit dan menarik diri saat menyusu.
Usia berapa umumnya bayi mengalami nursing strike?
Bayi bisa mengalami fase menolak ASI di setiap usia dan tahap perkembangannya ya, Bunda. Pada kondisi bayi baru lahir, umumnya mereka menolak menyusui lantaran kesulitan menempelkan puting alias kelebihan pasokan ASI.
Terkadang, perihal ini disebabkan peran ibu yang mencoba memposisikan bayi mereka terlalu kasar alias memegang bagian belakang kepala bayi, yang membikin bayi mau melawan.
Sementara, ketika kondisinya terlalu banyak ASI yang keluar dari payudara, bayi mungkin bisa tersedak, alias menangis. Dan, kondisi inilah yang menciptakan asosiasi negatif dengan menyusui, seperti dikutip dari laman Happy Family Organics.
Mengenai usia bayi yang biasanya mengalami nursing strike alias menolak menyusu, biasanya muncul di usia 3 dan 12 bulan. Di usia ini, bayi sering kali mengalami nursing strike sebagai respons terhadap perubahan besar yang membikin mereka kesal.
Bayi pada usia ini mungkin bakal menolak ASI jika ibu pergi dalam waktu lama (kembali bekerja) alias jika rutinitas alias lingkungan bayi telah berubah (bepergian, pindah rumah, alias mempunyai pengasuh baru).
Berapa lama fase nursing strike pada bayi?
Fase nursing strike pada bayi memang bisa muncul tiba-tiba dan bisa juga hanya sejenak saja walaupun ada juga yang berjalan beberapa waktu. Biasanya, nursing strike terjadi ketika bayi yang telah menyusui secara konsisten tiba-tiba berhenti. Periode ini biasanya berjalan antara 2 hingga 4 hari, namun bisa juga berjalan lebih lama seperti dikutip dari laman Nhs.
Ada beberapa argumen kenapa bayi mungkin tiba-tiba menolak menyusu ya, Bunda. Berikut ini beberapa argumen di antaranya:
1. Bayi sedang sakit
2. ASI terlalu sedikit
3. ASI terlalu banyak yang memungkinkan bayi kesulitan dengan aliran ASI
4. Perubahan produk kebersihan pribadi seperti deodoran, sabun, parfum, yang membikin busui beraroma berbeda
5. Perubahan besar pada rutinitas bayi
6. Stres
10 Penyebab nursing strike
Bayi dapat mengalami fase nursing strike lantaran beragam aspek ya, Bunda, baik itu bentuk dan emosional. Beberapa penyebabnya ialah sebagai berikut, Bunda:
1. Hidung tersumbat alias sakit telinga yang membikin menyusui tidak nyaman
2. Sakit tenggorokan alias luka, alias sariawan di mulut yang mengganggu kenyamanan menyusui
3. Tumbuh gigi dan gusi yang sakit
4. Frustrasi lantaran pasokan ASI rendah sehingga aliran ASI terlalu lambat
5. Aliran ASI terlalu cepat
6. Frustrasi lantaran perubahan rasa ASI akibat perubahan hormon alias pola makan
7. Merasakan bahwa busui sedang stres, marah, alias tidak dalam kondisi yang baik alias tidak konsentrasi menyusui
8. Aroma berbeda pada busui
9. Gangguan yang disebabkan oleh lingkugan yang terlalu merangsang
10. Penyakit seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut yang memengaruhi dan membikin menyusui tidak nyaman
Cara mengatasi nursing strike
Menghadapi situasi penolakan dari bayi ketika ditawari ASI dari tetek memang menyakitkan ya, Bunda. Tetapi, jangan langsung putus asa ya, Bunda. Ada beberapa langkah mengatasi nursing strike yang bisa Bunda lakukan aga mengembalikan kemauan mereka menyusu kembali secara normal. Berikut ini tipsnya, Bunda:
1. Cobalah mencari tahu apa yang dapat mengganggu bayi. Kemudian temukan solusi alias menyusun rencana untuk mendorong bayi menyusui.
2. Tawarkan ASI saat bayi mengantuk lantaran biasanya bayi tidak tertarik menyusu saat terjaga.
3. Gendong bayi dengan gendongan. Cara ini merupakan solusi terbaik untuk membantunya merasa nyaman berada dekat di payudara.
4. Beri makan bayi di letak yang berbeda. Bunda bisa menggunakan ruang menyusui, duduk di dalam mobil, alias berjalan-jalan yang mendorong bayi tetap menyusu.
5. Mulailah memerah ASI sebelum menawarkan payudara. Bunda juga dapat menawarkan sesuatu yang dapat diisap bayi sebelum menawarkan menyusui agar mereka siap menyusu.
6. Beri ASI perah kaku saat bayi mengalami sariawan di mulut. Bungkus ASI kaku dengan kain bersih untuk mencegah cedera pada mulut. Selain itu, ASI perah kaku dapat membantu meredakan sakit dan mendinginkan mulut bayi sebelum menyusu.
Demikian penjelasan tentang nursing strike, kondisi saat bayi tidak mau menyusu. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·