Jakarta -
Trauma bisa menyebabkan seseorang sulit melupakan pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Namun, ada orang yang bisa mengolah pengalaman tersebut menjadi cerita kocak dan melihatnya dari perspektif pandang berbeda, Bunda.
Ya, tidak semua orang bisa melihat pengalaman pahit dari sisi yang lebih ringan. Namun, sebagian orang justru bisa mengubah pengalaman traumatis menjadi cerita humoris.
Tapi, di balik kapasitas tersebut, biasanya ada sejumlah sifat yang membantu mereka menghadapi masa kemudian dengan metode yang lebih positif. Simak 8 sifat yang dimiliki orang-orang ini!
Sifat orang yang bisa ubah trauma jadi cerita lucu
Melansir dari halaman Your Tango, berikut 8 sifat orang yang dapat mengubah trauma menjadi cerita lucu:
1. Dapat merasakan beragam emosi secara bersamaan
Banyak orang terbiasa memikirkan emosi dalam dirinya sendiri. Mereka mungkin merasa ceria maupun sedih, tetapi tidak pernah merasakan keduanya secara bersamaan.
Ketika seseorang bisa mengubah sesuatu yang traumatis menjadi cerita yang lucu, mereka memiliki perspektif pandang yang unik. Bahkan jika orang-orang ini telah melalui sesuatu yang mengerikan, mereka dapat memahami bahwa ada lebih dari sekadar emosi negatif yang dialami dalam diri.
Mengalami emosi gabung campur bukan cuma mungkin, tetapi juga cukup umum. Hal itu gampang kelihatan ketika seseorang bisa menertawakan sesuatu yang pernah menyakitinya.
Rasa malu dan trauma sering kali berjalan beriringan, terlebihlagi ketika trauma yang dialami seseorang tidak ada hubungannya dengan aksi mereka sendiri. Orang mungkin memendam rasa malu hingga merasa tidak cukup baik meskipun mereka tidak berbuat kesalahan apa pun.
Setiap orang bereaksi terhadap rasa malu dengan metode yang berbeda, tetapi banyak orang mencoba untuk mundur dan menyelinap dari dunia. Hal itu tidak berjalan bagi seseorang yang bisa bercanda tentang pengalaman menyakitkan mereka. Alih-alih menutupi bagian-bagian yang acak-acakan dalam hidup, mereka bisa membagikannya secara terbuka.
3. Menjauhkan diri dari apa yang telah mereka alami
Sebagian orang bisa merenungkan masa kemudian tanpa terhanyut olehnya. Seolah-olah mereka dapat melihat balik apa yang telah terjadi seobjektif mungkin, alih-alih merasa seperti sedang mengalaminya lagi.
Para ilmuwan mengatakan kapasitas seseorang untuk memisahkan diri dari apa yang telah mereka alami sebagai rentang psikologis. Orang-orang yang memiliki tingkat rentang kejiwaan yang tinggi mengingat trauma mereka tanpa merasa sakit hati lagi, yang memungkinkan mereka untuk mengubahnya menjadi cerita-cerita lucu.
4. Tidak menganggap diri mereka terlalu serius
Tidak ada yang akan mengatakan trauma adalah hal yang baik. Tetapi, beberapa orang dapat melihat lebih banyak gradasi di dalamnya daripada yang lain.
Orang-orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita kocak biasanya tidak melihat itu sebagai keseluruhan cerita. Mereka membiarkan diri memperhatikan hal-hal positif dari momen-momen terburuk, sehingga mereka tidak merasa salah untuk menertawakannya.
5. Seorang pendongeng alami
Bagi sebagian orang, merahasiakan peristiwa traumatis bukanlah pilihan. Mereka dapat bercerita lebih baik daripada orang biasa, dan momen-momen sulit dari masa kemudian memberikan bahan yang sempurna bagi mereka untuk menghibur orang lain.
Alih-alih merasa keteteran ketika memikirkan trauma, orang-orang ini bisa melihatnya dengan jelas dan mengidentifikasi setiap bagiannya, dari mula hingga akhir. Bahkan, rasanya seperti 'salah' jika tidak membicarakannya.
6. Tidak gemar lari dari rasa tidak nyaman
Kebanyakan orang sangat membenci ketidaknyamanan sehingga mereka berbuat apa pun untuk menghindarinya. Namun, orang yang bisa menerima ketidaknyamanan sebagai bagiankecil dari pertumbuhan biasanya akan lebih baik karenanya.
Seseorang yang tidak keberatan merasa tidak betah dengan cerita trauma mereka mungkin akan merasakan khasiat di sektor lain dalam hidup.
7. Tidak cemas dengan apa yang dipikirkan orang lain
Orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita kocak biasanya tidak cemas dengan apa yang dipikirkan orang lain, Bunda. Mereka terlebihlagi merasa hal ini dapat melepaskan rasa khawatir.
Lebih gampang bagi orang untuk melanjutkan hidup ketika rasa minder tidak menghalangi mereka. Keputusan untuk mengubah trauma jadi cerita kocak mungkin bisa memudahkan mereka untuk terbuka tentang rasa sakit dengan metode yang terasa aman.
8. Ingin mengendalikan kisah hidup mereka sendiri
Orang-orang yang bisa menemukan humor dalam trauma biasanya dapat memungut kendali atas narasi pribadi mereka dengan metode yang tidak dilakukan oleh sebagian orang. Alih-alih membiarkan hal-hal sulit mendefinisikan siapa mereka, orang-orang ini menggunakannya untuk menciptakan kisah yang mau mereka ceritakan.
Keputusan tersebut dapat memberikan manfaat, seperti menaikkan kesehatan mental. Ini juga dapat menjadi pengingat bahwa kita dapat merebut balik apa pun yang dianggap sudah menjadi takdir mereka.
Demikian sifat orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita lucu. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)