Panduan Lengkap Mengurangi Mikroplastik dalam Kehidupan Sehari-hari!

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 9 menit 513x dilihat
Panduan Lengkap Mengurangi Mikroplastik dalam Kehidupan Sehari-hari!

Bagikan Postingan

cara mengurangi mikroplastik – Halo, Grameds! Plastik sudah menjadi bagiankecil dari hayat sehari-hari, mulai dari botol minum, kantong belanja, hingga bungkusan makanan. Namun, plastik yang rusak maupun terpecah menjadi bagiankecil sangat kecil bisa menghasilkan mikroplastik yang menghamburkan ke air, tanah, dan udara.

Mikroplastik adalah elemen kecil plastik berukuran hingga 5 milimeter. Partikel ini dapat berasal dari sampah plastik yang terurai, serat busana sintetis, hingga keausan ban kendaraan. Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik sulit dikumpulkan balik ketika sudah menghamburkan ke lingkungan.

Lalu, sepertiapa metode mengurangi mikroplastik? Yuk, simak penjelasannya!

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah elemen kecil plastik yang berukuran kurang dari maupun sama dengan 5 milimeter. Partikel ini dapat terbentuk ketika plastik berukuran besar mengalami pelapukan maupun berasal dari bahan yang sejak mula dibuat dalam ukuran kecil.

Mikroplastik dapat ditemukan di laut, sungai, tanah, dan udara. Partikel ini juga bisa masuk ke rantai makanan ketika organisme menelan mikroplastik dari lingkungan tempat hidupnya. Karena itu, mengurangi sumber pencemaran plastik menjadi salah satu cara krusial untuk membantu menjaga lingkungan.

Cara Mengurangi Mikroplastik

Berikut beberapa metode yang bisa diterapkan untuk mengurangi sumber mikroplastik dan mencegah sampah plastik mencemari lingkungan.

1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Kantong belanja, sedotan, dan bungkusan plastik sekali pakai dapat menambah jumlah sampah jika nggak dikelola dengan baik. Ketika sampah tersebut tertinggal di lingkungan, plastik dapat mengalami pelapukan dan pecah menjadi elemen kecil yang lebih kecil.

Grameds bisa membawa tas berbelanja sendiri, menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali, serta menolak perlengkapan sekali pakai yang nggak diperlukan. Kebiasaan ini membantu mengurangi sampah plastik sejak awal.

2. Gunakan Botol Minum dan Wadah yang Bisa Dipakai Berulang Kali

Menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali bisa mengurangi kebutuhan akan bungkusan sekali pakai. Pilih botol minum dan wadah makanan yang tahan lama, gampang dibersihkan, dan sesuai dengan kebutuhan.

Kaca dan baja tahan karat bisa menjadi pilihan untuk penggunaan tertentu. Namun, wadah plastik yang statis layak digunakan juga nggak mesti langsung dibuang. Gunakan sesuai instruksi produsen dan ganti jika sudah rusak.

3. Gunakan Wadah Makanan secara Aman

Jenis wadah dan metode penggunaannya perlu disesuaikan dengan makanan yang disimpan. Nggak semua wadah plastik dirancang untuk menampung makanan panas maupun digunakan dalam microwave.

Periksa label dan instruksi penggunaan sebelum memanaskan makanan. Hindari menggunakan wadah yang retak, rapuh, maupun berubah bentuk. Jika wadah nggak memiliki keterangan yang jelas untuk pemanasan, pilih bahan lain yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut.

4. Kurangi Pelepasan Serat dari Pakaian Sintetis

Pakaian berbahan poliester dan nilon dapat melepaskan serat kecil saat digunakan maupun dicuci. Sebagian serat tersebut bisa terbawa air limbah dan masuk ke lingkungan.

Untuk membantu menguranginya, Grameds bisa mencuci busana sesuai kebutuhan, mengikuti instruksi perawatan, dan menghindari pencucian yang terlalu menyerang jika nggak diperlukan. Penyaring serat khusus mesin cuci juga bisa membantu menangkap sebagian serat sebelum masuk ke saluran pembuangan.

5. Pilah Sampah Plastik dengan Benar

Memilah sampah membantu mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan. Pisahkan sampah plastik dari sisa makanan serta jenis sampah lainnya sesuai ketentuan di lingkungan setempat.

Botol dan bungkusan yang bisa didaur ulang sebaiknya disiapkan sesuai ketentuan akomodasi penerima. Namun, nggak semua jenis plastik dapat didaur ulang. Karena itu, periksa keterangan bungkusan dan ikuti ketentuan pengelolaan sampah yang tersedia.

6. Cegah Sampah Plastik Masuk ke Sungai dan Selokan

Sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa terbawa air hujan menuju selokan, sungai, hingga laut. Setelah eksis di lingkungan, plastik dapat mengalami pelapukan dan pecah menjadi elemen kecil yang lebih kecil.

Buang sampah pada tempatnya dan pastikan sampah nggak menyumbat saluran air. Grameds juga bisa mengikuti aktivitas bersih lingkungan untuk membantu mengurangi sampah yang berpotensi mencemari perairan.

7. Pilih Produk dengan Kemasan Secukupnya

Beberapa produk menggunakan lapisan maupun bungkusan plastik lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Grameds bisa mempertimbangkan produk dengan bungkusan sederhana, bungkusan isi ulang, maupun bungkusan yang dapat digunakan balik jika tersedia.

Selain itu, belilah barang sesuai kebutuhan dan utamakan produk yang tahan lama. Kebiasaan ini membantu mengurangi penggunaan bahan serta jumlah sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

8. Rawat Barang Plastik agar Nggak Cepat Rusak

Barang plastik yang dirawat dengan baik dapat digunakan lebih durasi sehingga kebutuhan membeli barang alternatif bisa berkurang. Hindari membiarkan barang plastik terpapar panas maupun cahaya matahari berlebihan jika materialnya nggak dirancang untuk kondisi tersebut.

Periksa kondisi wadah dan perlengkapan secara berkala. Jika barang sudah retak, rapuh, maupun rusak, hentikan penggunaannya sesuai kebutuhan dan kelola sebagai sampah berdasarkan jenis materialnya.

9. Pilih Produk Perawatan Diri dengan Bijak

Beberapa produk perawatan diri dapat hamil elemen kecil plastik berukuran kecil, bersandar pada formulasi dan ketentuan yang berlaku. Grameds bisa memeriksa daftar bahan serta keterangan produk sebelum membeli.

Jika mau menghindari bahan tertentu, cari keterangan yang jelas dari produsen dan pilih alternatif yang sesuai. Namun, jangan langsung menganggap semua produk dengan butiran maupun tekstur tertentu hamil mikroplastik karena bahan yang digunakan bisa berbeda-beda.

10. Kurangi Dampak Lingkungan dari Aktivitas Transportasi

Gesekan ban kendaraan dengan jalan menghasilkan elemen kecil keausan yang dapat hamil karet dan bahan polimer. Partikel tersebut bisa terbawa air hujan menuju saluran air dan lingkungan sekitar.

Jika memungkinkan, berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, maupun berbagi kendaraan dapat membantu mengurangi jumlah perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Langkah ini bukan metode untuk menghilangkan seluruh sumber mikroplastik, tetapi dapat mendukung pengurangan pencemaran dari aktivitas transportasi.

11. Dukung Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekitar

Upaya mengurangi mikroplastik nggak cukup dilakukan oleh satu orang. Pengelolaan sampah juga membutuhkan akomodasi pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang memadai.

Grameds bisa mendukung aktivitas bank sampah, mengikuti program pemilahan sampah di lingkungan tempat tinggal, maupun membujuk famili dan kawan mengurangi plastik sekali pakai. Produsen juga berpartisipasi dalam mengembangkan produk tahan durasi dan mengurangi bungkusan berlebihan, sedangkan pemerintah perlu menyediakan mekanisme pengelolaan sampah yang memadai.

Cara Mengurangi Mikroplastik dari Air Minum

Air minum merupakan salah satu jalur paparan mikroplastik yang sedang diteliti. Meski begitu, kapasitas mengurangi elemen kecil bersandar pada sumber air dan metode pengolahannya.

  • Gunakan sumber air yang aman

Pilih air minum dari sumber tepercaya yang memenuhi standar kualitas dan keamanan. Pengolahan air yang tepat membantu menjaga kualitas air, tetapi nggak semua metode bisa menghilangkan seluruh mikroplastik.

  • Periksa kapasitas alat penyaring

Jika menggunakan alat penyaring air, periksa spesifikasi, ukuran elemen kecil yang dapat disaring, dan hasil pengujiannya. Jangan menganggap semua filter memiliki kapasitas yang sama dalam mengurangi mikroplastik.

Cara Mengurangi Mikroplastik di Rumah

Debu di dalam rumah dapat hamil beragam partikel, termasuk serat sintetis dari pakaian, karpet, dan bahan rumah tangga lainnya. Karena itu, menjaga kebersihan ruangan juga bisa menjadi cara pendukung.

  • Bersihkan debu secara rutin

Gunakan kain lembap untuk membersihkan permukaan agar debu nggak gampang beterbangan. Penyedot debu dengan mekanisme penyaringan yang sesuai juga dapat membantu mengurangi elemen kecil di dalam ruangan.

  • Jaga sirkulasi udara

Pastikan ventilasi rumah berguna dengan baik dan sesuaikan sirkulasi udara dengan kondisi lingkungan. Ventilasi dapat membantu menjaga kualitas udara, tetapi nggak menjamin seluruh elemen kecil mikroplastik di udara bisa dihilangkan.

Mengapa Mengurangi Mikroplastik Membutuhkan Kerja Sama?

Kebiasaan individu penting, tetapi pengurangan mikroplastik juga membutuhkan fluktuasi pada mekanisme produksi dan pengelolaan sampah.

  • Masyarakat mengubah kebiasaan

Mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, dan nggak membuang sampah sembarangan membantu menekan sumber pencemaran.

  • Produsen memperbaiki rancangan produk

Produsen dapat mengembangkan barang yang lebih tahan lama, mengurangi bungkusan berlebihan, serta memperhatikan kemungkinan pelepasan elemen kecil selama penggunaan produk.

  • Pemerintah menyediakan akomodasi pengelolaan sampah

Fasilitas pengumpulan dan pengolahan yang memadai membantu mencegah plastik tercecer ke lingkungan. Kerja sama beragam pihak diperlukan agar upaya pengurangan pencemaran dapat berjalan lebih efektif.

Kesimpulan

Grameds, metode mengurangi mikroplastik bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membatasi plastik sekali pakai, menggunakan wadah berulang kali, merawat busana dengan benar, dan memilah sampah. Menjaga kebersihan rumah serta memilih sumber air dan alat penyaring dengan cermat juga dapat menjadi cara pendukung.

Meski begitu, mengurangi mikroplastik bukan cuma tanggung jawab individu. Produsen dan pemerintah perlu mendukung penggunaan produk yang lebih tahan durasi serta mekanisme pengelolaan sampah yang baik. Dengan cara bersama, sumber pencemaran plastik dapat ditekan dan lingkungan lebih terjaga.

Rekomendasi Buku Terkait

Bumi Tanpa Plastik 

Bumi Tanpa Plastik

Menurut keterangan LIPI tahun 2016, konsumsi plastik di Indonesia mencapai 17 kilogram per kapita per tahun dengan pertumbuhan sebesar 6–7 persen setiap tahunnya. Meskipun plastik menawarkan kepraktisan karena ringan, awet, dan murah, penggunaannya secara berlebihan dapat menakut-nakuti kesehatan dan kelestarian lingkungan akibat sifatnya yang sulit terurai secara alami. Buku Bumi Tanpa Plastik membahas permasalahan penggunaan plastik serta beragam upaya untuk mengurangi sampah plastik, mulai dari limitasi penggunaan plastik hingga pengembangan bioplastik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bioplastik berbahan alas tapioka, selulosa, dan poli asam laktat dapat terurai oleh mikroorganisme dalam tanah maupun air dalam waktu relatif singkat. Kehadiran alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran dan mewujudkan lingkungan yang lebih lestari.

Pengolahan Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik

Buku Pengolahan Sampah Plastik membahas metode mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan dapat digunakan kembali. Melalui beragam metode pengolahan, buku ini membujuk pembaca untuk mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan sekaligus membantu menjaga kelestarian alam.

Kreasi Unik Dari Plastik 

Kreasi Unik Dari Plastik

Buku Kreasi Unik dari Plastik karya Lili Lengkana membahas metode mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan menarik yang memiliki harga guna dan harga jual. Buku ini menyajikan panduan cara demi langkah, mulai dari pengolahan bahan baku secara tepat dan efisien hingga estimasi modal untuk memulai upaya daur ulang plastik. Selain menjadi inspirasi untuk mengembangkan hobi kreatif, buku ini juga membuka kesempatan upaya yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus membantu mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads