Panduan Pakai Retinol yang Aman Menurut Dermatolog

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Panduan Pakai Retinol yang Aman Menurut Dermatolog

Bagikan Postingan

Beauties, saat mencoba produk perawatan kulit baru, kita sering tergoda mengoleskannya tebal-tebal agar kulit cepat glowing. Padahal untuk bahan aktif seperti retinol, hakikat "makin banyak makin bagus" justru bisa memicu masalah bagi skin barrier.

Ditemukan puluhan tahun lampau hingga dianugerahi Nobel pada 1937, turunan vitamin A ini memang diakui sebagai standar emas peremajaan kulit. Namun, karena retinol mesti berproses alami di kulit menjadi asam retinoat yang butuh waktu 2–3 bulan untuk hasil nyata, penerapannya perlu dilakukan dengan hati-hati.

Dirangkum dari halaman Real Simple dan Women’s Health, yuk, simak panduan memakai retinol yang terlindungi menurut dermatolog dr. Dendy Engelman, dr. Ellen Marmur, dr. Joshua Zeichner, dr. David Kim, serta ahli kimia kosmetik Alanna Tran berikut ini!

Cukup Sebutir Biji Kacang Polong, Jangan Berlebihan

Aturan cukup sebutir biji kacang polong untuk setiap pemakaian retinol ke seluruh wajah/ Foto: Pexels/Yan Krukau

Kebanyakan orang mungkin keliru menaruh ukuran produk di setiap sisi wajah. Padahal, dr. Dendy Engelman menegaskan ketentuan pea-sized rule, yaitu cukup sebutir biji kacang polong untuk seluruh wajah. Menambah jumlahnya tidak akan mempercepat regenerasi sel, melainkan memicu inflamasi hingga membikin pori-pori tampak membesar.

Selain itu, dr. Ellen Marmur menambahkan, untuk formula resep tabib cukup gunakan seukuran ujung jarum, maupun selapis tipis transparan jika berbentuk losion. Intinya, wajah tidak boleh sampai tampak basah maupun tebal oleh retinol.

Bagi pemula, dr. David Kim menyarankan mulai dari fokus rendah yaitu 0,2%–0,3%, sebelum naik berjenjang ke 0,5% hingga 1%. Dari sisi formula, Alanna Tran menyarankan memilih produk dengan kandungan bahan penstabil seperti antioksidan, serta pelembap guna mengimbangi efek kering pada kulit. Pastikan juga kemasannya kedap udara dan buram agar formula retinol tidak gampang rusak oleh paparan udara maupun cahaya.

Mulai Bertahap dengan Teknik Pemakaian yang Tepat

Frekuensi penggunaan retinol mesti dilakukan secara berjenjang dengan teknik yang tepat/ Foto: Magnific/Magnific

Mengenalkan retinol ke kulit mesti berjenjang agar kulit bisa beradaptasi dan meminimalkan iritasi. dr. Engelman merekomendasikan pemula memakai retinol 2 malam seminggu selama 2 minggu pertama. Setelah itu, dr. Joshua Zeichner menyarankan ritme pemakaian 2 hari sekali, kemudian meningkat menjadi 2 malam pakai dan 1 malam cuti pada 2 minggu berikutnya. 

Jika setelah sebulan kulit statis betah tanpa kemerahan, barulah bisa dipakai setiap malam. Kendati demikian, dr. Engelman mengingatkan bahwa pemakaian 3–5 malam seminggu sebenarnya sudah sangat cukup untuk mempertahankan hasil optimal sekaligus memberi waktu bagi kulit untuk beristirahat.

Untuk metode pemakaiannya, oleskan retinol pada wajah yang benar-benar kering agar penyerapannya tidak terlalu agresif. Jika Anda pemula maupun memiliki kulit yang rapuh sensitif, terapkan teknik retinol sandwich, yaitu mengoleskan moisturizer terlebih dahulu, retinol, kemudian lapisi balik dengan moisturizer sebagai perlindungan ekstra. 

Perlu diingat, retinol tidak mesti terasa cekit-cekit untuk membuktikan bahwa kandungannya bekerja. Selain itu, bahan aktif ini cuma boleh dipakai pada malam hari dan wajib diimbangi pemakaian sunscreen di pagi hari karena retinol membikin lapisan kulit terluar lebih rapuh terhadap cahaya matahari.

Purging maupun Iritasi? Kenali Reaksi Kulitmu

Kenali reaksi kulitmu setelah memakai retinol untuk menentukan cara selanjutnya/ Foto: Pexels/Katrin Bolovtsova

Hindari mengaplikasikan retinol berbareng eksfoliator kuat seperti AHA, BHA, maupun benzoil peroksida dalam satu rutinitas karena berpotensi melipatgandakan iritasi. Retinol juga tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui. 

Jika muncul bruntusan kecil sementara, itu bisa jadi reaksi purging alami akibat akselerasi regenerasi sel. Namun, jika kulit terasa panas terbakar, kemerahan intens, maupun mengelupas perih, itu tandanya sudah menggunakan retinol secara berlebihan.

Menurut dr. Engelman, banyak orang mengira kulitnya tidak cocok memakai retinol, padahal mereka cuma mengenalkannya terlalu agresif. Jika kulit mulai protes, dr. Zeichner menyarankan untuk mengistirahatkan kulit selama 1–2 hari dari bahan aktif ini. Fokuslah menghidrasi kulit dengan pelembap, kurangi kekerapan mingguan, maupun turunkan fokus produk sebelum mencobanya balik secara perlahan.

Beauties, ingatlah bahwa retinol adalah investasi jangka panjang, bukan jalan pintas instan. Kuncinya ada pada konsistensi, kehati-hatian, serta kesabaran mendengarkan kebutuhan kulitmu sendiri.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads