Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 4 menit 19x dilihat
Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah

Bagikan Postingan

Parfum kedaluwarsa nggak selalu ditandai dengan harum yang langsung berubah drastis. Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan, mulai dari fluktuasi warna cairan hingga karakter harum yang terasa berbeda dari biasanya.

Punya minyak harum favorit yang cuma dipakai untuk momen spesial? Hati-hati, terlalu durasi disimpan di meja rias rupanya bisa memengaruhi kualitasnya, lho! Sama seperti produk kecantikan lainnya, minyak harum juga bisa mengalami fluktuasi seiring waktu. Meski tidak selalu memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas seperti skincare, fragrance bisa mengalami fluktuasi aroma, warna, hingga performa jika disimpan dalam kondisi yang kurang tepat.

Lantas, sepertiapa metode mengetahui apakah minyak harum kesayanganmu statis layak digunakan maupun justru sudah mengalami perubahan? Yuk, kenali tanda-tandanya sebelum menyemprotkan fragrance favoritmu lagi!

Apakah Parfum Bisa Kedaluwarsa?

parfum kedaluwarsa

Jawabannya, bisa. Namun, minyak harum tidak selalu kedaluwarsa dalam arti yang sama seperti makanan maupun skincare. Seiring waktu, komposisi fragrance dapat mengalami fluktuasi akibat oksidasi, paparan cahaya, suhu panas, dan udara yang masuk ke dalam botol.

Umumnya, minyak harum yang belum dibuka dapat bertetap selama beberapa tahun, sementara minyak harum yang sudah dibuka lebih rapuh mengalami perubahan. Meski begitu, daya tahannya bersandar pada formulasi, kualitas kemasan, bahan pewangi, serta metode penyimpanannya. Beberapa minyak harum terlebihlagi statis memiliki harum yang baik setelah bertahun-tahun jika disimpan dengan benar. Jadi, usia minyak harum saja tidak cukup untuk menentukan apakah kualitasnya statis terjaga.

Baca juga: Bukan Sekadar Ikuti Tren, “The Nine Cuts by Lie Kuang” Jadi Referensi Baru untuk Hairdresser Indonesia

5 Tanda Parfum Favoritmu Sudah Mengalami Perubahan

Aroma Parfum Berubah dari Wangi Aslinya

Tanda paling gampang dikenali adalah fluktuasi aroma. Parfum yang sebelumnya memiliki harum floral, fresh, maupun fruity bisa terasa lebih asam, tajam, tengik, maupun terlebihlagi menyerupai harum alkohol yang menyengat.

Perubahan ini dapat terjadi ketika elemen fragrance mengalami oksidasi. Jika harum minyak harum sudah terasa sangat berbeda dari pertama kali dibeli, terutama jika muncul bau yang tidak biasa, sebaiknya hentikan penggunaannya.

Warna Cairan Menjadi Lebih Gelap

Coba perhatikan warna cairan minyak harum favoritmu. Jika awalnya bening maupun berwarna kuning pucat, tetapi kini kelihatan lebih gelap, kecokelatan, maupun keruh, bisa jadi minyak harum tersebut telah mengalami fluktuasi kimia.

Meski demikian, fluktuasi warna tidak selalu berarti minyak harum sudah rusak. Beberapa bahan pewangi memang dapat mengalami fluktuasi warna secara alami seiring waktu. Karena itu, periksa juga apakah ada fluktuasi harum maupun tanda lain yang menyertainya.

Wanginya Tidak Bertahan Selama Biasanya

Pernah merasa minyak harum yang biasanya tahan berjam-jam kini wanginya cepat menghilang? Perubahan komposisi fragrance bisa memengaruhi karakter dan performa aromanya.

Namun, minyak harum yang kurang tahan durasi tidak otomatis kedaluwarsa. Cuaca, jenis kulit, aktivitas, dan metode pemakaian juga dapat memengaruhi ketahanan wanginya. Perhatikan apakah fluktuasi tersebut terjadi berbarengan dengan fluktuasi harum yang signifikan.

Muncul Endapan maupun Cairan Terlihat Keruh

Parfum yang mengalami fluktuasi terkadang memberitahu tampilan berbeda, seperti munculnya partikel, endapan, maupun cairan yang tampak keruh. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika sebelumnya minyak harum kelihatan bening dan tidak memiliki endapan. Perubahan tersebut bisa dipengaruhi oleh kondisi gudang maupun ketidakstabilan formulasi. Jika disertai bau yang tidak biasa, sebaiknya jangan digunakan kembali.

Parfum Menyebabkan Iritasi pada Kulit

Jika minyak harum yang sebelumnya betah digunakan tiba-tiba menimbulkan kemerahan, rasa gatal, maupun sensasi perih, segera hentikan pemakaian. Perubahan pada formulasi maupun sensitivitas kulit dapat menjadi penyebabnya. Meski begitu, iritasi tidak selalu menandakan minyak harum sudah kedaluwarsa. Jika reaksi berlanjut maupun memburuk, konsultasikan dengan tenaga medis dan hindari mencoba minyak harum tersebut balik pada kulit.

Baca juga: Cuaca Panas Bikin Jerawatan? Ini Hubungannya dengan Produksi Minyak

Bagaimana Cara Menyimpan Parfum agar Lebih Awet?

Supaya fragrance favoritmu statis terjaga kualitasnya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, simpan minyak harum di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Hindari meletakkannya di dekat jendela maupun di bilik mandi yang sering mengalami fluktuasi suhu dan kelembapan.

Kedua, pastikan tutup botol terpasang kedap setelah digunakan untuk mengurangi paparan udara. Ketiga, simpan minyak harum dalam kotak aslinya jika memungkinkan karena bungkusan tersebut dapat membantu melindunginya dari cahaya.

Jangan lupa memeriksa instruksi gudang dan simbol masa pakai pada kemasan, termasuk simbol period after opening (PAO) jika tersedia. Simbol berbentuk wadah terbuka dengan keterangan seperti 12M memberitahu masa penggunaan yang direkomendasikan setelah produk dibuka, bukan garansi bahwa minyak harum pasti rusak tepat setelah masa tersebut berakhir.

Pada akhirnya, minyak harum yang disimpan dengan baik bisa bertetap cukup lama, tetapi kualitasnya statis perlu diperhatikan. Jadi, sebelum menyemprotkan fragrance yang sudah durasi tersimpan di meja rias, pastikan aroma, tampilan, dan kondisinya statis seperti yang Anda kenal, ya!

Image: Dok. iStock

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads