Pelajar di Sejumlah Negara Demo Perjuangkan Hak Pendidikan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 65x dilihat
Pelajar di Sejumlah Negara Demo Perjuangkan Hak Pendidikan

Bagikan Postingan

Dari Kelas Turun ke Jalan, Pelajar di Sejumlah Negara Demo Perjuangkan Hak Pendidikan/ Foto: Instagram.com/union.etudiante__

Gen Z di beragam negara bergeser untuk memperjuangkan hak-hak pendidikannya. Mereka meninggalkan ruang kelas untuk bernada di jalan. Bagi mereka, tuntutan masa depan yang tinggi tidak diimbangi oleh kualitas pendidikan yang cukup yang disediakan oleh pemerintah.

Pelajar di Eropa hingga Amerika Selatan menyuarakan keresahannya, Beauties. Beberapa pemicunya seperti biaya pendidikan yang dipotong, tingginya biaya pendidikan, serta akses pembelajaran yang terbatas. Simak daftar negara yang pelajarnya menyuarakan perbaikan mekanisme pendidikan.

Negara-negara di Eropa Barat & Utara

Poster demonstrasi pelajar yang terjadi di Prancis. Demonstrasi juga terjadi Jerman, Belgia, Austria, dan Irlandia

Poster demonstrasi pelajar yang terjadi di Prancis. Demonstrasi juga terjadi Jerman, Belgia, Austria, dan Irlandia/ Foto: Instagram.com/union.etudiante__

Gelombang demonstrasi pelajar terjadi di daerah Eropa, Beauties. Slogan “Let’s do as in France” (Mari kita lakukan seperti di Prancis) dikumandangkan oleh para pelajar Eropa yang turun ke jalan. Ya, demonstrasi pelajar dimulai dari Prancis yang telah terjadi selama sekitar satu bulan. Para pelajar di sana mau membikin pemerintahannya “bergetar”, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

"Pemerintah gemetar, dan memang layak gemetar, karena ketika rakyat Prancis marah, mereka tidak pernah berhenti," ujar Ryad Rani, ketua badan perwakilan pelajar SMA LSU, kepada jurnalis di Paris, dikutip AFP, Sabtu (17/10). Berdasarkan laporan DW, lebih dari 250.000 orang di Prancis ikut berdemonstrasi menuntut peningkatan pendanaan dan perbaikan kondisi sekolah karena selama ini kondisi belajar dinilai tidak memadai.

Di Jerman, mengutip dari DetikEdu, para murid, guru, orang tua, hingga perserikatan bergabung untuk menuntut investasi lebih besar untuk pendidikan, lebih banyak guru, dan mekanisme pendidikan yang lebih adil. Tak cuma itu, para murid juga sempat mogok ke sekolah sebagai bentuk penolakan wajib militer.

Pekan kemudian (7/10/2026) di Belgia, ratusan pelajar SMA memprotes kenaikan biaya pendidikan, kelas yang terlalu penuh, sampai akses pembelajaran yang terbatas. Sementara di Austria, serikat pelajar unjuk rasa setelah asosiasi universitas negeri mengumumkan kemungkinan pemotongan sekitar 1 miliar EUR dari budget pendidikan tinggi tiga tahun ke depan. Di Dublin, Irlandia, ribuan mahasiswa beraksi demo mengenai biaya kuliah, anggaran pendidikan yang tinggi, dan harga hunian.

Negara-negara di Eropa Selatan

Aksi protes juga dilakukan di beberapa negara di Eropa Selatan, India, Argentina, dan Chili

Aksi protes juga dilakukan di beberapa negara di Eropa Selatan, India, Argentina, dan Chili/ Foto: magnific.com/magnific

Demonstrasi juga terjadi di sejumlah daerah di Albania. Di kota Tirana, melansir dari CNBC Indonesia, mahasiswa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Demonstrasi juga dipicu korupsi dan minimnya lapangan kerja di Albania.

Pelajar di Yunani menggelar aksi secara nasional. Isu yang disuarakan cukup beragam, tapi secara lazim mereka menuntut hal yang sama, yaitu anggaran lebih besar terhadap pendidikan nasional.

Sementara di Italia, demonstrasi terjadi di kota-kota besar, seperti Milan, Turin, dan Roma. Siswa SMA di Turin dan Roma membawa semboyan “Let’s do as in France”. Ada pula di daerah lain, mereka membawa slogan "No Meloni Day". Mereka memprotes biaya pendidikan yang tidak cukup, bangunan sekolah rusak, dan kenaikan biaya hidup.

Guru dan murid Spanyol juga turun ke jalan. Hari Rabu (14/10/2026) di Madrid, mereka menuntut gaji pendidik yang lebih tinggi, ukuran kelas yang lebih kecil, pengurangan jam mengajar, dan investasi yang lebih besar untuk infrastruktur sekolah. Pasalnya, serikat buruh pendidikan mengeluhkan mekanisme pendidikan negeri di tingkat regional kekuarangan biaya yang kronis dan kekurangan staf.

India

Cockroach Janta Party (CJP) maupun “Partai Kecoak” mengepalai memimpin demonstrasi pada akhir bulan Juli lalu. Melansir dari DetikEdu, pergerakan kecoak yang terjadi di New Delhi memprotes masalah pendidikan, seperti kasus kebocoran cobaan yang dibiarkan tanpa hukuman. Mereka juga menuntut reformasi mekanisme pendidikan.

Argentina

Mahasiswa dan pendidik di Argentina berbuat unjuk rasa usai pemerintah menolak mengesahkan undang-undang peningkatan pendanaan pendidikan. Melansir dari DetikNews yang mengutip AlJazeera, Presiden Argentina Javier Mileni mengungkapkan implementasi undang-undang tersebut akan menakut-nakuti rencananya untuk menyeimbangkan anggaran negara. Publik pun mengkhawatirkan akibat kebijakan penghematan Milei terhadap masa depan pendidikan tinggi.

Chili

Melansir Anadolu Ajansı, pergerakan protes pelajar juga terjadi di Chili pada mula bulan Oktober 2026. Para pelajar berdemonstrasi setelah mendengar berita hajat pemotongan anggaran pendidikan publik dalam usulan anggaran tahun 2027 dari Presiden Jose Antonio Kast.

Bagaimana menurut kamu, Beauties?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads