Sepulang dari Perang Dzatur-Riqa, Rasulullah SAW duduk sendirian di bawah sebatang pohon. Ghaurats Ibnul Harits melihat itu sebagai kesempatan untuk membunuh beliau.
Ghaurats menghampiri dan mengacungkan pedang ke wajah Nabi Muhammad, lalu menantang, 'Siapa yang bisa melindungimu dariku?'
Dengan tenang dan penuh keyakinan, Nabi Muhammad SAW menjawab, 'Allah.'
Tiba-tiba pedang yang dipegang Ghaurats terlepas. Nabi mengambilnya, mengarahkannya kepada Ghaurats dan bertanya, 'Sekarang siapa yang dapat melindungimu dariku?'
'Ampuni aku,' pinta orang itu.
Ucapkanlah, 'Asyhadu ala ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.'
Ghaurats enggan mengucapkannya, namun berjanji tidak akan memerangi Nabi Muhammad atau membantu pihak yang memusuhi beliau. Nabi Muhammad kemudian membiarkannya pergi.
Ia kembali ke kabilah Ghathfan dan Muharib, lalu berkata kepada mereka, 'Aku baru saja bertemu manusia terbaik.' (HR Bukhari dan Muslim).