Pernah mengalami tindihan saat tidur, Beauties? Kamu merasa sudah membuka mata dan sadar dengan keadaan di sekitar, tetapi tubuh seperti terkunci dan sama sekali nggak bisa digerakkan. Lebih bikin merinding lagi jika saat itu Anda merasa seperti ada seseorang di dalam bilik alias memandang sosok tertentu.
Pengalaman seperti ini sering dikaitkan dengan makhluk gaib lantaran terasa begitu nyata. Padahal, dalam bumi medis, kondisi tersebut punya penjelasan yang berangkaian dengan siklus tidur dan fase REM. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami tindihan dan kenapa bisa muncul sensasi seperti ada “sesuatu” di dekat kita?
Apa Itu Tindihan dalam Kesehatan?

Ilustrasi konsultasi/Freepik: pressfoto
Fakta tindihan atau sleep paralysis yang pertama adalah ini terjadi ketika kesadaran seseorang dan kondisi tubuh saat tidur tidak “bangun” pada waktu yang sama, Beauties. Tindihan dalam pengetahuan kesehatan artinya otak sudah mulai sadar dan Anda bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar, tetapi tubuh tetap berada dalam kondisi tidur. Akibatnya, Anda mungkin merasa sudah bangun, tetapi tangan, kaki, alias mulut seperti tidak bisa digerakkan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sleep paralysis terjadi ketika seseorang mendapatkan kembali kesadaran saat tubuh tetap berada dalam kondisi tidur REM. Kondisi tersebut dapat membikin seseorang sementara tidak bisa bergerak alias berbincang dan dapat disertai pengalaman seperti halusinasi.
Tindihan biasanya hanya berjalan dalam waktu singkat, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit. Meski bisa terasa sangat menakutkan, sleep paralysis pada umumnya tidak berbahaya. Pengalaman ini juga bisa terjadi ketika seseorang baru tertidur maupun ketika hendak terbangun.
Kenapa Saat Tindihan Tubuh Terasa Tidak Bisa Bergerak?

Ilustrasi tidur/Freepik: jcomp
Saat tidur REM, otak berada dalam kondisi yang cukup aktif dan mimpi biasanya terjadi pada fase ini. Di waktu yang sama, sebagian besar otot rangka dibuat sangat rileks sehingga tubuh tidak betul-betul melakukan aktivitas seperti yang terjadi dalam mimpi.
Masalahnya, terkadang kesadaran seseorang muncul lebih dulu sebelum sistem tersebut berhenti. Akibatnya, Anda bisa merasa sudah bangun dan sadar, tetapi tubuh tetap berada dalam kondisi seperti saat tidur REM. Inilah yang membikin tangan, kaki, apalagi bunyi terasa susah digunakan untuk bergerak alias berbicara.
Kenapa Bisa Merasa Melihat alias Merasakan Kehadiran Sesuatu?

Ilustrasi takut hantu/Freepik: jcomp
Nah, ini bagian yang sering membikin tindihan dikaitkan dengan makhluk gaib, Beauties. Saat mengalami sleep paralysis, seseorang bisa merasa seperti ada sosok di kamar, memandang bayangan, mendengar suara, alias merasakan sesuatu menekan tubuh. Sensasinya bisa terasa betul-betul nyata meskipun sebenarnya terjadi saat otak tetap berada dalam transisi antara tidur dan bangun.
Secara medis, pengalaman tersebut dapat berupa fatamorgana mengenai tidur. Kondisi ini terjadi ketika unsur dari kegiatan mimpi terbawa ke keadaan sadar. Bahkan, bentuknya tidak selalu berupa penglihatan. Ada orang yang merasakan sentuhan, tekanan di dada, suara, alias sensasi seperti ada seseorang berdiri di dekatnya.
Karena pengalaman tersebut sangat nyata, tidak heran jika masyarakat di beragam budaya mempunyai cerita alias kepercayaan masing-masing mengenai penyebabnya. Namun, dari perspektif pandang medis, adanya sosok alias tekanan yang dirasakan saat tindihan dapat dijelaskan melalui mekanisme sleep paralysis dan fatamorgana yang menyertainya.
Apa yang Bisa Memicu Tindihan?

Ilustrasi tidak bisa tidur/Freepik: jcomp
Tindihan bisa terjadi pada siapa saja dan penyebab tindihan pastinya tidak selalu bisa diketahui. Namun, beberapa kondisi dapat membikin seseorang lebih rentan mengalaminya. Salah satunya adalah kurang tidur, terutama ketika pola tidur tidak teratur.
Selain itu, perubahan agenda tidur, seperti sering tidur larut malam alias bekerja dengan sistem shift, juga dapat mengganggu pola tidur. Stres dan kekhawatiran pun dapat ikut berasosiasi dengan sleep paralysis lantaran keduanya bisa membikin kualitas tidur menjadi kurang baik.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sleep deprivation, agenda tidur yang tidak teratur, narkolepsi, sleep apnea, serta beberapa kondisi seperti gangguan kekhawatiran dapat berangkaian dengan munculnya sleep paralysis.
Cara Mengurangi Risiko Tindihan Saat Tidur

Ilustrasi tidak bisa tidur/Freepik: Karlyukav
Kalau Anda sering mengalami tindihan, salah satu langkah mengatasi tindihan yang bisa dicoba adalah memperbaiki kebiasaan tidur. Usahakan punya waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten setiap hari serta cukup tidur. Hindari kebiasaan begadang terus-menerus lantaran kurang tidur dapat meningkatkan risiko sleep paralysis.
Kamu juga bisa menciptakan suasana bilik yang nyaman, mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur, dan mengelola stres dengan kegiatan yang membikin tubuh lebih rileks. NHS juga menyarankan tidur sekitar 7–9 jam, menjaga agenda tidur yang konsisten, serta menghindari kafein, alkohol, alias rokok menjelang waktu tidur.
Kalau tindihan terjadi sangat sering, membikin Anda takut tidur, alias menyebabkan Anda terus-menerus merasa kelelahan pada siang hari, sebaiknya jangan hanya dianggap sebagai pengalaman mistis, Beauties. Kondisi tersebut bisa dibicarakan dengan master untuk mencari tahu apakah ada gangguan tidur lain yang mendasarinya.
Jadi, Beauties, tindihan memang bisa terasa menyeramkan banget, apalagi ketika Anda merasa memandang sosok alias merasakan ada sesuatu di dekatmu. Bukan berfaedah pengalamanmu “nggak nyata”, ya. Sensasinya memang bisa terasa sangat nyata, tetapi penyebabnya dapat dijelaskan secara ilmiah melalui langkah kerja otak dan tubuh saat tidur.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)