Perawatan Wajah Ibu Hamil, Perhatikan Skincare Routine Yang Aman Menurut Dokter

May 22, 2026 01:20 PM - 1 bulan yang lalu 30556

Perubahan kulit selama kehamilan merupakan perihal yang wajar, Bunda. Biasanya ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Selain hormon, perubahan juga terjadi pada sistem kardiovaskular hingga kegunaan kekebalan tubuh.

Perubahan kulit yang umum terjadi selama kehamilan meliputi kulit kering, penggelapan kulit, dan jerawat. Meski begitu, perubahan kulit ini tidak selalu terjadi pada ibu hamil, kok. Ada banyak ibu mengandung yang juga mempunyai kulit normal selama 9 bulan mengandung.

Namun, perlu diingat bahwa akibat perubahan kulit ini bisa lebih besar andaikan ibu mengandung mempunyai beberapa kondisi tertentu, seperti eksim, psoriasis, alias rosacea. Beberapa kondisi tersebut mungkin dapat muncul bervariasi tergantung pada respons tubuh masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perawatan wajah pada ibu hamil

Melansir dari American Academy of Dermatology Association (AAD), perubahan kulit, terutama melasma alias penggelapan, dapat terjadi di wajah. Maka dari itu, sekarang tersedia beragam macam jenis skincare untuk membantu perawatan wajah ibu hamil.

Nah, inilah yang perlu diperhatikan, Bunda. Berbagai macam bahan dalam produk skincare yang digunakan pada kulit, tentunya bakal terserap juga ke dalam tubuh. Kandungan tersebut berpotensi masuk ke aliran darah ibu dan bisa saja memengaruhi bayi.

Tapi tak perlu khawatir, karena sebagian besar produk perawatan tubuh dan kulit yang dijual bebas (OTC) umumnya sudah kondusif dengan standar khusus. Namun, krusial bagi Bunda untuk tetap waspada dan peka terhadap kandungan skincare yang digunakan.

Bahan-bahan perawatan wajah ibu mengandung yang sebaiknya dihindari

Berbagai penelitian telah menguji sejumlah bahan alias kandungan skincare yang dijual bebas, termasuk untuk ibu hamil. Setelah pengetesan tersebut, setidaknya para mahir menemukan beberapa bahan tertentu yang dapat menimbulkan pengaruh serius pada bayi, Bunda.

Hal ini dilakukan demi memastikan kehamilan Bunda melangkah sehat, lancar, dan tanpa kudu mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari. Berikut beberapa kandungan dalam produk perawatan wajah ibu mengandung yang perlu dihindari dikutip dari laman Healthline:

1. Retinoid

Vitamin A merupakan nutrisi krusial yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, sistem imun, hingga kegunaan penglihatan. Ketika vitamin ini masuk ke dalam tubuh, unsur tersebut bakal diserap dalam corak retinol sebelum diubah menjadi retinal dan masam retinoat.

Dalam bumi skincare, turunan retinol yang dikenal sebagai retinoid sering digunakan dalam produk untuk perawatan wajah. Hal ini lantaran retinoid dapat menjadi anti-aging, mengatasi jerawat, dan menyamarkan garis halus.

Meski penyerapan retinoid dari produk oles tergolong rendah, namun penggunanya pada ibu mengandung sangat tidak disarankan. Paparan retinoid dosis tinggi diketahui dapat membawa akibat kelainan bawaan pada bayi, seperti kelainan lahir serius, serta gangguan otak pada anak.

2. Asam salisilat dosis tinggi

Asam salisilat atau salicylic acid merupakan bahan skincare yang umum untuk mengobati jerawat. salicylic acid mempunyai kelebihan sebagai anti inflamasi. Namun, salicylic acid dosis tinggi, seperti produk untuk peeling, sebaiknya dihindari dulu selama hamil.

3. Hidrokuinon

Hidrokuinon merupakan bahan yang biasanya digunakan dalam produk mencerahkan kulit. Namun, penggunaan hidrokuinon dalam konsentrasi tinggi alias tanpa resep master bisa menimbulkan beragam keluhan, seperti iritasi, kulit menjadi tebal, hitam, hingga kanker kulit.

Dokter mungkin bakal meresepkan hidrokuinon untuk membantu mengatasi hiperpigmentasi, seperti melasma dan kloasma yang sering muncul selama kehamilan. Namun, tentunya dosis hidrokuinon tersebut sudah dibatasi demi menjaga keamanan Bunda dan Si Kecil.

4. Ftalat

Ftalat adalah bahan kimia yang sering ditemukan dalam beragam produk kecantikan dan perawatan pribadi. Zat ini dikenal sebagai pengganggu endokrin, ialah dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Ftalat yang umum digunakan dalam kosmetik adalah dietilftalat (DEP). Penelitian terbatas pada hewan maupun manusia menunjukkan bahwa paparan bahan ini bisa mengakibatkan gangguan pada sistem reproduksi, Bunda. Sebaiknya hindari memilih skincare dengan bahan ini, ya Bunda.

5. Formaldehida

Meskipun sebenarnya formaldehida sudah jarang digunakan langsung pada produk kecantikan, setidaknya Bunda juga perlu tahu gimana bahayanya pengawet alias disinfektan ini. Formaldehida dikenal juga sebagai unsur karsinogen alias pemicu kanker.

Dampak lain dari paparan formaldehida adalah mengganggu kesuburan hingga bisa membikin ibu mengandung keguguran. Maka dari itu, waspadai produk kosmetik alias skincare yang tetap mengandung formaldehyde-releasing agents, seperti bronopol alias DMDM hydantoin.

6. Chemical sunscreen

Salah satu kandungan yang terdapat dalam chemical sunscreen adalah oksibenzon. Oksibenzon merupakan filter ultraviolet (UV) yang terbukti efektif melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Namun, belakangan ini bahan tersebut mendapat perhatian lantaran potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Oksibenzon disebut sebagai unsur pengganggu endokrin yang memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.

Apa saja rutinitas perawatan wajah yang bisa dilakukan selama hamil?

Selama kehamilan, para mahir kulit menyarankan agar Bunda untuk tetap menerapkan skincare routine. Cara sederhana dan paling kondusif yang direkomendasikan oleh mereka adalah basic skincare.

Basic skincare merupakan rutinitas perawatan kulit yang simpel dan tidak berlebihan. Selain untuk menjaga kesehatan kulit selama hamil, penggunaan basic skincare juga bisa meminimalisir paparan bahan yang berpotensi berisiko bagi ibu dan bayi.

Mengutip dari laman resmi American Academy Dermatology, berikut beberapa basic skincare yang bisa dilakukan menurut master kulit bersertifikat, Shoshana Marmon, MD, PhD, FAAD. Yuk, simak skincare apa saja yang diperlukan, Bunda.

1. Membersihkan wajah

Bersihkan kulit maksimal dua kali sehari dengan menerapkan double cleansing. Lakukan pada pagi dan malam hari, serta setelah Bunda berkeringat. Pilih pembersih wajah yang gentle agar tidak membikin kulit semakin sensitif selama kehamilan.

2. Menggunakan pelembap

Gunakan pelembap secara rutin sesuai dengan jenis kulit Bunda. Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi keluhan umum selama hamil, seperti kulit kering, mengelupas, alias terasa tertarik.

3. Melindungi kulit dari sinar matahari

Perlindungan dari sinar mentari sangat krusial untuk mencegah masalah kulit seperti hiperpigmentasi. Bunda bisa melindungi kulit dengan mencari tempat teduh, memakai busana yang mempunyai filter UV, serta menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30.

Agar lebih aman, pilihlah physical sunscreen lantaran mengandung mineral, seperti zinc oxide, titanium dioxide, alias keduanya. Jenis ini condong lebih aman, lembut, dan minim akibat iritasi selama kehamilan.

Demikian serangkaian perawatan wajah pada ibu mengandung yang perlu diperhatikan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya