Bagi sebagian orang, tetap susah untuk membedakan antara kulit yang mengalami purging dan breakout. Sebenarnya, apa itu purging dan breakout?
Kebingungan itu semakin nyata ketika wajah berjerawat setelah mengaplikasikan produk skincare baru. Apakah jerawat yang muncul adalah tanda ketidakcocokan terhadap produk alias bagian dari purging?
Menurut master dan penelitian, ada perihal mendasar yang membedakan antara purging dan breakout. Berikut penjelasannya melansir Healthline dan WebMD.
Purging: Proses dari Pembersihan dan Regenerasi Kulit

Purging/Foto: Magnific.com/User18526052
Dermatolog Dr. Deanne Mraz Robinson sepakat bahwa purging adalah proses penyesuaian kulit di mana sel kulit meninggal dan kotoran terdorong ke permukaan lebih sigap lantaran penggunaan bahan aktif.
“Skin purging merujuk pada reaksi terhadap bahan aktif yang mempercepat laju pergantian sel kulit,” ujar Robinson.
Purging disebabkan oleh penggunaan produk skincare dengan kandungan bahan aktif seperti retinoid, AHA (Alpha Hydroxy Acids), BHA (Beta Hydroxy Acids), vitamin C, dan benzoil peroksida.
Ciri-ciri wajah yang mengalami purging biasanya muncul beruntusan ringan, jerawat mini alias komedo di sekitar area yang biasa berjerawat, serta kulit mengelupas.
Purging bisa dibilang sebagai respons positif terhadap skincare baru, yang menandakan bahwa produk bekerja sebagaimana mestinya.
Jika mengalami purging, tetap gunakan produk dengan bijak, jaga kelembapan kulit, dan konsultasikan dengan master kulit ketika kondisi wajah semakin memburuk.
Breakout: Reaksi Ketidakcocokan terhadap Produk Skincare

Breakout/Foto: Magnific.com/Magnific
Breakout merupakan reaksi peradangan alias ketidakcocokan kulit terhadap kandungan tertentu dalam skincare dan makeup yang justru menyumbat pori-pori alias memicu iritasi.
Hal ini dibenarkan oleh master ahli kulit di Washington, D.C, Sharleen St. Surin-Lord, MD. Ia mengatakan, “Makeup berbahan dasar minyak, jenis silikon tertentu, dan beberapa liquid foundations dapat menyumbat pori-pori.”
Surin-Lord menyarankan untuk menggunakan produk kecantikan non-komedogenik yang tidak menyumbat pori-pori.
Selain ketidakcocokan terhadap produk tertentu, breakout bisa disebabkan oleh stres, polusi udara, dan pola konsumsi tinggi gula. Saat breakout, kulit mengalami iritasi alias peradangan yang ditandai dengan munculnya banyak jerawat, tekstur kulit menjadi kasar dan beruntusan, kemerahan yang meluas, serta rasa gatal dan perih.
Breakout tidak bakal membaik jika penggunaan produk diteruskan. Tanpa penanganan yang tepat, breakout bisa meninggalkan hiperpigmentasi yang susah hilang.
Perbedaan Purging dan Breakout

Perbedaan purging dan breakout/Foto: Magnfiic.com/Wayhomestudio
Meskipun gejalanya mirip, purging dan breakout memiliki perbedaan mendasar selain dari sisi penyebab, ialah letak dan durasi.
Menurut Robinson, purging cenderung terjadi di area spesifik yang sering mengalami jerawat. Tak hanya itu, jerawat akibat purging bakal timbul dan lenyap lebih sigap dibandingkan jerawat biasa. Biasanya berjalan antara 2 dan 6 minggu.
Jika kondisi kulit tidak membaik setelah periode ini, kemungkinan besar itu adalah breakout alias reaksi alergi terhadap produk.
Breakout justru sebaliknya. Ia muncul di area wajah yang biasanya tidak berjerawat serta butuh waktu lebih lama dan memerlukan penanganan khusus.
“Jika Anda memandang munculnya breakout alias kulit kering di area wajah yang tidak terbiasa berjerawat, kemungkinan itu adalah respons kulit terhadap produk baru yang digunakan,” tegas Robinson.
Itulah perbedaan purging dan breakout. Setelah ini, jangan bingung lagi ya, membedakan keduanya!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)