Perubahan Fisik Akibat Kebiasaan Scroll Ponsel

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 504x dilihat
Perubahan Fisik Akibat Kebiasaan Scroll Ponsel

Bagikan Postingan

Beberapa perubahan pada bentuk akibat kebiasaan sering scroll/Foto: Unsplash.com/Marco Palumbo

Aktivitas scroll media sosial alias menggulir layar ponsel yang sering dilakukan anak muda, mungkin seperti terlihat tidak berbahaya. Namun, tanpa disadari, melakukan kegiatan ini berjam-jam sembari membungkuk, dapat memberikan akibat pada tubuh lho! 

Melansir dari laman Your Tango, berikut beberapa kebiasaan scroll yang berakibat pada perubahan fisik. Simak info selengkapnya di bawah ini!

1. Kepala dan Leher Secara Bertahap Bergerak ke Depan, Sehingga Memengaruhi Postur Tubuh

Ilustrasi sedang scroll ponsel/Foto: Freepik.com/pvproductions

Mungkin Anda cukup sering memandang seseorang yang duduk dengan kepala menunduk, baju membungkuk, dan leher yang condong ke depan saat memandang layar ponsel. Meski posisi tersebut memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, namun tubuh manusia tidak dirancang untuk mempertahankan posisi tersebut dalam waktu lama. 

Saat kamu menunduk memandang ponsel, kepala secara alami bakal terdorong ke depan dan ke bawah. Semakin lama posisi ini dipertahankan, semakin besar beban yang kudu ditanggung oleh otot-otot di sekitar leher dan punggung bagian atas. Kepala mempunyai berat yang cukup besar, sehingga otot leher kudu bekerja lebih keras untuk menopangnya ketika kepala berada jauh di depan posisi normal. 

Pada awalnya, kebiasaan ini mungkin hanya menyebabkan leher terasa kaku alias pegal setelah terlalu lama menggulir layar. Namun, jika dilakukan terus-menerus, posisi kepala yang terlalu condong ke depan dapat menyebabkan nyeri berulang pada leher dan bahu, serta ketegangan pada punggung bagian atas. 

2. Bahu Menjadi Kaku dan Tegang

Ilustrasi memegang bahu/Foto: Freepik.com/stockking

Saat menggunakan ponsel, Anda mungkin sering tidak menyadari bahwa bahu ikut menegang. Bahkan, Anda mungkin baru menyadarinya ketika seseorang mengingatkan alias setelah Anda mengendurkan bahu dan merasakan sungguh tegangnya otot tersebut. 

Jika posisi tersebut dilakukan terus-menerus, lama kelamaan tubuh bisa terbiasa dengannya, sehingga terasa seperti posisi yang normal. Akibatnya, bahu lebih mudah terasa kaku, pegal, dan tegang. 

3. Ketegangan pada Tangan dan Pergelangan Tangan

Ilustrasi memegang ponsel/Foto: Unsplash.com/Kelli McClintock

Gerakan mini saat menggunakan ponsel mungkin tidak terasa berdampak. Namun, jika dilakukan berulang kali dalam waktu lama, aktivitas tersebut dapat menimbulkan masalah. Seperti halnya rasa pegal alias tidak nyaman pada tangan, jari, pergelangan tangan, hingga lengan bawah. 

Selain itu, langkah memegang ponsel juga dapat memperburuk ketegangan. Menggenggam ponsel terlalu erat alias mempertahankan posisi pergelangan tangan yang menekuk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan tambahan pada otot dan persendian. 

Bahkan, penelitian juga menunjukkan, bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan, termasuk kegiatan menggulir layar berulang kali, dapat dikaitkan dengan meningkatnya risiko sindrom lorong karpal, yakni kondisi medis saat saraf medianus di pergelangan tangan mengalami tekanan alias terjepit.

4. Mata Menjadi Tegang dan Penglihatan Bisa Terganggu

Ilustrasi menggosok mata/Foto: Freepik.com/8photo

Mata manusia tidak dirancang untuk menatap layar mini dari jarak dekat selama berjam-jam tanpa istirahat. Namun, bagi banyak orang, memandang ponsel menjadi salah satu perihal pertama yang dilakukan setelah bangun tidur dan salah satu kegiatan terakhir sebelum tidur. 

Padahal, saat menatap ponsel dalam waktu lama, seseorang condong berkedip lebih sedikit dari biasanya. Jika ditambah dengan kebiasaan terus-menerus memandang dalam jarak dekat, kondisi ini dapat membikin mata terasa kering, lelah, iritasi, dan tegang. 

Selain itu, beberapa orang juga dapat mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, alias kesulitan mengalihkan konsentrasi dari layar ponsel ke barang yang berada lebih jauh. 

5. Kehilangan Massa Otot

Ilustrasi memegang ponsel sembari berbaring/Foto: Freepik.com/magnific

Sering kali, kegiatan menggulir layar dilakukan sembari duduk alias dalam posisi yang minim gerakan. Seseorang yang menghabiskan satu jam menggunakan ponsel, misalnya, mungkin berada dalam posisi yang nyaris sama selama satu jam penuh. Ketika seseorang lebih sering duduk daripada bergerak, otot tidak mendapatkan cukup kegiatan untuk tetap kuat dan terjaga. 

Jika perihal tersebut menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, maka massa dan kekuatan otot dapat menurun. Kondisi ini juga dapat berakibat pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk kebugaran bentuk dan kesehatan jantung. 

Itulah beberapa kebiasaan scroll yang bisa membawa akibat negatif pada perubahan fisik. Semoga info di atas dapat berfaedah ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads