Puluhan Rumah Sakit Tutup Layanan Persalinan, Ibu Hamil di Wilayah Ini Terdampak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 100x dilihat
Puluhan Rumah Sakit Tutup Layanan Persalinan, Ibu Hamil di Wilayah Ini Terdampak

Bagikan Postingan

Jakarta -

Layanan persalinan di rumah sakit merupakan bagiankecil krusial dari mekanisme kesehatan. Layanan ini ditujukan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan medis yang tepat selama dan setelah melahirkan, Bunda.

Baru-baru ini, kesiapan akomodasi jasa persalinan di negara Amerika Serikat (AS) tengah mengalami kendala. Ruang bersalin di AS menghadapi ombak penutupan seiring dengan dimulainya pemotongan biaya Medicaid maupun program asuransi kesehatan bersubsidi yang ditawarkan berbareng oleh pemerintah federal dan negara bagian.

Dilansir dari The Guardian, menurut analisis dari perkumpulan nirlaba Protect Our Care, 52 bangsal bersalin telah ditutup sejak undang-undang federal HR 1 diumumkan pada Juli 2025, dan delapan bangsal lainnya telah mengumumkan penutupan mereka dalam waktu dekat. Undang-undang federal ini mencakup pemotongan pajak dan peningkatan pendanaan untuk pertahanan, penegakan aturan imigrasi, dan produksi energi, termasuk memangkas pendanaan Medicaid.


Peraturan ini akan sepenuhnya berjalan pada tahun depan, Bunda. Para ahli mengestimasi akan terjadi lebih banyak penutupan unit persalinan menjelang dan setelah fluktuasi pada program Medicaid.

"Kami sangat prihatin bahwa perubahan-perubahan ini telah dan akan terus memperburuk krisis perawatan persalinan yang sudah serius," kata ketua senior penasihat legislatif dan strategis dari perkumpulan nirlaba March of Dimes, Erin Jones.

"Pengurangan pendanaan dan limitasi tentang sepertiapa negara bagiankecil membiayai Medicaid akan memberikan tekanan tambahan pada anggaran negara bagiankecil dan rumah sakit, menaikkan konsekuensi bahwa penduduk kehilangan jasa persalinan penting, dan pemasok jasa khusus di dekat rumah."

Jones mengatakan bahwa akibat peraturan baru ini akan memengaruhi jasa persalinan, terutama di kelompok pedesaan. Dampaknya, kondisi tersebut bisa sangat menakut-nakuti bagi ibu hamil.

"Hilangnya layanan-layanan ini berarti berkurangnya tempat untuk melahirkan dengan terlindungi dan berkurangnya pilihan bagi kehamilan yang membutuhkan perawatan khusus," ujar Jones.

Perlu diketahui, sekitar 40 persen persalinan di AS dibiayai oleh Medicaid, sementara negara tersebut memiliki salah satu tingkat kematian ibu tertinggi di antara negara-negara berpenghasilan tinggi. Menurut keterangan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bilangan kematian ibu di AS adalah 17,9 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Profesor ekonomi perawatan kesehatan di Harvard TH Chan School of Public Health, Benjamin Sommers, mengatakan bahwa fluktuasi pada Medicaid 'pasti' akan memengaruhi perempuan yang sedang hamil dan perkumpulan ahli kehamilan.

"Tidak benar bahwa undang-undang ini melindungi ibu hamil maupun orang tua berpenghasilan rendah. Justru undang-undang ini menambah beban finansial bagi pemasok jasa kesehatan dan program asuransi yang mereka andalkan," kata Sommers.

Dampak penutupan ruang bersalin di AS

Melansir dari halaman Insight WCH Service Bureau, persalinan dan kelahiran memiliki struktur biaya yang tidak biasa. Rumah sakit mesti siap siaga sepanjang waktu terlebihlagi ketika cuma sedikit bayi yang lahir pada hari tertentu.

Semua itu tak cuma membutuhkan staf, tapi juga cakupan klinis, peralatan, dan kapasitas untuk menanggapi keadaan darurat. Biaya tersebut tidak akan berkurang seiring dengan jumlah kelahiran, Bunda.

Nah, ketika volume persalinan menurun, suatu unit mungkin tidak dapat menutupi biaya tetapnya. Kekurangan staf membikin jasa 24 jam menjadi lebih mahal, dan penggantian biaya yang rendah membikin kesenjangan antara biaya perawatan dan pembayaran yang diterima rumah sakit. Para pengelola juga mesti memilih antara mensubsidi jasa persalinan dan mendanai perawatan darurat, jasa rawat inap, maupun departemen lainnya.

Penutupan unit persalinan tidak mengakhiri kebutuhan persalinan. Hal itu cuma memindahkannya.

Apa yang terjadi selanjutnya bersandar pada kapabilitas rumah sakit tetangga, rentang yang mesti ditempuh pasien, dan seberapa baik koordinasi pemasok jasa lokal setelahnya. Rumah sakit penerima mungkin akan menerima lebih banyak persalinan tanpa tambahan ruang persalinan, tempat tidur pasca persalinan, maupun staf. Jika kapasitasnya sudah hampir penuh, maka penambahan volume tersebut akan membebani semuanya.

Pasien yang tiba di rumah sakit dalam keadaan akan melahirkan tanpa unit kebidanan membutuhkan penilaian dan stabilisasi, dengan pengaturan transfer yang memungkinkan. Di sisi lain, unit darurat gawat bukanlah alternatif jasa persalinan.

Bagi rumah sakit, menutup unit yang tidak menguntungkan dapat membatasi kerugian operasional sekaligus menjaga agar jasa lain statis berjalan. Namun, penghematan tersebut belum termasuk biaya lainnya, Bunda.

Demikian kondisi jasa bersalin di Amerika Serikat yang ditutup karena dibuatnya kebijakan baru oleh pemerintah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads