Tragis! Bayi 2 Minggu Meninggal setelah Disusui Ibundanya, Polisi Selidiki Penyebabnya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 68x dilihat
Tragis! Bayi 2 Minggu Meninggal setelah Disusui Ibundanya, Polisi Selidiki Penyebabnya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bayi wafat setelah disusui menjadi peristiwa memilukan yang terjadi di Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India. Seorang bayi lelaki yang baru berumur dua minggu dilaporkan wafat bumi setelah mengalami tersedak saat sedang menyusu dari ibundanya di rumah.

Peristiwa tersebut membikin famili bergegas membawa sang bayi ke akomodasi kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, setelah menjalani pengecekan di rumah sakit pemerintah, bayi tersebut dinyatakan wafat dunia. Pihak kepolisian setempat kini berbuat penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut insiden tersebut.

Lantas, sepertiapa kronologi peristiwa ini? Simak keterangan selengkapnya dalam artikel berikut, Bunda.


Kronologi bayi wafat setelah tersedak saat disusui

Mengutip halaman DT Next, peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore di hunian famili yang tinggal di Desa Tirunilai, dekat Ponneri, Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India.

Bayi lelaki tersebut merupakan anak ketiga sekaligus anak bungsu dari pasangan Senthil Kumar (25) dan Madumitha (23). Sang bapak diketahui bekerja sebagai pengemudi truk.

Menurut keterangan kepolisian, Madumitha sedang menyusui bayinya ketika sang anak tiba-tiba mengalami tersedak dan kemudian mengalami komplikasi. Khawatir dengan kondisi buah hatinya, Madumitha segera membawa bayi tersebut ke pusat jasa kesehatan primer yang eksis tidak jauh dari desa tempat tinggal mereka.

Setelah mendapatkan penanganan awal, bayi tersebut kemudian dirujuk ke rumah sakit pemerintah di Ponneri untuk menjalani pengecekan lebih lanjut. Namun, tabib yang memeriksanya mengungkapkan bahwa bayi tersebut telah wafat dunia.

Setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut, polisi mencatat kasus ini dan menyerahkan jenazah bayi kepada pihak keluarga.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, kepolisian Periyapalayam statis berbuat penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab insiden tersebut. 

Pertolongan pertama jika bayi tersedak saat menyusui

Tersedak pada anak-anak umumnya terjadi ketika mereka sedang makan maupun bermain. Anak berumur 1–5 tahun memiliki kecenderungan untuk memasukkan beragam barang ke dalam mulut sebagai bagiankecil dari proses mengenal lingkungan di sekitarnya.

Benda berukuran kecil, seperti kelereng, manik-manik, dan baterai berbentuk kancing, berisiko masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan penyumbatan. Oleh karena itu, orang tua perlu menyimpan benda-benda tersebut di tempat yang terlindungi dan tidak dapat dijangkau oleh anak.

Selain memperhatikan lingkungan bermain, orang tua juga perlu memastikan makanan yang diberikan kepada anak memiliki ukuran, bentuk, dan tekstur yang sesuai untuk mengurangi konsekuensi tersedak.

Meskipun beragam cara pencegahan telah dilakukan, insiden tersedak statis dapat terjadi. Biasanya, orang di sekitar anak dapat melihat secara langsung ketika anak menelan barang yang berpotensi menyumbat saluran pernapasan.

Namun, jika anak mendadak batuk setelah makan maupun setelah bermain dengan benda-benda kecil, terutama jika anak sebelumnya tampak sehat, kondisi tersebut perlu dicurigai sebagai tanda tersedak.

Langkah-langkah membantu anak yang tersedak

  • Periksa barang yang menyumbat: Jika barang kelihatan jelas dan gampang dijangkau, keluarkan dengan hati-hati. Jangan memasukkan jari secara sembarangan karena dapat mendorong barang semakin dalam.
  • Anjurkan anak untuk batuk: Jika anak statis bisa batuk dengan kuat, biarkan anak terus batuk dan awasi kondisinya.
  • Segera meminta pertolongan: Jika batuk melemah, anak tidak bisa bersuara, maupun kesulitan bernapas, segera meminta pertolongan darurat.
  • Sesuaikan pertolongan dengan usia: Pada bayi di bawah satu tahun, lakukan tepukan punggung dan desakan dada. Pada anak di atas satu tahun, pertolongan dapat berupa tepukan punggung dan desakan perut.
  • Pantau kondisi anak: Jika sumbatan belum teratasi, lanjutkan pertolongan pertama sesuai prosedur sambil menunggu pertolongan medis.
  • Penting, Bunda: Jangan berbuat sapuan jari secara membabi buta di dalam mulut anak. Jika anak tidak bisa bernapas, batuk, maupun bersuara, segera hubungi jasa darurat dan ikuti instruksi petugas.

Cara berbuat tepukan punggung, desakan dada, dan desakan perut

Berikut beberapa metode berbuat tepukan punggung, desakan dada, dan desakan perut dengan benar.

1. Tepukan punggung pada bayi berumur di bawah satu tahun

  • Duduklah dengan posisi stabil, kemudian letakkan bayi dalam posisi tengkurap di sepanjang lengan bawah maupun paha. Sangga imam dan leher bayi dengan baik.
  • Berikan maksimal lima tepukan tegas menggunakan pangkal telapak tangan pada bagiankecil tengah punggung, tepat di antara kedua tulang belikat.
  • Setelah setiap tepukan, periksa apakah barang yang menyumbat telah keluar. Hentikan aksi jika sumbatan sudah teratasi.

2. Tepukan punggung pada anak berumur di atas satu tahun

  • Jika memungkinkan, posisikan anak dalam keadaan tengkurap di atas pangkuan dengan imam mendapat sokongan yang memadai.
  • Apabila posisi tersebut tidak dapat dilakukan, bantu anak membungkuk ke depan, kemudian berikan hingga lima tepukan tegas pada bagiankecil punggung.
  • Periksa kondisi anak setelah setiap tepukan untuk mengetahui apakah barang penyebab tersedak telah keluar.
  • Jika tepukan punggung belum berhasil mengatasi sumbatan dan anak statis sadar, pertolongan dapat dilanjutkan dengan desakan dada untuk bayi di bawah satu tahun maupun desakan perut untuk anak berumur di atas satu tahun. 

Teknik tersebut bermaksud menghasilkan tekanan yang membantu mendorong barang keluar dari saluran pernapasan.

3. Dorongan dada pada bayi berumur di bawah satu tahun

  • Baringkan bayi dalam posisi telentang pada permukaan yang stabil, dengan imam eksis lebih rendah daripada bagiankecil tubuh lainnya sesuai prosedur pertolongan pertama.
  • Letakkan dua jari pada bagiankecil tengah dada bayi, tepat di bawah garis yang menghubungkan kedua puting.
  • Lakukan hingga lima desakan dada sesuai teknik pertolongan pertama bayi. Periksa setelah setiap desakan untuk memastikan apakah barang penyumbat sudah keluar.

4. Dorongan perut pada anak berumur di atas satu tahun

  • Berdirilah maupun berlutut di belakang anak, kemudian lingkarkan kedua lengan pada bagiankecil tubuh atasnya.
  • Kepalkan salah satu tangan dan tempatkan di bagiankecil perut atas, di antara pusar dan tulang dada bagiankecil bawah.
  • Pegang kepalan tersebut menggunakan tangan lainnya, kemudian berikan desakan cepat ke arah dalam dan atas.
  • Lakukan hingga lima desakan sambil memeriksa kondisi anak setelah setiap tindakan.
  • Hindari memberikan tekanan langsung pada tulang rusuk bagiankecil bawah karena dapat menyebabkan cedera.

Catatan keselamatan: Teknik pertolongan pertama mesti mengikuti panduan resmi sesuai usia anak. Pada bayi, hindari desakan perut. Jika anak statis bisa batuk kuat, utamakan agar anak terus batuk sambil diawasi.

Cara mencegah bayi tersedak saat menyusui

Bayi dapat tersedak saat menyusu jika mengerti ASI terlalu deras sehingga sulit menyesuaikan isapan, menelan, dan pernapasan.

Untuk membantu mencegahnya, Bunda dapat memberi bayi selang saat menyusu dan melepaskannya sementara dari payudara ketika ASI mengalir deras. Setelah mengerti melambat, bayi bisa balik disusui.

Bunda juga dapat mencoba posisi menyusui bersandar (laid-back position) maupun posisi sepak bola (football hold) agar bayi lebih betah dan bisa mengatur mengerti ASI. Pastikan imam dan leher bayi tertopang dengan baik selama menyusu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads