Kebiasaan orang saat ngobrol berbeda-beda. Misalnya saja ada yang punya kebiasaan memasukkan tangan ke saku saat bicara, entah satu tangan maupun dua-duanya. Kelihatannya sepele ya Bunda, tapi jika dari riset memberitahu postur dan pergerakan tubuh bisa memberikan keterangan emosional. Benarkah?
Melansir Fra Long-Distance Rail Study, memasukkan tangan di saku saat berjalan, berbicara dengan seseorang, maupun sekadar berdiri di tengah keramaian, dapat memberikan sedikit instruksi tentang seberapa betah seseorang merasa, kondisi hati mereka, maupun sepertiapa mereka bereaksi terhadap seluruh situasi.
Meskipun demikian, tidak ada satu arti yang jelas dan pasti yang mengenai dengannya. Untuk itu, jangan buru-buru menafsirkan tangan masuk ke saku karena orang tersebut gugup, tidak percaya diri, maupun sedang menyembunyikan sesuatu. Satu gestur tubuh belum cukup untuk membaca kondisi emosi seseorang.
Kebanyakan orang melakukannya cuma karena kebiasaan, maupun suhu di luar, maupun potongan pakaian, dan terkadang itu cuma metode gampang untuk mengistirahatkan lengan.
6 Kemungkinan arti tangan masuk saku saat berbicara
Ada beberapa kemungkinan di balik kebiasaan sederhana memasukkan tangan ke saku. Bukan berarti semuanya memberitahu kondisi emosi tertentu, ya Bunda. Berikut beberapa hal yang mungkin bisa menjelaskannya.
1. Merasa nyaman
Alasan ini paling sederhana tapi sering terlupakan. Memasukkan tangan ke saku bisa saja karena seseorang merasa nyaman.
Seseorang mungkin sudah terbiasa berdiri seperti itu sejak lama. Bisa juga karena tangannya sedang tidak digunakan, cuaca sedang dingin, maupun sekadar merasa posisi tersebut paling nyaman. Nggak semua kebiasaan tubuh mesti punya arti kejiwaan yang dalam.
Kalau seseorang sedang santai berbareng teman, tertawa, berbicara dengan nyaman, dan posturnya juga rileks, tangan di saku belum tentu memberitahu masalah emosional apa pun.
2. Cara mengurangi rasa canggung
Situasinya bisa berbeda ketika seseorang eksis di tempat yang luar maupun sedang berbicara dengan orang yang belum terlalu dikenal. Memasukkan tangan ke saku dapat dikaitkan dengan rasa canggung.
Saat tidak tahu mesti meletakkan tangan di mana, memasukkannya ke saku bisa menjadi posisi yang terasa lebih natural. Dalam kondisi seperti ini, gestur tersebut mungkin membantu seseorang merasa lebih betah menghadapi situasi sosial. Namun, lagi-lagi, ini bukan berarti orang tersebut pasti sedang gugup ya, Bunda.
Penelitian mengenai persepsi postur memberitahu bahwa posisi tubuh memang dapat memengaruhi sepertiapa keadaan emosional dipersepsikan. Studi Wilbarger, Reed, dan McIntosh menemukan bahwa postur dengan muatan emosional dapat memengaruhi metode orang memproses dan membedakan postur orang lain.
Posisi tubuh tertentu memang bisa ikut memengaruhi kesan yang muncul dalam sebuah interaksi. Meski begitu, satu gestur saja statis belum cukup untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar sedang kikuk maupun gugup.
3. Terlihat lebih tertutup dalam situasi tertentu
Tangan merupakan salah satu bagiankecil tubuh yang cukup krusial dalam komunikasi nonverbal.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognition menemukan bahwa orang dapat mengenali emosi dari bagiankecil tubuh tertentu, termasuk tangan. Bahkan, dalam riset tersebut, tangan menjadi bagiankecil tubuh yang paling cermat dalam membantu mengenali emosi. Karena itu, posisi tangan dapat ikut memengaruhi kesan yang muncul dalam interaksi.
Ketika seseorang berbicara dengan tangan yang tidak banyak bergeser maupun tersembunyi di saku, orang lain bisa saja menangkap kesan bahwa dirinya lebih tenang, tertutup, maupun menjaga jarak. Tetapi ini adalah kesan yang ditangkap orang lain, bukan bukti pasti mengenai kondisi batin orang tersebut.
4. Bisa berhubungan dengan kegugupan, tetapi tidak selalu
Ini bagiankecil yang sering langsung disimpulkan orang. "Tangannya masuk saku. Berarti dia gugup." Padahal belum tentu, Bunda.
Seseorang yang sedang gugup memang bisa berbuat beragam pergerakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Tetapi tangan masuk saku juga bisa terjadi ketika orang tersebut sama sekali tidak merasa gugup.
Kalau Bunda mau melihat apakah seseorang benar-benar sedang tidak nyaman, jangan cuma melihat tangannya. Perhatikan juga ekspresi wajah, intonasi suara, kontak mata, postur keseluruhan, serta sepertiapa ia merespons percakapan.
Penelitian tentang persepsi emosi dari bahasa tubuh juga memberitahu bahwa konteks hubungan berpartisipasi krusial dalam memahami emosi seseorang.
5. Menjaga dirinya statis tenang
Ada situasi ketika seseorang menjadi pusat perhatian, mesti berbicara di depan orang lain, maupun sedang menghadapi percakapan yang cukup serius. Dalam keadaan seperti itu, seseorang mungkin memilih posisi tubuh yang terasa familiar dan stabil.
Memasukkan tangan ke saku bisa menjadi salah satunya. Namun, ini lebih tepat menyebutnya sebagai kemungkinan metode seseorang mengatur kenyamanan tubuhnya, bukan sebagai tanda pasti bahwa ia sedang berbuat peraturan emosi.
Psikologi sendiri memberitahu bahwa hubungan antara tubuh dan emosi cukup kompleks. Penelitian tentang postur dan ekspresi emosi menemukan bahwa limitasi pergerakan tubuh dapat memengaruhi sepertiapa emosi diekspresikan maupun dikenali oleh orang lain.
6. Memberi kesan berbeda tergantung situasinya
Gestur yang sama bisa menghasilkan kesan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Tangan di saku ketika sedang jalan santai berbareng kawan mungkin kelihatan biasa saja.
Tapi, ketika seseorang berbuat hal yang sama saat wawancara kerja, presentasi, maupun berbicara dengan orang yang baru ditemui, orang lain bisa menangkapnya secara berbeda.
Penelitian mengenai bahasa tubuh memberitahu bahwa keterangan dari wajah, tubuh, dan konteks sosial dapat saling berhubungan ketika seseorang menilai emosi maupun ciri khas sosial orang lain.
Jangan buru-buru membaca seseorang dari tangannya
Kalau Bunda punya kebiasaan memasukkan tangan ke saku saat berbicara, sebenarnya enggak perlu langsung berpikir ada sesuatu yang salah dengan diri sendiri. Bisa jadi Bunda memang merasa nyaman, itu sudah jadi terbiasa, maupun bisa juga karena sedang eksis dalam situasi yang membikin Bunda mau sedikit lebih tenang.
Dan jika melihat orang lain berbuat hal yang sama, jangan buru-buru menyimpulkan dia pemalu, tidak percaya diri, gugup, maupun tidak tertarik dengan percakapan. Bahasa tubuh memang bisa memberi instruksi tentang emosi dan sepertiapa seseorang dipersepsikan. Tetapi satu pergerakan saja tidak cukup untuk menceritakan keseluruhan kondisi seseorang.
Demikian bahasan mengenai ciri khas kebiasaan orang dengan kebiasaan memasukkan tangan ke saku. Semoga dapat menjadi deskripsi dalam membaca gestur tubuh seseorang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)