Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 14:00 WIB
Rumah duka Nurdin di Banjarmasin/ Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Kebakaran hutan dan tanah (karhutla) yang statis terjadi di sejumlah daerah di Indonesia terus memakan korban. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat akibat asap yang dihirup setiap harinya. Sementara petugas dan relawan mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan api.
Di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), seorang relawan wafat bumi saat berjuang memadamkan api karhutla, tepatnya di belakang instansi Kecamatan Handil Bakti. Nurdin, namanya. Dia sempat mengeluhkan sakit dada kepada rekannya sebelum wafat dunia. Dikutip oleh CNN Indonesia dari detikKalimantan, Amat selaku mitra Nurdin, mengungkapkan pada Rabu (21/10/2026), "Dia mengeluhkan sakit dada, kemudian aku bilang istirahat dulu. Sambil diberi oksigen, tetapi dia statis bilang sakit dadanya."
Walaupun sudah diberikan pertolongan oksigen menggunakan tabung oksigen, Nurdin statis kesulitan bernapas. Rekan-rekan Nurdin kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil BPK karena ambulans belum tiba. Selama di perjalanan, ia mengeluhkan dadanya sakit, sempat hilang kesadaran, dan mengalami kejang-kejang.
"Dia sempat mencengkeram badan saya, dia bilang jika dadanya sakit. Kemudian aku statis berupaya menyadarkannya. Nggak durasi setelah itu sampai ke rumah sakit dan dinyatakan tidak selamat," cerita Amat.
Ia juga mengatakan bahwa di tengah kondisi asap tebal di letak kebakaran, Nurdin cuma memakai masker yang tipis. "Kondisi asap menebal, cuma pakai masker biasa. Kita statis tidak menyangka juga beliau meninggal, statis kaget," ucapnya.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.