Riset Sebut Kehamilan Kedua Bisa Bikin Ibu Punya Kemampuan Khusus Dalam Mengasuh

May 13, 2026 08:10 PM - 1 jam yang lalu 18

Jakarta -

Bunda, pernah merasa jika mengurus anak kedua terasa lebih mudah dibanding anak pertama? Ternyata, ini bukan sekadar perasaan, lho. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kehamilan kedua memang bisa membawa perubahan luar biasa pada otak ibu, apalagi disebut seperti memberi keahlian unik dalam mengasuh.

Otak ibu berubah saat kehamilan kedua

Sebuah penelitian dari Amsterdam UMC yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menemukan bahwa kehamilan kedua memengaruhi langkah kerja otak ibu secara berbeda dibanding kehamilan pertama. Kalau saat mengandung pertama perubahan lebih banyak terjadi pada area yang berangkaian dengan emosi dan hubungan sosial, maka pada kehamilan kedua justru yang berubah adalah:

  • Kemampuan konsentrasi (attention)
  • Respons terhadap rangsangan (sensory cues)
  • Kecepatan reaksi terhadap situasi

Artinya, otak ibu jadi lebih siaga dan responsif, sesuatu yang sangat dibutuhkan saat kudu mengurus lebih dari satu anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perubahan ini membikin ibu dengan dua anak condong lebih sigap dan adaptif dalam menjalani keseharian. Bukan lantaran sudah biasa, tapi memang ada proses biologis yang mendukung keahlian tersebut.

Menariknya, para peneliti juga menyebut bahwa otak ibu seperti sedang di-upgrade. Kemampuan multitasking meningkat, refleks jadi lebih cepat, dan ibu bisa lebih efisien dalam mengambil keputusan, perihal yang sangat krusial saat kudu membagi perhatian antara kakak dan adik.


Kenapa ibu dengan dua anak terlihat lebih sigap?

Bunda, banyak yang bilang ibu dengan dua anak itu gercep alias mobilitas cepat. Tapi ternyata, ini bukan hanya soal kebiasaan alias pengalaman saja. Ada penjelasan ilmiahnya juga, lho.

1. Otak sudah terlatih dari kehamilan pertama

Saat mengandung dan merawat anak pertama, otak ibu mengalami banyak perubahan, terutama di area emosi dan bonding. Nah, saat kehamilan kedua, otak tidak mulai dari nol lagi. Ia sudah punya database pengalaman yang membikin ibu lebih sigap mengenali situasi, mulai dari makna tangisan bayi sampai pola kebutuhan anak.

2. Kemampuan multitasking meningkat

Mengurus dua anak otomatis menuntut ibu untuk membagi perhatian. Tanpa disadari, otak ibu jadi lebih terlatih untuk melakukan banyak perihal sekaligus, misalnya menenangkan adik sembari tetap memperhatikan kakaknya. Ini membikin ibu terlihat lebih cekatan dalam beragam situasi.

3. Respons lebih sigap terhadap rangsangan

Penelitian menunjukkan bahwa pada kehamilan kedua, otak ibu mengalami peningkatan pada area yang mengatur konsentrasi dan respons. Hasilnya, ibu jadi lebih sigap tanggap saat mendengar tangisan, memandang tanda lapar, alias merespons kondisi darurat mini di rumah.

4. Lebih percaya diri dalam mengasuh

Pengalaman sebelumnya membikin ibu tidak lagi terlalu resah alias panik. Kepercayaan diri ini membantu ibu mengambil keputusan lebih sigap dan tepat tanpa overthinking seperti saat pertama kali menjadi orang tua.

5. Adaptasi alami dari tubuh

Tubuh dan otak ibu secara alami beradaptasi dengan peran barunya. Bisa dibilang, ini seperti upgrade sistem yang bikin ibu menjadi lebih efisien, lebih peka, dan lebih siap menghadapi dinamika rumah tangga dengan dua anak.

Dengan kata lain, pengalaman + perubahan biologis ini bikin ibu jadi lebih adaptif menghadapi keribetan sehari-hari.

Tidak heran jika banyak yang menyebut ibu dengan dua anak seperti superhero lantaran keahlian mereka memang meningkat secara nyata, bukan sekadar mitos.

Ada perbedaan ikatan emosional?

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa ikatan emosional (bonding) condong lebih kuat pada kehamilan pertama dibanding kedua. 

Tapi ini bukan berfaedah kasih sayang ke anak kedua berkurang ya, Bunda. Justru lantaran ibu sudah punya pengalaman sebelumnya, langkah mengekspresikan kasih sayang bisa jadi lebih stabil dan matang.

Ikatan dengan anak pertama: Serba baru dan mendalam

Saat menjadi ibu untuk pertama kali, semua terasa baru. Mulai dari kehamilan, persalinan, hingga momen menyusui, semuanya membentuk pengalaman emosional yang sangat kuat.

Di fase ini, ibu cenderung:

  • Lebih konsentrasi pada satu anak
  • Lebih intens dalam memperhatikan setiap detail
  • Lebih emosional lantaran ini pengalaman pertama

Tak heran jika bonding dengan anak pertama sering terasa sangat 'dalam' dan penuh momen tak terlupakan.

Ikatan dengan anak kedua: Lebih stabil dan matang

Saat anak kedua hadir, situasinya berbeda. Perhatian ibu terbagi, tapi bukan berfaedah kasih sayangnya berkurang. Justru, ikatan emosional biasanya menjadi:

  • Lebih tenang (tidak terlalu cemas)
  • Lebih percaya diri dalam merawat
  • Lebih stabil secara emosional

Bunda sudah tahu apa yang kudu dilakukan, jadi bisa lebih menikmati proses tanpa terlalu banyak kekhawatiran.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya