Jakarta -
Bunda, pernah membayangkan tinggal di rumah dengan corak tidak biasa yang justru menjadi ikon dunia? Cube house alias rumah kubus miring di Rotterdam, Belanda, datang sebagai mahakarya arsitektur unik yang dirancang oleh mendiang Piet Blom.
Rumah tersebut memadukan produktivitas dan kegunaan dalam satu kreasi tak konvensional yang menarik perhatian publik.
Tak hanya mencuri perhatian lewat corak miringnya, setiap unit rumah kubus dirancang dengan struktur bertumpu pada pilar heksagonal dan perspektif kemiringan ekstrem yang menciptakan pengalaman ruang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, interiornya juga terbagi dalam tiga tingkat dengan tata letak yang tidak biasa, menghadirkan sensasi tinggal yang unik sekaligus menantang dalam pemanfaatan ruang.
Cerita di kembali rumah kubus di Belanda
Dilansir dari laman Europe for Visitors, Rotterdam mempunyai tradisi arsitektur modern yang disebut Witte Huis alias gedung putih, gedung tertinggi di Eropa ketika dibangun pada 1898, dan Kantor Pariwisata Rotterdam membanggakan arsiteknya.
Namun, ketika Blom mengusulkan proposal untuk Kubuswoningen miliknya alias rumah kubus pada 19070-an, banyak orang Belanda yang tak menyangka.
Blom memandang setiap kediaman berbentuk kubus sebagai “Rumah Pohon” alias “Rumah Tiang” di hutan, alias sebagai komponen modular dalam sebuah desa perkotaan yang bakal menggabungkan kegunaan pribadi dan publik seperti perumahan, upaya kecil, taman bermain, dan sekolah.
Ia membangun golongan pertama rumah kubusnya yang berjumlah 21 unit di kota Helmond dari tahun 1975 hingga 1977. Setahun kemudian, Blom mempresentasikan konsepnya untuk Kubuswoningen Rotterdam. Pembangunan dimulai pada 1982, dan selesai pada 1984.
Setiap Kubuswoning dibangun dalam corak balok miring, dengan ruang tinggal di beberapa tingkat dan tembok luar yang miring ke bawah menghadap tanah alias ke atas menghadap matahari. Jendela dan skylight dapat dibuka, dan setiap tempat tinggal apalagi mempunyai anjungan kecil.
Setelah seperempat abad, sejumlah besar penunggu original tetap tinggal di Rumah Kubus, dan kediaman berbentuk tidak biasa ini terus menarik minat penduduk Rotterdam yang berbudi pekerti petualang.
Isi dalam rumah kubus miring
Dilansir dari laman Divisare, bagian dalam Cube Houses dibangun dengan struktur yang kokoh, terdiri dari lantai dan pilar beton yang dipadukan dengan rangka kayu.
Meski terlihat unik dari luar, konstruksinya tetap dirancang agar kondusif dan nyaman untuk ditempati, Bunda.
Di dalamnya, rumah ini terbagi menjadi tiga lantai yang dihubungkan oleh tangga sempit. Lantai paling bawah berbentuk segitiga dan biasanya dimanfaatkan sebagai ruang tamu.
Sementara itu, lantai tengah digunakan untuk bilik tidur dan bilik mandi. Adapun lantai paling atas berfaedah sebagai ruang tambahan, yang bisa dijadikan bilik tidur kedua alias area santuy keluarga.
Menariknya, seluruh tembok dan jendela dibuat miring dengan perspektif sekitar 54,7 derajat. Desain ini membikin penunggu bisa menikmati pemandangan luar dengan lebih leluasa.
Namun, ada satu kekurangan yang perlu diperhatikan, ialah meskipun luas totalnya sekitar 100 meter persegi, corak miring tersebut membikin hanya sebagian mini ruang yang betul-betul nyaman digunakan.
Jika berencana liburan ke Belanda, Bunda mungkin dapat mengunjungi rumah kubus ini yang terletak tepat di selatan stasiun kereta api dan Metro Rotterdam Blaak. Lokasinya hanya berjarak beberapa menit melangkah kaki dari pusat kota.
Nah, itulah fakta-fakta menarik yang dapat Bunda ketahui mengenai rumah berbentuk kubus miring di Belanda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·