Jakarta -
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Sakatonik ABC menginisiasi Gerakan Makan Tanpa Drama yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Serang dan Kelompok Kerja (POKJA) Bunda PAUD Kabupaten Serang. Di mana inisiatif ini menjadi bentuk aktivitas sektor swasta yang didukung oleh pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bakal pentingnya menciptakan pengalaman makan yang positif sebagai bagian dari pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Gerakan Makan Tanpa Drama lahir dari pemahaman bahwa waktu makan bukan sekadar momen memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga kesempatan membangun hubungan yang hangat antara orang tua dan anak. Suasana makan yang nyaman dan menyenangkan diyakini dapat membantu menjaga selera makan anak sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi secara optimal dan mendukung tumbuh kembangnya.
Dipusatkan di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus, Kabupaten Serang, kegiatan ini diikuti sekitar 20.000 anak TK hingga SD berbareng orang tua, guru, serta masyarakat. Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan, mulai dari sambutan, senam berbareng hingga intermezo anak. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya berbareng membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum krusial untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk kewenangan memperoleh gizi yang baik dan pola pengasuhan yang positif di lingkungan keluarga.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kami menyambut baik Gerakan Makan Tanpa Drama lantaran tidak hanya membujuk anak-anak membangun kebiasaan makan yang sehat, tetapi juga mengingatkan pentingnya peran family dalam menciptakan suasana makan yang hangat dan menyenangkan. Sejalan dengan visi Serang Bahagia, angan kami aktivitas ini dapat menginspirasi semakin banyak family di Kabupaten Serang untuk membentuk kebiasaan baik yang bakal berakibat bagi masa depan anak-anak," ujar Ratu Rachmatuzakiyah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan membangun generasi yang sehat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerjasama yang erat antara pemerintah, bumi usaha, tenaga pendidik, media, dan masyarakat agar edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Sementara itu, Group Head of Marketing & Consumer Insights Kalbe Consumer Health, Irwan Wijaya, menjelaskan bahwa Gerakan Makan Tanpa Drama merupakan bagian dari komitmen Sakatonik ABC untuk mendampingi orang tua dalam membangun kebiasaan makan yang lebih positif bagi anak.
"Kami memandang bahwa tantangan terbesar yang dihadapi orang tua bukan semata-mata ketika anak susah makan, tetapi gimana menciptakan momen makan yang menyenangkan tanpa tekanan. Karena itu, melalui Gerakan Makan Tanpa Drama, kami mau mengambil peran lebih besar dari sekadar menghadirkan produk. Sebagai merek vitamin anak yang telah dipercaya family Indonesia selama bertahun-tahun, Sakatonik ABC berkomitmen menghadirkan edukasi sekaligus solusi yang dapat membantu orang tua mendukung kebiasaan makan yang lebih sehat dan menyenangkan," ujar Irwan.

Ia menjelaskan, salah satu penemuan yang dihadirkan adalah Sakatonik ABC Curcuma Madu, vitamin tablet hisap dengan rasa yang disukai anak dan praktis dikonsumsi untuk membantu menambah nafsu makan, sehingga dapat menjadi pendamping dalam mendukung kebiasaan makan yang lebih baik.
"Kami percaya bahwa perubahan besar selalu berasal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ketika anak menikmati momen makan dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, mereka mempunyai kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri. Melalui Gerakan Makan Tanpa Drama, kami berambisi dapat menginspirasi semakin banyak family Indonesia untuk menjadikan waktu makan sebagai momen yang positif, sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Irwan.
Melalui Gerakan Makan Tanpa Drama, Pemerintah Kabupaten Serang berbareng Sakatonik ABC berambisi momentum Hari Anak Nasional tidak berakhir sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi awal dari aktivitas berbareng untuk membangun budaya makan yang lebih positif di lingkungan keluarga. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga pendidik, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, tangguh, dan berkekuatan saing menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·