Pakar Ungkap Cara Menjadi Orang Tua yang Baik, Ternyata Bukan Soal Menjadi Sempurna

Jun 30, 2026 04:50 PM - 4 minggu yang lalu 34076

Menjalani peran sebagai orang tua tentu membikin kita mau terus melakukan segala sesuatu dengan sempurna, setuju tidak Bunda? Namun, kesempurnaan ini rupanya juga seperti tuntutan bagi anak.

Di tengah banyaknya kesibukan dan tanggung jawab, rasa capek hingga emosi bersalah pun kerap muncul. Sebagian orang tua ada yang merasa belum cukup baik ketika melakukan kesalahan dalam mendampingi anak.

Pandangan bahwa orang tua kudu selalu betul dan tidak boleh kandas tetap banyak dipercaya hingga saat ini. Maka dari itu, sebagian orang justru terus menyalahkan diri sendiri ketika keadaan tidak melangkah sesuai harapan.


Berbicara soal ini, para mahir memandang bahwa ada langkah yang berbeda untuk menjadi orang tua yang baik. Lantas, seperti apa langkah yang dapat dilakukan?

Pakar ungkap langkah menjadi orang tua baik

Dikutip dari laman The Times of India, ilmu jiwa memandang bahwa orang tua yang baik bukanlah mereka yang selalu berupaya menjadi 'sempurna'. Sebaliknya, orang tua dianjurkan untuk menjadi sosok yang "cukup baik" dan lebih mengutamakan kedekatan dengan anak.

Konsep tentang orang tua yang "cukup baik" ini berasal dari pendapat "ibu yang cukup baik" yang diperkenalkan oleh master anak dan psikoanalis asal Inggris, Donald Winnicott. Gagasan tersebut diperkenalkan pada tahun 1950-an dan tetap banyak dibahas hingga kini.

Winnicott memandang bahwa standar parenting yang terlalu tinggi kerap membikin orang tua merasa terbebani. Menurutnya, anak tidak memerlukan orang tua yang selalu sempurna untuk dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, dia meyakini bahwa kesempurnaan bukanlah sesuatu yang kudu dicapai dalam pengasuhan. Perkembangan anak yang sehat justru dapat terjadi saat orang tua datang dengan penuh kasih.

Menilik dari Pusat Psikologi Perinatal, Winnicott percaya bahwa menanggapi anak secara responsif seiring waktu memungkinkan mereka untuk lebih berdikari dengan caranya sendiri.

Pada dasarnya, penelitian ini menegaskan bahwa tugas orang tua bukanlah menghilangkan semua rasa kecewa dalam hidup anak. Anak justru kudu belajar menghadapi ketidaknyamanannya.

Mengapa kesempurnaan tidak selalu baik untuk anak?

Banyak orang tua menganggap bahwa menjadi sempurna adalah langkah terbaik untuk membantu anak tumbuh dan berkembang. Padahal, kemauan untuk selalu sempurna justru bakal terasa susah saat mendampingi anak.

Saat orang tua terus mengejar kesempurnaan, kita mungkin bakal cemas terhadap kesalahan kecil. Misalnya, tantrum anak, nilai yang menurun, alias pertengkaran yang kerap dianggap sebagai tanda kegagalan dalam mengasuh.

Penelitian menemukan bahwa sikap 'perfeksionis' berangkaian dengan meningkatnya stres, kecemasan, dan menurunnya kepuasan dalam hubungan keluarga. Studi yang dimuat dalam Journal of Family Issues menunjukkan bahwa tuntutan untuk selalu sempurna dapat berpengaruh pada hubungan orang tua dan anak.

Seperti apa sosok orang tua yang "cukup baik"?

Istilah orang tua yang "cukup baik" mungkin terdengar kurang tepat ya, Bunda. Padahal, istilah ini bukan berfaedah orang tua bersikap cuek alias menurunkan standar dalam mengasuh anak.

Konsep ini menggambarkan orang tua yang menerima bahwa kesalahan adalah tahapan dari proses pengasuhan. Meski tak selalu sempurna, mereka tetap memberikan kasih sayang, dukungan, dan datang secara emosional untuk anak.

Orang tua yang cukup baik juga tahu bahwa tugas mereka bukan menghilangkan semua masalah dalam hidup anak. Mereka tetap memberi batasan, mendengarkan, dan membiarkan anak menghadapi tantangan sesuai tahapan usianya.

Salah satu temuan dalam ilmu jiwa perkembangan menunjukkan bahwa anak tidak memerlukan orang tua yang 'sempurna' untuk tumbuh dengan baik. Nah yang lebih krusial adalah adanya hubungan yang dekat antara orang tua dan anak.

Orang tua yang mengutamakan kedekatan berupaya memahami emosi anak dan mau mendengarkan. Ikatan emosional yang kuat inilah yang dapat membikin anak merasa kondusif dan nyaman di rumah.

Itulah penjelasan tentang langkah menjadi orang tua yang baik menurut pakar. Semoga informasinya dapat membantu Bunda dalam mendampingi tumbuh kembang Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya