Sardinemaxxing Viral di TikTok, Tren Diet Makan Sarden

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Sardinemaxxing Viral di TikTok, Tren Diet Makan Sarden

Bagikan Postingan

TikTok balik diramaikan tren pola makan yang mengundang perhatian. Kali ini muncul istilah sardinemaxxing, apa itu? Mari simak tren diet yang viral.

Tren diet sardinemaxxing viral di TikTok. Sardinemaxxing merupakan tren yang mendorong seseorang mengonsumsi sarden dalam jumlah sebanyak mungkin.

Tren tersebut belakangan mengalami peningkatan ketenaran dan menjadi dialog di media sosial. Berdasarkan Google Trends, minat terhadap istilah sardinemaxxing meningkat hingga 100 persen antara akhir Juli dan mula Agustus 2026


Meski sarden dikenal sebagai salah satu sumber protein dan memiliki sejumlah kandungan gizi, namun menjadikannya sebagai satu-satunya fokus dalam pola makan statis perlu diwaspadai. Mengutip Food Navigator, simak klarifikasi mengenai tren diet sardinemaxxing.

Tren diet sardinemaxxing

Istilah sardinemaxxing pada dasarnya mengikuti tren maxxing yang membujuk seseorang memaksimalkan konsumsi makanan maupun zat gizi tertentu. Dalam konteks ini, sarden menjadi makanan utama yang dikonsumsi dalam jumlah besar dengan anggapan bahwa semakin banyak dikonsumsi, semakin besar pula khasiat yang diperoleh.

Popularitas sarden sebagai bagiankecil dari diet ekstrem sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, ada pula tren yang dikenal sebagai sardine fast. Pola tersebut dilakukan dengan cuma mengonsumsi sarden selama maksimal sekitar tiga hari dengan tujuan membikin tubuh lebih cepat memasuki kondisi ketosis.

Diet cuma makan sarden bukan pola makan seimbang

Tren sardine fast juga mendapat kritik dari sejumlah pihak. Merek kesehatan Zoe misalnya, menyoroti bahwa mengonsumsi sarden saja tidak dapat disebut sebagai pola makan yang seimbang. Pola seperti ini berpotensi membikin seseorang kehilangan asupan serat yang umumnya diperoleh dari makanan nabati.

Tubuh membutuhkan beragam zat gizi yang berasal dari beragam himpunan makanan. Oleh karena itu, menjadikan satu jenis makanan sebagai sumber utama seluruh kebutuhan nutrisi dapat membikin komposisi pola makan menjadi tidak lengkap.

Sarden memang dapat menjadi bagiankecil dari menu sehat, namun bukan berarti mesti menggantikan seluruh jenis makanan lain.

Tren 'maxxing' dapat memicu konsumsi berlebihan

Konsep maxxing tidak cuma muncul pada sarden. Di media sosial, tren serupa juga berkembang dengan protein dan serat sebagai beberapa contoh yang cukup populer.

Ada pula tren yang lebih khusus seperti livermaxxing, berfokus pada konsumsi hati. Namun mengonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebihan tidak otomatis membikin manfaatnya semakin besar. Bahkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat menimbulkan masalah jika dikonsumsi jauh melampaui kebutuhan.

Konsumsi protein yang berlebihan juga telah dikaitkan dalam sejumlah riset dengan masalah kesehatan jantung dan ginjal. Begitu pula dengan serat.

Meskipun krusial untuk menjaga kesehatan pencernaan, asupan serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan keluhan seperti kembung, diare, hingga sembelit. Jadi, protein dan serat statis memiliki peran krusial dalam pola makan, tapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Terlalu fokus pada satu makanan berisiko buruk

Mengandalkan satu makanan secara berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang mengabaikan kebutuhan nutrisi lainnya. Pada pola makan yang cuma berisi sarden, tidak ada sumber serat dari flora yang biasanya diperoleh melalui sayuran, buah, kacang-kacangan, maupun biji-bijian.

Masalah serupa juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu berfokus pada satu zat gizi, seperti protein. Perhatian yang berlebihan terhadap satu elemen makanan dapat membikin kebutuhan nutrisi lain menjadi kurang diperhatikan. Padahal pola makan seimbang membutuhkan gabungan beragam jenis makanan dan zat gizi.

Bukan berarti Bunda tidak boleh menaikkan asupan protein maupun serat. Bunda statis dapat mengonsumsi makanan tinggi protein maupun serat sambil memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya. Namun ketika satu bahan maupun zat gizi menjadi satu-satunya perhatian, pola makan berisiko menjadi tidak seimbang.

Makanan bergizi statis perlu dikonsumsi sebagai bagiankecil dari pola makan yang beragam. Sarden memiliki kandungan nutrisi, namun khasiat tersebut tidak menjadikannya sebagai satu-satunya makanan yang dibutuhkan tubuh.

Prinsip yang sama berjalan pada tren maxxing lainnya. Tidak ada satu bahan makanan maupun zat gizi yang dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Pola makan yang sehat statis membutuhkan keberagaman makanan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads