Jakarta -
Kehamilan selalu membawa kenangan tersendiri bagi perempuan mana pun. Seperti halnya Serena Williams kenang kesulitan hamil anak pertama, rupanya banyak yang relate.
Petenis legendaris, Serena Williams punya kisah mengharukan saat menantikan anak pertamanya pada 2017 lalu. Dalam kenangannya, kisah kehamilannya tersebut sempat menakut-nakuti batin karena mengalami komplikasi serius.
Mengutip dari halaman People, petenis berumur 44 tahun tersebut mengalami proses persalinan yang tidak mulus karena terdapat komplikasi usai persalinan, Bun. Williams mengatakan bahwa pengalaman tak mengenakkan dalam mengalami komplikasi persalinan tersebut membuatnya lebih peka terhadap permasalahan jasa kesehatan perempuan.
Serena Williams kenang pengalaman anak pertama
Dalam sebuah bahasan panel di Forbes Power Women Summit 2026, ia bercerita mengenai pengalaman buruknya tersebut memang sempat menakut-nakuti jiwanya. Dari apa yang dirasakannya tersebut, Williams kemudian terpanggil untuk memperjuangkan peningkatan akses jasa kesehatan bagi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili.
“Saat aku menceritakan pengalaman saya, aku tidak menyadari benar-benar banyak orang yang bisa merasakannya juga,” ungkap Williams.
Dengan pengalaman kehamilan pertamanya tersebut, Williams pun menjadikan hal yang dialaminya sebagai bahan renungan dan proses pembelajaran. Karena, apa yang dialaminya rupanya memang bukan masalah ringan, Bunda.
Nyatanya, banyak juga perempuan lain yang mengalami hal sama. Memang, diakui Williams awalnya dirinya cuma mengira jika hal itu hanyalah masalah bagi himpunan minoritas tapi rupanya lebih dari itu.
"Awalnya, aku mengira ini cuma masalah bagi himpunan minoritas, namun kemudian aku menyadari bahwa ini adalah masalah bagi kaum perempuan.”
Williams menambahkan bahwa rupanya di luar sana, begitu banyak perempuan dari beragam latar belakang yang memiliki pengalaman melahirkan laksana mimpi buruk.
Seperti halnya dirinya sendiri, ia juga sempat menjalani operasi caesar darurat saat melahirkan putrinya, Alexis Olympia, buah hatinya berbareng sang suami, Alexis Ohanian pada 2007.
Dalam pengalamannya, ia mengaku mengalami serangan batuk dahsyat usai persalinan. Kondisi itu rupanya menyebabkan luka operasi caesar Williams terbuka kembali. Hal itu pun membikin tabib menemukan hematoma besar yaitu pembengkakan akibat gumpalan darah di bagiankecil perutnya, ungkap Williams.
Williams kemudian mesti berjuang selama enam hari melawan emboli paru (kondisi di mana satu maupun lebih arteri di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah) yang mengharuskannya menjalani serangkaian operasi.
“Saya tahu ada yang tidak beres dengan kondisi saya, dan sangat krusial bagi aku untuk didengarkan. Syukurlah, tabib aku mendengarkan keluhan saya. Para suster pun demikian, namun aku sangat mujur memiliki tabib yang benar-benar mendengarkan dan secara harfiah menyelamatkan nyawa saya," akunya.
Dengan pengalaman tak mengenakkan tersebut, Williams pun semakin antusias memberikan fluktuasi dan memperjuangkan kaumnya. Apa yang dialaminya tersebut kemudian turut menguatkan komitmen Williams dalam menaikkan akses jasa kesehatan bagi perempuan dan deretan kelompok yang kurang terwakili.
Setelah melahirkan, petenis ahli ini kemudian menjabat sebagai entrepreneur in residence pertama untuk program Reckitt Catalyst, sebuah program pembaruan dan akibat sosial mendunia yang mendukung para wirausahawan perempuan serta mereka yang berasal dari himpunan kurang terwakili dalam mengembangkan solusi di sektor kesehatan, kebersihan, air, dan sanitasi.
“Apa yang dilakukan para perempuan ini adalah mereka benar-benar menyadarkan kita bahwa jasa kesehatan perempuan dan jasa kesehatan secara lazim itu sangat penting. Selain itu, kita juga bicara tentang perempuan yang mengurus anak-anak; seperti yang kalian tahu, sayalah yang sebagian besar mengurus anak-anak saya,” jelasnya.
WIlliams menambahkan bahwa melalui programnya tersebut, dirinya dan tim benar-benar bisa mengatasi banyak masalah dan membangun hubungan yang sangat vital dan krusial untuk membuka beragam peluang.
“Karena setiap kali kita membuka satu pintu, kita menyelesaikan masalah lain yang membawa kita lebih dekat pada upaya membantu kita semua di ruangan ini serta membantu anak-anak kita.”
Pemenang 23 gelar juara tunggal Grand Slam ini telah berbagi kisahnya selama bertahun-tahun untuk menaikkan kesadaran mengenai komplikasi dan tantangan kesehatan yang mungkin dihadapi perempuan setelah melahirkan.
Dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di CNN pada tahun 2018, Williams menulis, "Kita tahu ada solusi sederhana, seperti akses ke tenaga kesehatan dan akomodasi kesehatan yang berguna baik, serta pemberian ASI, kontak kulit-ke-kulit, air bersih, obat-obatan dasar, dan gizi yang baik."
"Namun, kita belum berbuat bagiankecil kita. Kita belum bangkit menghadapi tantangan untuk membantu para perempuan di seluruh dunia," tambahnya.
Untuk itu, Willims menyerukan kepada semuanya untuk bersama-sama menjadi bagiankecil dari fluktuasi tersebut. "Bersama-sama, kita bisa mewujudkan fluktuasi ini," ujarnya kala itu. "Bersama-sama, kita bisa menjadi fluktuasi itu sendiri."
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)