Skincare 10 step mulai bergeser ke skincare minimalis dengan prinsip less is more. Ini langkah menyederhanakan rutinitas tanpa mengorbankan kesehatan kulit.
Mommies, tetap ingat masa ketika rutinitas skincare terasa seperti pekerjaan rumah? Mulai dari cleansing oil, facial wash, toner, essence, serum, ampoule, eye cream, moisturizer, face oil, sampai sleeping mask. Belum lagi jika ada exfoliating toner dan retinol yang kudu diselipkan di hari-hari tertentu.
Tidak heran jika sekarang muncul pendekatan yang terasa jauh lebih sederhana: less is more.
Bukan berfaedah skincare 10 step otomatis jelek alias semua produk kudu dibuang. Prinsipnya lebih kepada memilih produk yang memang dibutuhkan kulit, bukan sekadar menambah langkah lantaran sedang viral alias merasa “kok skincare saya belum lengkap?”
Bahkan, American Academy of Dermatology (AAD) menyebut pendekatan sederhana yang mencakup membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit dari sinar matahari sudah bisa menjadi dasar perawatan kulit. Terlalu banyak produk juga berpotensi membikin kulit iritasi.
BACA JUGA: Terlalu Banyak Skincare Bisa Bikin Kulit Bermasalah? Ini 6 Tandanya
Kenapa semakin banyak orang memilih skincare yang lebih simpel?

Foto: Anete Lusina/Pexels
Salah satu alasannya mungkin lantaran kita mulai sadar bahwa kulit tidak selalu memerlukan sebanyak itu.
Bayangkan kulit sedang sensitif atau skin barrier sedang bermasalah, lampau kita menumpuk beberapa bahan aktif sekaligus. Bukannya semakin glowing, yang muncul justru rasa perih, kemerahan, kering, alias breakout.
AAD juga menyarankan untuk memperkenalkan produk anti-aging satu per satu lantaran penggunaan beberapa produk sekaligus dapat meningkatkan akibat iritasi.
Jadi, less is more bukan berfaedah malas merawat kulit. Justru sebaliknya, Mommies belajar lebih selektif dan memahami kebutuhan kulit sendiri.
Lalu, seperti apa rutinitas skincare yang minimalis?
Tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang. Namun, sebagai titik awal, Mommies bisa kembali ke tiga perihal mendasar.
1. Bersihkan kulit dengan lembut
Gunakan cleanser yang sesuai dengan kondisi kulit dan tidak membikin wajah terasa tertarik alias kering setelah dicuci.
AAD merekomendasikan gentle, non-abrasive cleanser dan menyarankan untuk tidak menggosok wajah terlalu keras. Membersihkan wajah dua kali sehari dan setelah berkeringat juga umumnya cukup.
Kalau setelah mencuci wajah kulit terasa “kesat banget”, belum tentu itu tanda kulit betul-betul bersih, ya.
2. Jangan lupakan moisturizer
Moisturizer bukan hanya untuk pemilik kulit kering. Kulit berminyak pun tetap memerlukan hidrasi.
Untuk rutinitas yang simpel, pilih moisturizer yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit. AAD juga menyarankan untuk mengaplikasikan moisturizer ketika kulit tetap sedikit lembap agar dapat membantu mempertahankan kelembapan.

Foto: Greta Hoffman/Pexels
3. Sunscreen tetap wajib
Kalau ada satu langkah yang sebaiknya jangan dihilangkan, sunscreen adalah salah satunya.
AAD merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 alias lebih, broad-spectrum, dan water-resistant. Sunscreen membantu melindungi kulit dari sunburn, penuaan dini, dan kanker kulit.
Jadi, meski rutinitas skincare Mommies sekarang hanya tiga alias empat langkah, sunscreen tetap masuk daftar prioritas.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Skincare Multifungsi, Cocok Buat yang Berprinsip Less is More
Bagaimana dengan serum, retinol, exfoliating toner, dan produk aktif lainnya?
Bukan berfaedah semuanya kudu pensiun.
Kalau Mommies punya concern tertentu, misalnya jerawat, hiperpigmentasi, alias tanda penuaan, produk dengan bahan aktif bisa saja membantu. Namun, prinsipnya tambahkan berasas kebutuhan, bukan lantaran merasa kudu punya semuanya.
AAD menyarankan untuk konsentrasi pada satu concern dan memperkenalkan produk secara bertahap. Terlalu banyak produk aktif dalam waktu berdekatan justru dapat meningkatkan akibat iritasi.
Dan satu perihal penting: jika sebuah produk terasa perih alias terbakar, jangan otomatis menganggap “berarti produknya sedang bekerja”. Rasa menyengat alias terbakar bisa menjadi tanda iritasi.
Untuk produk baru, Mommies juga bisa melakukan patch test terlebih dahulu, terutama jika kulit sensitif.

Foto: amelie chen/Pexels
Less is more juga bisa membikin kita lebih tenang
Ada sisi lain dari tren skincare yang sering luput dibicarakan: tekanan untuk terus memperbaiki penampilan.
Scroll media sosial, kita bisa memandang wajah dengan pori-pori nyaris tidak terlihat, kulit glowing sepanjang waktu, alias rutinitas skincare yang panjang dan terlihat sangat sempurna. Lama-lama, muncul emosi bahwa kulit kita juga kudu seperti itu.
Padahal, standar kecantikan di media sosial tidak selalu merepresentasikan kondisi nyata. American Psychological Association (APA) mencatat bahwa social comparison mengenai penampilan di media sosial berasosiasi dengan body image yang lebih jelek dan sejumlah akibat psikologis, terutama pada remaja.
Jadi, menyederhanakan skincare juga bisa menjadi kesempatan untuk bertanya: “Kulit saya sebenarnya butuh apa?”, bukan “Produk apa yang sedang dipakai semua orang?”
BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Jadi, kudu kembali ke skincare 3 step?
Tidak harus, Mommies.
Kalau 10 langkah skincare membikin kulit nyaman dan semuanya memang punya fungsi, silakan. Tetapi jika rutinitas panjang justru membikin bingung, boros, alias kulit semakin rewel, tidak ada salahnya kembali ke basic.
Mulai dari cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Setelah itu, jika ada concern tertentu, tambahkan satu produk yang memang relevan dan lihat gimana respons kulit.
Sederhananya, skincare minimalis adalah rutinitas yang berfokus pada produk yang memang dibutuhkan kulit, bukan sebanyak mungkin produk.
Kulit sehat tidak selalu tentang melakukan lebih banyak. Kadang, justru tentang tahu kapan kudu berakhir menambahkan.