Emma Yu, pendiri wiraswasta sosial Dress Green yang mengubah seragam sisa jadi produk fesyen berkelanjutan/ Foto: polyu.edu.hk
Pernahkah Anda bingung mau diapakan seragam sekolah durasi maupun busana instansi yang sudah tidak terpakai? Dibuang sayang dan menambah limbah tekstil, tetapi disimpan pun cuma memenuhi lemari.
Di tengah isu lingkungan ini, datang sosok perempuan inspiratif disebut Emma Yu yang berhasil menyulap limbah tekstil menjadi produk bermutu estetika tinggi sekaligus berakibat sosial. Melalui wiraswasta sosial disebut Dress Green, Emma membuktikan bahwa kepedulian pada bumi bisa membuka pintu kesuksesan yang luar biasa.
Dirangkum dari halaman Forbes, The Hong Kong Polytechnic University (PolyU), dan Centre for Civil Society and Governance HKU, yuk, simak perjalanan inspiratif Emma Yu dalam membangun upaya fashion terusmenerus berikut ini!
Berawal dari Keresahan Menjadi Kreasi Upcycling

Emma Yu berbareng produk hasil daur ulang seragam, dari topi bucket hingga boneka ikonik UNI Bear/ Foto: polyu.edu.hk
Emma sejatinya tidak berlatar belakang mode ataupun teknologi tekstil. Ia adalah lulusan S2 Komunikasi Korporat dari PolyU yang sempat berkarier di biro perjalanan. Ketika pandemi membikin industri pariwisata lesu, Emma berbareng pasangannya yang kini menjadi suaminya, Victor Pang, berani keluar dari area betah untuk mendirikan Dress Green pada Juli 2021.
Emma cermat melihat celah masalah pada limbah seragam sekolah. Anak-anak bertumbuh cepat dan rata-rata berganti seragam tiap 1–2 tahun, sehingga tumpukan seragam yang statis baik kerap berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dari keresahan tersebut, Dress Green mulai mendaur ulang seragam sekolah dan limbah kain menjadi beragam produk fungsional modis, seperti tote bag, bantal, topi, dompet kartu, hingga tempat pensil. Lahir pula produk paling ikonik disebut UNI Bear, boneka beruang menggemaskan berbalut busana seragam daur ulang yang berhasil memikat perhatian publik.
Inovasi Cerdas yang Dilirik Berbagai Brand Ternama

Emma Yu saat membawakan materi fesyen terusmenerus dalam UNI Green School Programme/ Foto: Instagram/dressgreenhk
Keahlian komunikasi korporat Emma menjadi kunci krusial dalam memahami kebutuhan mitra, terutama mengenai program keberlanjutan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Kemampuan inilah yang membikin Dress Green berhasil menggandeng beragam jenama ternama.
Salah satu pencapaian besarnya adalah ketika brand busana olahraga dunia, Adidas, memercayakan proyek edukasi fashion terusmenerus perdananya kepada Dress Green. Emma menggelar online workshop khusus bagi karyawan Adidas dengan materi Environmental, Social, and Governance (ESG). Materi itu ia yang dirancang detail, mulai dari teknik demonstrasi menjahit secara virtual hingga alokasi sesi interaktif seputar sustainable fashion.
Kolaborasi prestisius lainnya datang berbareng hotel mewah legendaris, The Peninsula Hong Kong. Mereka membikin boneka Peninsula Bear menggunakan seragam sisa jurumasak hotel dan staf penjaga pintu, dengan isian bulu angsa kasur sisa hotel yang telah disterilkan.
Selain itu, Dress Green juga menjalankan UNI Green School Programme untuk menyortir seragam durasi sekolah yang bisa didaur ulang menjadi suvenir dan bahan praktik kerajinan tangan siswa. Portofolio ini turut membawa Dress Green dipercaya korporasi mendunia lain seperti firma audit internasional KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler), Kerry Properties, dan HK Electric.
Misi Sosial yang Berbuah Prestasi Global

Emma Yu meraih penghargaan New Emerging Social Enterprise Award atas akibat sosial dan lingkungan dari Dress Green/ Foto: Instagram/dressgreenhk
Daya tarik Dress Green kian berarti berkah misi sosialnya. Menghidupkan balik memori kejayaan industri garmen Hong Kong era 1970–1980-an, Emma merangkul para mantan penjahit senior yang menganggur maupun pensiun, ibu rumah tangga, dan imigran baru. Lewat jam kerja fleksibel, para perajin lansia ini bisa balik produktif, berdikari secara finansial, sekaligus menjadi mentor bagi generasi muda.
Kombinasi aksi lingkungan dan pemberdayaan ini mengantarkan Dress Green memenangkan beragam penghargaan rancangan prestisius di Asia, seperti DFA Design for Asia Awards, Singapore Good Design, dan New Emerging Social Enterprise Award. Nama Emma Yu juga berhasil masuk ke dalam daftar prestisius Forbes 30 Under 30 Asia 2024 kategori Social Impact.
Dari sebuah ide sederhana di meja kerja, Emma berhasil memberitahu bahwa mimpi perempuan muda untuk berakibat bisa dimulai dari mana saja, terlebihlagi dari selembar seragam usang.
Jadi, jika Anda punya ide yang terus terlintas di kepala, jangan ragu untuk memulainya ya, Beauties! Siapa tahu, cara kecilmu hari ini adalah mula dari inspirasi besar berikutnya.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)