Kondisi lip tie pada bayi katanya menjadi hambatan mereka dalam menyusui. Namun, studi temukan kondisi lip tie pada newborn tidak usik proses menyusui, Bunda.
Kesulitan menyusui pada bayi memang bisa disebabkan beragam perihal ya, Bunda. Selain urusan perlekatan, salah satunya yang kerap dikaitkan dengan kesulitan menyusui ialah masalah lip tie.
Ya, jika Bunda juga merasakan perihal tersebut pada bayi Bunda, bersabarlah lantaran Bunda tidak sendirian. Sebab, makin banyak orang tua yang menyadari bahwa lip tie dianggap menyebabkan masalah menyusui pada bayinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, menurut banyak ahli, sebenarnya kekhawatiran tersebut justru dianggap berlebihan, Bunda. Seperti dikatakan salah seorang Konsultan Laktasi, Kate Shand bahwa sebagian besar ibu yang dia lihat bertanya gimana lip tie mereka terlihat.
Fakta sebenarnya yang ada ialah, jika bayi baru lahir sekalipun memang mempunyai masalah lip tie, tidak ada bukti bahwa kondisi itu bakal menyebabkan masalah bagi bayi alias mengganggu keahlian mereka untuk menyusui dengan sukses.
Mengenal apa itu lip tie?
Lip tie sendiri diartikan sebagai frenulum labial ekstra pendek alias kencang. Dan ini merupakan bagian dari jaringan ikat berbentuk segitiga yang menempelkan bibir atas bayi ke gusinya.
Pada dasarnya, semua bayi sebenarnya mempunyai beberapa jaringan di sana, dan dalam kondisi normal dan terlalu kencang tidak didefinisikan dengan baik secara medis. Bahkan, lip tie menyusut saat bayi tumbuh, dan bakal mengoreksi dirinya sendiri pada saat gigi taring anak masuk.
Beberapa orang mengatakan bahwa lip tie dapat menyebabkan masalah menyusui lantaran dapat mencegah bayi memposisikan bibir atas mereka untuk mendapatkan perlekatan yang baik. Tetapi, para mahir medis mengatakan ini sebenarnya tidaklah terjadi, seperti dikutip dari laman Baby Center.
Jenny Thomas, M.D, seorang master anak dan ahli kedokteran menyusui, tidak berpikir bahwa lip tie dapat memengaruhi masalah menyusui. "Bahkan anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, dapat menyusui jika kita dapat membikin segel pada payudara," kata Dr Thomas.
Penting diketahui bahwa ada enam frenula lainnya di mulut bayi. Dan, potongan-potongan jaringan lunak tersebut memberikan stabilitas pada bibir atas, bibir bawah, dan lidah bayi. Frenulum bukalis menempelkan pipi bayi ke gusinya dan frenulum lain ada di bawah lidah bayi.
Ketika frenulum di bawah lidah terlalu kencang (mengikat lidah bayi ke dasar mulutnya), kondisi itu disebut ankyloglossia. Ada beberapa bukti bahwa lip tie memang dapat mempersulit bayi untuk menempel pada tetek dan menyusui sehingga menyusui bakal menyakitkan bagi mereka. Tetapi pada studi lainnya tidak ditemukan hubungan antara ankyloglossia dan masalah menyusui.
Penyebab lip tie pada bayi
Lip tie alias frenulum labial terbentuk saat bayi tetap berkembang di dalam rahim. Biasanya, frenula menjadi lebih tipis dan surut sebelum bayi lahir, memisahkan bibir mereka dari gusi mereka. Tidak ada yang tahu kenapa beberapa bayi tetap mempunyai lip tie saat lahir.
Gen sendiri kemungkinan bertanggung jawab sebagian atas kasus lip tie pada bayi, yang sering terjadi dalam keluarga. Ada beberapa dugaan bahwa lip tie sering terjadi berbarengan pada bayi yang sama, tetapi tidak ada informasi yang baik untuk mendukung klaim tersebut.
Perlukah lip tie pada bayi diperbaiki?
Terkait perihal tersebut, para mahir sepakat mengatakan tidak. Mereka berbicara bahwa operasi untuk mengoreksi lip tie (disebut frenotomi) tidak diperlukan. Menurut The American Academy of Pediatrics, lip tie adalah struktur mulut normal yang tidak mempunyai intervensi untuk meningkatkan menyusui.
Shand, juga menyetujui perihal tersebut. Jadi, waspadalah terhadap siapa saja yang memberi tahu bahwa ini merupakan perbaikan mudah untuk masalah menyusui. Sebab, tidak ada bukti pasti bahwa lip tie mencegah keberhasilan menyusui.
Ada sangat sedikit penelitian yang memandang pemotongan hanya frenulum labial. Sebagian besar termasuk memotong lip tie dan lidah bersama-sama, yang membuatnya sangat susah untuk memahami prosedur mana yang membantu.
Selain itu, kata Dr. Thomas, "Kami tahu bahwa penampilan frenulum labial berubah seiring waktu, jadi melakukan prosedur untuk mencegah komplikasi baik dengan menyusui, berbicara, alias apa pun tidak diperlukan."
Jika Bunda mempertimbangkan frenotomi, pastikan untuk mendiskusikan risikonya dengan master terlebih dahulu, Bun. Satu perihal yang perlu dipertimbangkan ialah, beberapa bayi mempunyai sesuatu yang disebut keengganan oral setelah prosedur oral yang menyakitkan. Karena mulut alias lidah mereka sakit, mereka mungkin mengalami kesulitan menyusui.
Bicarakan juga dengan konsultan laktasi mengenai masalah menyusui yang dihadapi. Carilah konsultan laktasi yang dapat mengevaluasi perlekatan bayi dan memberikan solusi atas masalah tersebut.
Apakah kondisi lip tie persulit bayi saat menyusui?
Mengutip dari laman Eurekalert, sebuah studi yang diterbitkan di Jama Network Open dan diikuti 264 pasangan ibu bayi di Oulu University Hospital antara 2023 dan 2024, para peneliti menilai anatomi dan mobilitas frenulum bibir atas pada bayi sehat yang lahir cukup bulan dan membandingkan temuan tersebut dengan pengalaman menyusui yang dilaporkan para ibu.
Secara keseluruhan, 86 persen ibu melaporkan mengalami kesulitan menyusui selama beberapa hari pertama menyusui. Namun, berasas informasi yang dikumpulkan dalam kuesioner tindak lanjut enam bulan, para peneliti tidak menemukan hubungan antara karakter anatomi frenulum bibir atas dan masalah menyusui. Ketebalan frenulum, tempat perlekatannya, alias fitur struktural lainnya tidak meningkatkan akibat kesulitan menyusui.
Sebaliknya, pengalaman menyusui sebelumnya tampaknya berakibat baik untuk menyusui bagi ibu. Dan, masalah menyusui dilaporkan lebih jarang di antara ibu yang mempunyai pengalaman menyusui anak sebelumnya.
Menurut para peneliti, frenulum bibir atas yang mengganggu proses menyusui merupakan temuan yang jarang terjadi. Meskipun demikian, jumlah prosedur pelepasan frenulum bibir telah meningkat di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir, meskipun bukti yang mendukung manfaatnya terbatas.
“Kesulitan menyusui pada bayi baru lahir kudu selalu dinilai secara komprehensif,” kata master anak dan neonatolog Outi Aikio.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa berasas temuannya, mereka tak menemukan bukti yang mendukung operasi frenulum bibir atas pada bayi sehat yang lahir cukup bulan. Sebaliknya, dia mau menekankan pentingnya support menyusui yang berkualitas, terutama pada minggu-minggu awal setelah kelahiran, ketika tantangan menyusui sering terjadi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·