Jakarta -
Selama menjalani kehidupan, Bunda mungkin pernah berjumpa dengan sosok yang suka mengoreksi kesalahan penulisan namalain typo atau bertindak layaknya “polisi tata bahasa”.
Mereka sering kali menunjukkan pengetahuan bahasa dengan langkah menyoroti kesalahan, apalagi yang sepele, tanpa mempertimbangkan situasi alias penerimaan orang lain.
Dari perspektif pandang ilmiah, orang dengan kebiasaan ini umumnya mempunyai kesamaan dalam sifat kepribadian, yang sayangnya tidak selalu membikin mereka nyaman untuk diajak berinteraksi.
Kepribadian orang yang suka koreksi typo
Dilansir dari laman Your Tango, sebuah studi 2016 dari Michigan University menemukan bahwa orang-orang yang bertindak sebagai polisi tata bahasa condong mempunyai tingkat keramahan yang lebih rendah dalam lima besar sifat kepribadian.
Lima sifat tersebut dikenal dengan akronim OCEAN, ialah Openness (keterbukaan, Conscientiousness (hati-hati), Extraversion (ekstroversi), Agreeableness (keramahan), and Neuroticism (neurotisme).
Dalam konteks ini, orang yang mahir tata bahasa, tetapi kurang ramah biasanya susah menahan diri untuk mengoreksi kesalahan orang lain. Sementara itu, banyak orang tidak merasa perlu melakukannya lantaran tidak menganggapnya sebagai tanggung jawab.
Sebagai contoh, orang ekstrovert lebih sering mengabaikan typo alias kesalahan tata bahasa. Sebaliknya, introvert condong menilai kesalahan tersebut secara kritis, tetapi tidak selalu terdorong untuk memperbaikinya.
Orang dengan tingkat keramahan rendah juga lebih mudah kesal, sehingga paling sering mengambil peran sebagai “polisi tata bahasa” lantaran terganggu oleh kesalahan kecil.
Hasil penelitian kepribadian orang yang suka koreksi typo dan tata bahasa
Peneliti sengaja menyisipkan kesalahan penulisan dalam e-mail untuk mengawasi respons para partisipan.
Dalam studi tersebut, sebanyak 83 orang diminta menilai balasan e-mail terhadap iklan pencarian kawan sekamar. Beberapa pesan telah dimodifikasi dengan typo, seperti “mkae” (make) alias “abuot” (about), serta kesalahan tata bahasa seperti penggunaan “to/too”, “it’s/its”, dan “your/you’re”.
Setelah membaca e-mail tersebut, partisipan ditanya apakah mereka menyadari adanya kesalahan.
Jika menjawab “Ya”, mereka diminta menjelaskan tanggapan mereka secara lebih rinci. Pendekatan ini membantu peneliti memahami gimana tiap orang memproses dan menilai kekeliruan bahasa dalam komunikasi sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan dengan tingkat keramahan rendah condong lebih terganggu oleh kesalahan tersebut.
Sebaliknya, orang dengan tingkat keramahan lebih tinggi justru lebih mudah mengabaikan typo dan kekeliruan tata bahasa. Temuan ini menegaskan bahwa kepribadian berkedudukan dalam langkah seseorang merespons kesalahan mini dalam komunikasi tertulis.
Orang yang suka koreksi typo susah bergaul
Sifat mudah berbaur sering digambarkan sebagai sifat percaya, murah hati, simpatik, kooperatif, dan tidak agresif.
Menurut Psychology Today, orang yang mempunyai tingkat sifat mudah berbaur yang tinggi lebih percaya, penyayang, dan altruistik, mereka umumnya menunjukkan lebih banyak perilaku prososial daripada orang lain.
Orang dengan sifat prososial tinggi condong empatik, peduli terhadap kesejahteraan orang lain, dan sigap membantu saat ada yang membutuhkan, Bunda.
Sementara itu, orang dengan tingkat keramahan yang rendah menunjukkan lebih banyak sifat yang berlawanan. Mereka kurang berempati, yang dapat membuatnya condong lebih sering mengoreksi kesalahan orang lain.
“Sifat mudah berbaur adalah satu-satunya karakter kepribadian yang mempunyai pengaruh utama pada Skala Teman Serumah. Peserta yang teruji lebih mudah berbaur condong menilai paragraf secara keseluruhan dibandingkan peserta yang teruji kurang mudah bergaul,” tulis studi tersebut.
Nah, itulah penjelasan mengenai studi yang mengungkap kepribadian orang yang suka koreksi typo. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·