Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 515x dilihat
Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Bagikan Postingan

Jakarta -

Sejuta faedah menyusui memang menjadi penyemangat para busui untuk terus mengASIhi. Diketahui, tak hanya bergizi, ASI rupanya bantu musuh resistensi antibiotik.

Penggunaan antibiotik memang bisa mendatangkan faedah bagi kesehatan seseorang. Namun, penggunaannya yang berlebihan justru bisa membahayakan, salah satunya memunculkan resistensi antibiotik.

Seorang master anak, Dr Harvey Karp menjelaskan bahwa bahwa ketika antibiotik digunakan saat tidak dibutuhkan alias ketika dikonsumsi secara tidak benar, antibiotik justru dapat membahayakan kesehatan orang lain dengan memunculkan kuman resisten antibiotik.


Seperti diketahui bahwa ketika mengonsumsi antibiotik terlalu sering alias untuk argumen yang salah, juga dapat mengubah kuman sedemikian rupa sehingga antibiotik berakhir bekerja melawannya. Hal inilah yang disebut resistensi antibiotik alias resistensi bakteri. CDC sendiri menyebut sebagai salah satu ancaman paling mendesak bagi kesehatan masyarakat, seperti dikutip dari laman Happiest Baby.

“Ketika kita menggunakan antibiotik, kita membunuh 99 persen kuman yang sensitif. Tetapi ketika beberapa kuman sedikit lebih kuat dan lebih bisa memperkuat hidup dengan dosis antibiotik, mereka tumbuh dengan sangat cepat. Ketika mereka terkena antibiotik lagi, 10 persen kuman terkuatlah yang memperkuat hidup," jelas Dr Karp.

Permasalahannya, ketika perihal tersebut dilakukan berulang kali, kuman bakal bermutasi dan menjadi semakin kuat. Bakteri super ini tidak hanya menjadi lebih resisten terhadap antibiotik, tetapi juga dapat menularkan sifat resistennya, lampau menyebar.

Artinya, setiap kali anak diberikan antibiotik secara tidak perlu alias tidak tepat, ada peningkatan kemungkinan berkembangnya kuman resisten antibiotik. Jadi, bukan berfaedah anak nantinya menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu, melainkan kuman tersebut yang menjadi resisten terhadap antibiotik.

ASI bantu musuh resistensi antibiotik

Berbicara mengenai resistensi antibiotik, berita baiknya adalah ASI diketahui dapat membantu melawan resistensi antibiotik, Bun. Perlu Bunda ketahui bahwa nutrisi dalam ASI mempunyai banyak faedah bagi bayi, salah satunya memberikan perlindungan dari beragam penyakit. Bahkan, dalam temuan terbaru ditemukan bahwa ASI juga dapat memberikan pengaruh perlindungan tambahan bagi bayi ialah mengurangi resistensi antibiotik dalam sistem pencernaan mereka. 

Dalam sebuah studi yang dipimpin Spain National Research Council (CSIC) menemukan bawah komponen tertentu dari ASI mengenai dengan gen resistensi antibiotik yang lebih sedikit pada mikrobiota usus bayi.

Itulah konklusi dari sebuah studi dari CSIC yang telah meneliti gimana komponen tertentu dari susu manusia dapat memengaruhi kuman yang mengolah usus selama bulan-bulan pertama kehidupan, seperti dikutip dari laman Euronews.

Studi yang dipublikasikan di Cell Reports Medinice ini menemukan bahwa menyusui eksklusif berasosiasi dengan lebihnya kelimpahan dan keragaman gen resistensi antimikroba yang lebih rendah di usus bayi. 

"Menyusui tampaknya jadi strategi efektif dalam mengurangi gen resistensi antimikroba yang ada di organisasi kuman usus selama tahap krisis dalam perkembangan mikrobiota,"jelas M. Carmen Collado, seorang peneliti di CSIC di Institute of Agrochemistry and Food Technology (IATA).

Bagaimana ASI dapat memengaruhi resistensi antibiotik?

Terkait gimana kerja ASI bisa memengaruhi resitensi antibiotik, salah satu kuncinya terletak pada oligosakarida susu manusia alias human milk oligosaccharides (HMO), molekul yang secara alami terdapat dalam ASI yang tidak langsung dicerna bayi, tetapi berfaedah sebagai makanan bagi kuman usus yang berfaedah dan membantu menjaga mikrobiota yang seimbang.

Dalam penelitiannya, para tim peneliti menemukan bahwa beberapa komponen ini mengenai dengan rendahnya keberadaan gen tertentu yang memberikan resistensi terhadap antibiotik.

"HMO bertindak sebagai modulator ekologis mikrobiota usus di mana mereka mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang bisa menggunakannya dan dapat membatasi penyebaran kuman yang membawa gen resistensi tertentu", kata Collado.

Untuk mendukung konklusi yang ditemukan tersebut, para peneliti telah menganalisis sampel feses dari 57 bayi berumur satu bulan di Valencia, berbareng dengan sampel susu dari ibu mereka. Hasilnya kemudian divalidasi dengan informasi dari 199 bayi menyusui lainnya di Belanda.

Cara pemberian makan pada bayi turut berperan

Studi tersebut mencatat bahwa langkah pengiriman dan pemberian makan merupakan aspek penentu dalam komposisi resistom usus, ialah kumpulan gen resistensi antimikroba yang terdapat pada kuman usus.

Para peneliti menemukan perbedaan dalam keragaman gen ini antara bayi yang lahir melalui operasi caesar dan bayi yang lahir melalui persalinan normal. Sementara itu, menyusui eksklusif dikaitkan dengan kelimpahan dan keragaman gen resistensi yang lebih rendah.

"Bulan-bulan pertama kehidupan merupakan jendela krusial di mana mikrobiota usus sedang berkembang dan di mana beragam aspek lingkungan, seperti langkah pengiriman alias pemberian makan, dapat meninggalkan jejak yang memperkuat lama," jelas Anna Samarra, seorang peneliti di IATA-CSIC dan sekarang peneliti postdoktoral di University of California, San Diego.

Terlepas dari apa pun itu, temuan ini tentunya menjadi angin segar ya, Bun. Terlebih, kegiatan menyusui dan aliran ASI yang diserap bayi rupanya mendatangkan faedah baru ialah melawan resistensi antibiotik. Semoga, dengan bertambahnya  faedah ASI yang diketahui busui, agenda untuk tetap mengASIhi pun semakin meningkat guna memberikan perlindungan maksimal pada Si Kecil ya, Bun. 

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads