Jakarta -
Basa-basi sering kali disampaikan seseorang yang mau mempertahankan hubungan. Namun, tidak semua orang menyukai diskusi tersebut.
Percakapan yang menyenangkan tidak selalu mesti terjadi lama. Ada kalanya Bunda perlu mengakhirinya karena mesti balik bekerja, mengurus Si Kecil, maupun melanjutkan aktivitas lainnya.
Agar tidak terkesan tiba-tiba maupun mengabaikan lawan bicara, Bunda bisa menggunakan beberapa kalimat sopan untuk mengakhiri percakapan.
12 Kalimat yang bisa dipakai untuk mengakhiri percakapan dengan sopan
Melansir dari Your Tango, ungkapan sederhana berikut ini dapat membantu Bunda mengakhiri diskusi dengan statis menghargai lawan bicara.
1. “Aku tahu Anda sibuk, aku tidak akan mengekang Anda lebih lama”
Ungkapan ini mengalihkan fokus dari orang yang mengucapkannya sekaligus memberitahu bahwa mereka menghargai waktu orang lain.
“Aku tahu Anda sibuk, aku tidak akan mengekang Anda lebih lama,” adalah metode yang tegas, tetapi statis ramah untuk melepaskan diri dari hubungan sosial, terutama di tempat kerja.
Waktu adalah sumber daya yang terbatas, tetapi berharga, dan kebanyakan orang merasa tidak memiliki cukup waktu.
2. “Mari kita lanjutkan lain waktu, ini benar-benar menyenangkan”
Mengucapkan kalimat ini memberitahu bahwa Bunda statis tertarik untuk berbicara, cuma saja bukan pada saat itu juga. Ini menjanjikan dan tulus, yang merupakan penawar emosi terisolasi dan kesepian.
Dengan begitu, mereka juga sedang menjembatani kesenjangan dan memberitahu kepedulian. Menggunakan kalimat ini adalah aksi kebaikan dan metode untuk statis terhubung.
3. “Saya mesti pergi sekarang, tapi aku sangat bahagia kita bisa ngobrol”
Ungkapan ini merupakan contoh menetapkan limitasi yang jelas dan menghargai kebutuhan diri sendiri, sambil statis memberitahu rasa segan dan kebaikan kepada orang yang diajak bicara.
Komentator media dan pengacara, Susan J. Elliott, memberitahu bahwa pada intinya, limitasi ada untuk melindungi ruang pribadi, kehadiran, dan ketenangan pikiran.
Orang yang tidak gemar basa-basi bisa menggunakan kalimat, “Saya mesti pergi sekarang, tapi aku sangat bahagia kita bisa ngobrol” untuk mengakhiri percakapan dengan sopan karena secara langsung menggambarkan emosi dan kebutuhannya, tanpa bersikap tidak sopan.
4. “Ini sangat informatif, tapi aku mesti pergi”
Menggunakan kalimat ini mengakhiri hubungan secara tegas, tetapi dengan metode yang tidak tiba-tiba maupun mengganggu.
Kalimat ini mencerminkan kemurahan hati tanpa mengorbankan kesejahteraan emosional kedua belah pihak.
Orang yang mengucapkan ungkapan tersebut menyampaikan apresiasinya, dan orang yang mendengarnya juga merasa diakui, serta tidak ada pihak yang merasa terbebani maupun diabaikan.
5. “Saya akan segera menghubungi Anda lagi, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengobrol”
Orang yang tidak gemar basa-basi menggunakan kalimat ini untuk mengakhiri bahasan saat ini, tetapi statis membuka kemungkinan untuk berbicara lagi di masa mendatang.
Mereka bisa mengungkapkan niat mereka secara langsung karena mereka menghargai kejelasan daripada ambiguitas.
Dengan menggunakan kalimat, “Saya akan segera menghubungi Anda lagi, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengobrol”, orang yang sopan dapat mengakhiri percakapan dengan mengetahui bahwa mereka telah menguraikan cara selanjutnya dengan jelas.
6. “Saya mau sekali melanjutkan percakapan kita, tetapi aku mesti pergi”
Ungkapan ini ampuh untuk mengakhiri percakapan tanpa terkesan seperti Bunda dibesarkan tanpa tata krama yang baik.
Kalimat tersebut mengakhiri percakapan dengan sopan, tetapi tegas. Bahkan, ungkapan ini mengakui adanya kesempatan untuk bahasan lebih lanjut tanpa membatasi pilihan salah satu pihak.
7. “Aku akan membiarkanmu melanjutkan aktivitasmu, aku sangat menikmati ini”
Ungkapan ini adalah puncak kesopanan karena meskipun orang yang mengucapkannya sangat mau keluar dari percakapan, mereka membingkainya sebagai bentuk penilaian terhadap agenda orang lain.
Orang yang mengucapkan kalimat ini memberitahu bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan bisa menyesuaikan diri dengan getaran orang lain, tetapi statis menghargai waktu sendiri dan tidak mau terlalu durasi eksis di tempat orang lain.
8. “Saya mesti pergi dulu, tapi ayo kita statis berhubungan”
Ungkapan ini memberitahu minat untuk berbicara lebih lanjut dan memberitahu bahwa orang yang mengucapkannya benar-benar mendapatkan banyak khasiat dari percakapan tersebut karena mereka mau statis berhubungan.
Dalam upaya untuk mengatakan kebenaran, orang-orang yang terampil berkomunikasi tidak mau menimbulkan masalah. Jadi, mereka berjaga-jaga untuk mengatakan hal-hal yang perlu dan bukan menyakiti orang lain.
9. “Saya mesti mengakhiri percakapan ini, tapi bahagia bisa berbicara denganmu”
Kalimat ini memberitahu bahwa Bunda mau mengakhiri diskusi tanpa terkesan terburu-buru maupun tidak menghargai lawan bicara.
Dengan mengucapkan bahagia berbicara dengannya, Bunda statis memberitahu perhatian dan menghargai waktu yang sudah diluangkan untuk berbincang.
Kuncinya adalah statis datang dalam percakapan dengan mendengarkan, berbuat kontak mata, dan memberikan respons yang memberitahu ketertarikan.
10. “Aku tidak mau memungut lebih banyak waktumu”
Ungkapan ini memberitahu bahwa Bunda menyadari lawan bicara mungkin memiliki kesibukan lain.
Kalimat tersebut menjadi metode yang sopan untuk memberi tanda bahwa percakapan akan segera berakhir, sekaligus memberitahu apresiasi karena ia sudah meluangkan waktu untuk berbicara.
Ungkapan ini juga cocok digunakan dalam situasi profesional, misalnya saat berbicara dengan ketua maupun mitra kerja.
11. “Kita selesai sampai di sini dahulu dan lanjutkan nanti”
Kalimat ini bisa digunakan ketika Bunda mau mengakhiri percakapan untuk sementara, tetapi statis membuka kesempatan untuk melanjutkannya di lain waktu.
Ungkapan tersebut memberitahu bahwa Bunda bisa mengatur waktu dan tidak mau percakapan terjadi terlalu durasi cuma karena merasa sungkan untuk mengakhirinya.
12. “Sebelum aku pergi, apakah statis ada yang mau Anda bicarakan?”
Ungkapan ini memberikan kesempatan terakhir kepada lawan bicara untuk menyampaikan sesuatu maupun mengajukan pertanyaan sebelum percakapan benar-benar selesai.
Pada saat yang sama, Bunda sudah memberi tanda dengan jelas bahwa setelah hal terakhir tersebut dibahas, percakapan akan berakhir.
Nah, itulah beberapa kalimat yang bisa dipakai Bunda untuk mengakhiri diskusi ringan maupun basa-basi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)