Tanaman Hias Adenium Obesum untuk Taman Rumah, Begini Cara Merawatnya

May 19, 2026 08:40 PM - 2 bulan yang lalu 72437

Punya tanaman hias Adenium obesum di rumah? Begini langkah merawat yang tepat agar tidak mudah layu dan mati.

Adenium obesum alias yang terkenal dengan julukan kembang kamboja Jepang merupakan salah satu tanaman hias favorit untuk mempercantik taman rumah. Tanaman ini dikenal lantaran mempunyai batang menggembung yang unik, corak menyerupai bonsai, serta kembang berwarna cerah yang bisa mekar sepanjang tahun jika dirawat dengan baik.

Di Indonesia, Adenium obesum termasuk jenis Adenium yang paling banyak dibudidayakan. Tanaman ini berasal dari daerah kering di Afrika, mulai dari Senegal hingga Kenya, serta Jazirah Arab.


Mengingat asalnya dari daerah gurun, Adenium mempunyai keahlian menyimpan air di batangnya yang besar dan tebal. Tak heran jika tanaman ini sangat tahan terhadap kondisi panas dan kekeringan.

Kalau Bunda punya di rumah, mari lebih pelajari langkah menanam dan merawat Adenium obesum di taman rumah seperti dikutip dari situs web Kementerian Pertanian dan NCSU.

Tanaman hias Adenium Obesum untuk taman rumah

Banyak penduduk Indonesia yang menghiasi rumah mereka dengan tanaman hias kamboja Jepang. Selain lantaran cantik, bentuknya juga menarik.

Salah satu daya tarik utama Adenium obesum terletak pada batangnya yang disebut caudex. Bagian ini berbentuk membesar dan berfaedah sebagai tempat persediaan air.

Warna batang umumnya abu-abu kehijauan dengan permukaan halus. Namun bakal tampak semakin artistik seiring pertambahan usia tanaman.

Daunnya bertekstur mengilap dan tersusun di ujung cabang. Warna Adenium obesum juga bervariasi dari hijau terang hingga hijau keabu-abuan, apalagi ada varietas dengan corak variegata.

Pada musim panas alias saat kondisi tumbuh optimal, Adenium obesum menghasilkan kembang berbentuk terompet dengan nuansa merah, merah muda, putih, hingga kombinasi beberapa warna. Tersedia pula varietas kembang tumpuk yang tampil lebih mewah.

Selain cocok sebagai penghias taman, Adenium obesum juga sering dijadikan tanaman indoor dan bahan bonsai lantaran corak batang dan percabangannya yang eksotis. 

Cara menanam Adenium obesum

Berikut langkah menanam tanaman hias Adenium obesum.

1. Pilih media tanam yang cocok

Media tanam Adenium sebaiknya ringan, porous, dan sigap mengalirkan air. Beberapa bahan yang umum digunakan, antara lain tanah bakar, arang, serbuk sabut kelapa, sekam, arang sekam, dan pasir malang.

Campuran tersebut membantu akar memperoleh sirkulasi udara yang baik sekaligus mencegah pembusukan akibat kelembapan berlebih. Media tanam juga kudu mempunyai porositas tinggi agar air tidak menggenang. Tingkat keasaman ideal berada pada kisaran pH 5,5 hingga 6,5.

2. Tempatkan di pot biasa terlebih dahulu

Untuk tanaman muda, Adenium dapat ditanam dalam pot biasa. Setelah tumbuh besar dan corak batangnya semakin menarik, tanaman dapat dipindahkan ke pot bonsai agar tampil lebih artistik.

3. Letakkan di area yang terkena sinar mentari penuh

Saat menanam, letakkan Adenium di tempat yang terkena sinar mentari penuh. Jika suhu luar turun hingga sekitar 13 derajat Celsius, sebaiknya tanaman dipindahkan ke dalam ruangan dan gelombang penyiraman dikurangi lantaran tanaman memasuki masa dorman.

Adenium memerlukan lingkungan yang menyerupai kediaman aslinya, ialah panas dan kering. Oleh lantaran itu, tanaman ini sangat menyukai sinar mentari langsung setidaknya tujuh jam per hari agar pertumbuhannya optimal dan giat berbunga.

Cara merawat Adenium obesum

Berikut langkah merawat tanaman hias Adenium obesum.

1. Penyiraman yang tepat

Adenium tergolong tanaman sukulen yang bisa menyimpan persediaan air dalam batangnya. Untuk itu, penyiraman tidak perlu terlalu sering. Siram hanya ketika media tanam betul-betul kering.

Pada masa pertumbuhan aktif, kebutuhan air sedikit meningkat, tapi tetap hindari kondisi terlalu basah. Tanah yang selalu lembap dapat menyebabkan akar membusuk.

2. Pemupukan

Pemberian pupuk pada awal musim hujan alias musim semi sangat dianjurkan untuk merangsang pembungaan. Pupuk slow release seperti dekastar alias magamp dapat menjadi pilihan lantaran unsur haranya dilepaskan secara bertahap. Gunakan pupuk sesuai dosis rekomendasi agar tanaman tetap sehat dan tidak mengalami stres akibat kelebihan nutrisi.

3. Repotting

Penggantian pot dan media tanam sebaiknya dilakukan setiap 8 hingga 10 bulan alias ketika akar sudah memenuhi pot. Repotting krusial untuk memperbarui unsur hara sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pertumbuhan akar dan batang.

4. Pemangkasan

Pemangkasan alias pruning merupakan kunci utama untuk membentuk Adenium yang proporsional dan giat berbunga. Cabang yang terlalu panjang alias tumbuh tidak beraturan dapat dipotong untuk merangsang pertumbuhan tunas baru sehingga tanaman tampak lebih rimbun.

5. Perhatikan (benih)penyakit dan penyakit

Beberapa (benih)penyakit yang umum menyerang Adenium, antara lain kutu daun (aphids), thrips, mealy bug, spider mite, dan fungus gnat. Selain itu, semut dan cacing tanah juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sementara penyakit yang sering muncul meliputi bercak daun akibat jamur, layu pucuk, serta busuk akar. Kondisi media tanam yang terlalu basah menjadi penyebab utama pembusukan sehingga pengaturan penyiraman dan drainase sangat penting.

6. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan

Adenium menghasilkan getah berwarna putih susu yang berkarakter beracun. Oleh karena itu, gunakan sarung tangan saat memangkas dan jauhkan tanaman dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.

7. Cara memperbanyak Adenium

Adenium dapat diperbanyak melalui dua metode, ialah generatif dan vegetatif.

Perbanyakan generatif dilakukan menggunakan biji hasil persilangan sehingga menghasilkan ragam tanaman baru yang unik. Sementara itu, perbanyakan vegetatif seperti stek batang, cangkok, pemecahan akar, dan grafting bermaksud mempertahankan sifat unggul dari tanaman induk.

Dengan batang yang artistik, kembang menawan, dan perawatan yang relatif mudah, Adenium obesum menjadi pilihan ideal untuk mempercantik taman rumah Bunda. Kuncinya kudu mendapatkan sinar mentari cukup, media tanam yang porous, dan penyiraman tepat, maka Adenium dapat tumbuh sehat dan berbunga bagus sepanjang tahun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya