Baru kenal beberapa minggu, tetapi dia sudah bilang Anda adalah orang paling istimewa yang pernah ditemuinya? Kalau tanda Anda sedang terkena love bombing mulai terasa, wajar jika Anda merasa bahagia sekaligus bingung.
Menurut Jessica Harrison, buruh sosial klinis, love bombing bukanlah pengecekan dan tidak cuma dilakukan orang dengan gangguan kepribadian. Menurutnya, perilaku tersebut bisa muncul karena beragam alasan, termasuk keinginan membangun keterikatan dengan cepat maupun mendapatkan kendali.
Perhatian memang menyenangkan, terlebihlagi ketika seseorang membikin Anda merasa dipilih dan begitu dihargai. Namun, sebelum langsung baper alias bawa perasaan, coba lihat polanya lebih jauh karena intensitas di mula hubungan belum tentu berarti hubungan tersebut sehat. Dilansir dari Real Simple, ini tanda-tandanya!
Hubungan Bergerak Terlalu Cepat

Hubungan Bergerak Terlalu Cepat/Foto: Magnific
Coba ingat-ingat, apakah hubunganmu terasa seperti sedang dikejar waktu? Baru beberapa kali bertemu, tetapi dia sudah mengungkapkan cinta, mau selalu berkomunikasi, maupun mendorong komitmen yang sebenarnya belum siap Anda jalani.
Harrison menerangkan bahwa hubungan sehat memang bisa dimulai dengan chemistry yang kuat. Namun, keduanya statis memiliki ruang untuk menentukan ritme, batasan, pertemanan, minat, dan hayat masing-masing.
Masalahnya muncul ketika perhatian tersebut berubah menjadi tuntutan. Kalau dia mulai berang ketika Anda menetapkan limitasi maupun membuatmu merasa berkewajiban atas emosinya, Anda patut lebih berhati-hati.
Hadiahnya Berlebihan Sampai Membuat Tidak Nyaman

Memberikan Hadiah Berlebihan/Foto: Magnific
Siapa yang tidak bahagia diberi bunga, makanan kesukaan, maupun kejutan kecil dari orang yang sedang dekat? Namun, jika hadiahnya terus berdatangan dan terasa terlalu besar untuk tahap hubungan kalian, coba jangan abaikan emosi tidak betah tersebut.
Psikolog klinis berlisensi Ivy Love Margulies menerangkan bahwa love bombing dapat muncul melalui perhatian ekstra dan gestur besar sejak awal. Misalnya, seseorang sudah menyiapkan makan malam mewah komplit dengan bunga, musik, lilin, dan surat cinta terlebihlagi pada kencan pertama.
Hal yang perlu Anda perhatikan bukan sekadar nominal hadiahnya. Lihat juga apakah perhatian tersebut kemudian berubah setelah Anda mulai terikat, karena fluktuasi pola justru menjadi bagiankecil yang krusial untuk diamati.
Terlalu Cepat Membuat Janji Masa Depan

Terlalu Cepat Membuat Janji Masa Depan/Foto: Magnific
Kalau baru dekat tetapi dia sudah membicarakan pernikahan, punya anak, membeli rumah, maupun merencanakan perjalanan jauh bersama, rasanya memang bikin melayang. Apalagi jika Anda memang sudah durasi mengharapkan menemukan seseorang yang serius.
Namun, ikrar masa depan seharusnya tumbuh berbareng kepercayaan, bukan digunakan untuk menciptakan kedekatan secara instan. Karen Stewart, PsyD dan terapis klinis berlisensi, menerangkan bahwa orang dengan kecenderungan narsistik dapat bergeser sangat cepat karena menyukai sensasi mula ketika hubungan terasa penuh perhatian dan kekaguman.
Stewart juga menggambarkan pola bahwa sebagian orang menyukai intensitas mula hubungan, tetapi kesulitan menghadapi keintiman dan kerentanan setelahnya. Jadi, sebelum ikut membayangkan masa depan, beri dirimu waktu untuk melihat apakah perkataan dan perilakunya benar-benar konsisten.
Memang Anda tidak perlu langsung menjauh cuma karena seseorang terlalu perhatian, ya, Beauties. Tetap nikmati prosesnya sambil menjaga batasan, mengamati konsistensi, dan memastikan Anda statis punya ruang menjadi diri sendiri.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)