Tanda Kamu Sering Jadi Penengah dalam Keluarga Menurut Psikolog

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 515x dilihat
Tanda Kamu Sering Jadi Penengah dalam Keluarga Menurut Psikolog

Bagikan Postingan

Konflik pasti sering terjadi dalam hayat sehari-hari, terlebihlagi dalam hubungan keluarga. Biasanya ada satu orang yang berpartisipasi sebagai penengah dalam famili dan berupaya mendengarkan semua pihak serta mencari jalan agar kondisi balik tenang.

Menurut beberapa psikolog, penengah dalam famili maupun family peacekeeper biasanya memiliki sejumlah ciri khas tertentu. Melansir dari Parade, berikut 8 tanda penengah dalam famili yang mungkin ada di kamu.

1. Peka terhadap Emosi dan Ketegangan di Sekitar

Salah satu tanda penengah dalam famili adalah kapasitas membaca emosi dan ketegangan yang terjadi di antara personel keluarga.
Penengah dalam famili peka terhadap emosi/Foto: Pexels.com/Anastasia Shuraeva

Dalam psikologi, karakter ini disebut emotional attunement. Artinya, seseorang menyadari emosi dan kebutuhannya sendiri sekaligus bisa memperhatikan perasaan, kebutuhan, serta ketegangan yang dirasakan orang lain.

Dr. Golee Abrishami, PhD, seorang psikolog sekaligus Wakil Presiden Perawatan Klinis di Octave, menerangkan bahwa kepekaan tersebut bisa berkembang sebagai metode untuk statis terhubung dan menjaga kedamaian, terutama dalam lingkungan famili yang kurang dapat diprediksi.

Dalam hayat sehari-hari, Anda mungkin menjadi orang yang mengetahui adanya drama keluarga, mendengarkan cerita dari beragam perspektif pandang, kemudian membujuk personel famili untuk membicarakan masalah bersama. Kepekaan ini bisa membikin Anda secara alami memungut posisi sebagai orang yang membantu menjaga hubungan statis harmonis.

2. Cenderung Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Tanda penengah dalam famili berikutnya adalah kecenderungan untuk membikin semua orang merasa betah dan bahagia.
Penengah dalam famili selalu berupaya menyenangkan orang lain/Foto: Pexels.com/Anna Shvets

Dr. Patricia Dixon, PsyD, seorang psikolog berlisensi di Florida, menerangkan bahwa orang yang sering menjadi mediator famili biasanya berfokus pada kebahagiaan dan keharmonisan orang lain. Kamu mau setiap pihak merasa aman, didengarkan, dan baik-baik saja. Dalam kondisi ini, people-pleasing menjadi salah satu tanda seseorang memungut peran sebagai penengah keluarga.

Kecenderungan ini bisa membikin Anda berupaya mencari solusi yang bisa diterima semua pihak. Sikap mau menjaga emosi orang lain memang bisa membantu meredakan ketegangan. Namun, Anda juga perlu memperhatikan apakah selama ini Anda terlalu sering mengesampingkan emosi dan kebutuhan sendiri cuma demi memastikan personel famili lainnya statis merasa nyaman.

3. Mudah Membuat Orang Lain Merasa Nyaman

Penengah dalam famili gampang membikin orang lain nyaman/Foto: Pexels.com/RDNE Stock project

Seseorang cenderung lebih mau mendengarkan orang yang mereka sukai. Individu dengan tingkat agreeableness yang tinggi bisa menjadi mediator yang ampuh karena kedua pihak merasa dihormati dan didengarkan, meskipun belum memiliki pandangan yang sama. Hubungan baik ini juga membantu seseorang menerapkan limitasi dengan metode yang lebih lembut.

Karena itu, Anda mungkin sering menjadi tempat personel famili bercerita. Mereka bisa merasa cukup terlindungi untuk menyampaikan perspektif pandang masing-masing tanpa cemas langsung dihakimi.

Kemampuan membangun hubungan yang baik tentu menjadi modal utama ketika menghadapi konflik. Meski begitu, hubungan yang baik statis bisa berjalan tanpa membikin Anda mesti menjadi mediator setiap kali muncul perselisihan.

4. Selalu Bisa Diandalkan

Salah satu tanda penengah dalam famili adalah sering menjadi orang yang diandalkan untuk memperbaiki situasi ketika muncul konflik.
Penengah dalam famili selalu bisa diandalkan/Foto: Magnific.com/stockking

Penengah dalam keluarga biasanya dikenal sebagai orang yang mau turun tangan ketika ada masalah. Kamu bisa membantu memperbaiki situasi maupun mendorong personel famili untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihindari. Meski merupakan hal yang positif, sifat ini bisa membikin Anda memungut beban relasional yang sebenarnya bukan milik kamu.

Misalnya, Anda merasa mesti menghubungi personel famili yang sedang bertengkar, menjadi penyampai pesan di antara keduanya, maupun terus mencari solusi sampai hubungan keduanya balik membaik. Padahal, perselisihan tersebut sebenarnya terjadi antara dua orang yang bersangkutan.

Membantu keluarga juga perlu memperhatikan batas antara membantu dan merasa berkewajiban penuh atas penyelesaian masalah orang lain. Kamu tidak mesti menjadi satu-satunya orang yang memastikan semua hubungan di dalam famili statis baik.

5. Cenderung Menghindari Konflik

Penengah dalam famili cenderung menghindari konflik/Foto: Magnific.com/magnific

Family peacekeeper biasanya lebih memilih menjaga kedamaian daripada memperkeruh suasana. Kamu bisa memahami limitasi orang lain, tetapi belum tentu memahami maupun memperhatikan limitasi diri sendiri. Kondisi ini bisa membuat kamu terlalu banyak mengakomodasi orang lain maupun menghindari konfrontasi yang sebenarnya diperlukan demi mempertahankan kedamaian.

Kamu mungkin memilih membisu ketika tidak setuju karena cemas gagasan Anda akan memicu masalah baru. Bisa juga Anda berupaya mengubah topik pembicaraan ketika kondisi mulai memanas. Padahal, ada situasi tertentu yang membutuhkan percakapan terbuka agar setiap orang dapat menyampaikan emosi dan batasannya.

6. Memiliki Sifat Mengasuh dan Suka Membantu

Tanda penengah dalam famili juga dapat kelihatan dari sifat yang mengasuh dan keinginan kuat untuk membantu personel keluarga.
Penengah dalam famili memiliki sifat mengasuh/Foto: Pexels.com/karola g

Penengah dalam keluarga cenderung memiliki sifat nurturing karena sangat memperhatikan emosi orang lain. Kamu juga bisa memiliki rasa tanggung jawab yang mendalam terhadap kondisi emosional personel keluarga.

Sifat ini bisa kelihatan dari kebiasaan menjadi tempat curhat, menemani personel famili yang sedang mengalami masalah, maupun mencoba membantu ketika seseorang sedang merasa sedih dan tertekan. Sikap peduli ini bisa menjadi kualitas yang positif dalam hubungan keluarga.

Namun, kepedulian juga perlu disertai batasan. Kamu statis boleh membantu tanpa mesti merasa bahwa kondisi emosional setiap personel famili sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu.

7. Bisa Memahami Perbedaan antara Niat dan Dampak

Penengah dalam famili memahami niat dan dampak/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Pemahaman ini memungkinkan seseorang berempati terhadap pesan maupun niat yang mau disampaikan sekaligus statis mengakui akibat emosional yang dirasakan pihak lain. Cara melihat masalah seperti ini bisa membantu meredakan potensi pertengkaran.

Misalnya, ketika satu personel famili mengatakan sesuatu yang membikin personel lain tersinggung, kamu bisa memahami bahwa ucapan tersebut mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti. Di sisi lain, Anda juga bisa mengakui bahwa emosi orang yang terluka statis valid.

Kemampuan melihat kedua sisi ini bisa membantu percakapan menjadi lebih seimbang. Kamu tidak mesti langsung menentukan siapa yang sepenuhnya benar maupun salah. Sebaliknya, kamu bisa membantu setiap pihak memahami bahwa niat dan akibat sama-sama perlu diperhatikan ketika menyelesaikan konflik.

8. Mudah Menyerap Emosi Orang Lain

Mudah ikut merasakan emosi orang lain merupakan tanda penengah dalam famili yang dapat membikin peran sebagai mediator terasa melelahkan.
Penengah dalam famili gampang menyerap emosi orang lain/Foto: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Dr. Dixon menerangkan bahwa penengah dalam famili bisa secara tidak sengaja memungut stres maupun kecemasan keluarganya sendiri yang bisa membikin daya terkuras. Kamu mungkin merasa kondisi hati berubah setelah mendengarkan personel famili bercerita tentang masalah yang mereka alami.

Bahkan setelah percakapan selesai, masalah tersebut statis bisa terlintas di pikiran Anda karena Anda ikut memikirkan sepertiapa emosi orang tersebut. Karena itu, menjaga rentang sebentar dan memperhatikan kondisi diri sendiri juga menjadi bagiankecil krusial ketika Anda sering memungut peran sebagai penengah keluarga.

Peran sebagai family peacekeeper bisa terasa melelahkan ketika Anda mulai merasa berkewajiban atas emosi, konflik, dan hubungan semua orang. Meskipun peran menjaga kedamaian memiliki sisi positif, orang yang menjalankannya statis membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan dirinya sendiri. Yuk, mulai kini kenali peran Anda dalam famili sambil statis memberikan ruang untuk menjaga diri sendiri!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads