Ilustrasi wanita yang capek setelah berinteraksi dengan orang lain/Foto: Magnific/magnific
Beauties, pernah merasa mau mengurangi kegiatan dan menghabiskan lebih banyak waktu sendiri? Bisa jadi, daya sosialmu sedang tidak sebanyak biasanya.
Medical News Today menjelaskan bahwa social battery merupakan gambaran tentang daya yang dimiliki seseorang untuk bersosialisasi. Setiap orang punya pemisah daya sosial yang berbeda, dan kapasitasnya juga bisa dipengaruhi oleh kepribadian, jenis interaksi, lama bersosialisasi, hingga tingkat stres.
Ketika social battery mulai terkuras, Anda mungkin mulai melakukan beberapa perihal tanpa disadari. Misalnya, Anda lebih mau menyendiri, mengabaikan notifikasi, alias tidur lebih lama dari biasanya.
Nah, kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin terasa sepele, tetapi bisa menjadi karakter jika social battery mulai habis. Apa saja tandanya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Tiba-Tiba Ingin Menepi dari Keramaian

Ilustrasi seseorang yang memilih menyendiri di tengah kegiatan berbareng teman/Foto: Magnific/magnific
Saat sedang reuni alias berkumpul berbareng teman-teman, pernahkah Anda tiba-tiba mau menepi sebentar? Entah keluar alias duduk di perspektif ruangan untuk menikmati suasana yang lebih tenang.
Ketika social battery mulai menurun, menghabiskan waktu sendirian bisa terasa lebih nyaman. Bagi sebagian orang, terutama yang introvert, menyendiri bisa membantu mengisi kembali daya setelah banyak berinteraksi dengan orang lain.
Namun, sesekali mau menepi tentu berbeda dengan terus-menerus menghindari orang lain. Melansir YourTango, sebuah penelitian dari BMC Psychiatry menemukan bahwa isolasi sosial dan kesenyapan berangkaian dengan indikasi depresi, sehingga kebiasaan menarik diri dalam waktu lama perlu diperhatikan.
2. Memilih Jalan Pulang yang Lebih Jauh

Ilustrasi wanita yang sedang mengemudi sendirian /Foto: Magnific/pvproductions
Setelah seharian berada di tempat kerja dan berjumpa banyak orang, perjalanan pulang biasanya jadi waktu untuk melepas penat. Tapi, pernahkah Anda sengaja memilih jalan yang lebih jauh hanya untuk menikmati waktu sendirian sedikit lebih lama?
Buat sebagian orang, berada sendirian di dalam mobil justru terasa lebih menenangkan. Kamu bisa menikmati perjalanan tanpa perlu memikirkan obrolan alias merespons siapa pun.
Menurut mahir ilmu jiwa Eric Solomon, berkendara memerlukan konsentrasi sehingga perhatian kita bisa sejenak teralihkan dari pikiran yang sedang ramai. Mendengarkan musik selama perjalanan juga bisa membikin suasana terasa lebih rileks.
3. Sering Nonton Maraton Serial Lama

Ilustrasi wanita yang bersantai sendirian di sofa sembari menonton movie favorit/Foto: Magnific/DC Studio
Setelah seharian berinteraksi dengan banyak orang, Anda mungkin mau bersantai di rumah. Salah satunya dengan menonton movie alias serial favorit yang sudah Anda kenal ceritanya.
Kebiasaan ini bisa membantu tubuh dan pikiran beristirahat. Alih-alih mengikuti cerita baru yang memerlukan perhatian penuh, Anda cukup menikmati tontonan dengan alur yang sudah diketahui.
Menurut guru besar ilmu jiwa Jennifer V. Faygard, menonton ulang kegiatan TV alias movie yang familiar dapat membantu seseorang merasa lebih santai. Tontonan seperti ini tetap menghibur tanpa membikin kita sibuk menebak-nebak kelanjutan ceritanya.
Beauties, jika belakangan ini Anda lebih sering maraton serial alias movie lama, bisa jadi kebiasaan ini adalah salah satu langkah sederhana untuk mengisi kembali daya sosialmu.
4. Mulai Mengabaikan Notifikasi

Ilustrasi wanita yang mengabaikan notifikasi di ponselnya/Foto: Magnific/magnific
Ciri lain saat daya sosial Anda terkuras adalah mulai mengabaikan notifikasi di ponsel. Chat yang masuk tidak langsung dibalas, apalagi telepon pun kadang dibiarkan begitu saja.
Saat social battery mulai habis, seseorang bisa menjadi lebih selektif dalam menggunakan waktunya untuk berinteraksi. Menunda jawaban alias tidak mengangkat telepon bisa menjadi langkah untuk menikmati waktu sendiri tanpa gangguan.
Bukan berfaedah Anda sedang menjauh dari orang lain. Mungkin Anda hanya butuh waktu untuk rehat dan mengisi daya lagi.
5. Tidur Lebih Lama dari Biasanya

Ilustrasi wanita yang sedang tidur lelap/Foto: Pexels/Polina
Terlalu lama berinteraksi dengan banyak orang bisa membikin seseorang mengalami kelelahan sosial. Salah satu perihal yang mungkin dilakukan setelahnya adalah tidur lebih lama dari biasanya.
Menurut penelitian yang dimuat dalam Annual Review of Clinical Psychology, tidur setelah mengalami tekanan emosional alias banyak berpikir dapat membantu seseorang menghadapi perasaannya. Artinya, rehat bukan hanya untuk menghilangkan rasa lelah, tetapi juga memberi kesempatan bagi pikiran untuk kembali tenang.
Kalau setelah banyak bersosialisasi Anda jadi mau tidur lebih lama, tidak perlu langsung khawatir. Bisa saja tubuh dan pikiranmu sedang butuh waktu untuk beristirahat sebelum kembali beraktivitas.
Beauties, tidak semua orang bisa terus bersosialisasi tanpa merasa lelah. Saat daya sosial mulai terkuras, tidak ada salahnya memberi jarak untuk diri sendiri.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)