Template Chat HR di LinkedIn untuk Cari Kerja, Ada untuk Fresh Graduate

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 5 menit 511x dilihat
Template Chat HR di LinkedIn untuk Cari Kerja, Ada untuk Fresh Graduate

Bagikan Postingan

Mencari kerja lewat LinkedIn enggak cukup hanya dengan update profil dan giat melamar. Kamu juga bisa menghubungi recruiter atau HR lewat pesan langsung, tetapi isi chat perlu dibuat singkat, personal, dan jelas. Karena itu, template chat HR di LinkedIn bisa membantu Anda memulai percakapan tanpa bingung kudu menulis apa.

Penasaran seperti apa contoh pesannya? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, ya, terutama ketika Anda baru pertama kali menghubungi recruiter terkait.

Baca juga: Cara Meminta Rekomendasi di LinkedIn, Fitur yang Bisa Bantu Kamu Cari Kerja 

Kenapa Perlu Chat HR di LinkedIn saat Cari Kerja?

Kenapa Perlu Chat HR di LinkedIn saat Cari Kerja?
Sumber foto: Magnific

Selain melamar melalui portal lowongan, LinkedIn bisa menjadi tempat untuk membangun hubungan langsung dengan recruiter. Kamu dapat memperkenalkan diri, menunjukkan kesukaan pada posisi tertentu, alias sekadar mencari info tentang perusahaan dan bagian pekerjaan yang mau Anda masuki.

Namun, bukan berfaedah setiap recruiter bakal langsung membalas pesan yang masuk. Dilansir dari TryKondo, pesan yang dipersonalisasi disebut dapat meningkatkan reply rate sebesar 27%, sedangkan pesan yang dibuat di bawah 300 karakter berpotensi mendapatkan respons lebih tinggi.

Artinya, kualitas pesan lebih krusial daripada sekadar mengirim chat sebanyak-banyaknya. Hindari membikin paragraf panjang yang berisi seluruh pengalaman kerja kamu. Pilih info yang paling relevan dengan posisi alias perusahaan yang dituju.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Chat HR

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Chat HR
Sumber foto: Magnific

Sebelum menggunakan template chat HR di LinkedIn, ada beberapa perihal yang sebaiknya Anda perhatikan agar pesan terasa lebih individual dan profesional.

1. Cari tahu siapa recruiter-nya

Kalau memungkinkan, sebut nama recruiter dalam pesan. Kamu juga bisa memandang profilnya untuk mengetahui posisi, perusahaan, alias konten yang pernah dibagikan.

Cara ini membikin pesan terasa lebih individual dibandingkan membuka chat dengan sapaan umum tanpa menyebut nama.

2. Jelaskan argumen Anda menghubungi

Jangan membikin HR menebak-nebak tujuan pesanmu. Langsung jelaskan apakah Anda tertarik dengan lowongan tertentu, mau mengetahui kesempatan di perusahaan tersebut, alias baru saja mengirim lamaran.

3. Tunjukkan value yang relevan

Kamu enggak perlu memasukkan seluruh isi CV. Cukup sebutkan pengalaman, skill, alias pencapaian yang memang berangkaian dengan posisi yang Anda incar.

4. Berikan CTA yang ringan

Hindari langsung meminta, “Kak, bisa kasih saya kerja?” Sebagai gantinya, Anda bisa membujuk recruiter berbincang singkat alias menanyakan apakah ada info tambahan yang perlu Anda kirimkan.

CTA yang spesifik tetapi tidak terlalu menuntut dapat membikin recruiter lebih mudah memberikan respons.

Template Chat HR di LinkedIn untuk Berbagai Situasi

Template Chat HR di LinkedIn untuk Berbagai Situasi
Sumber foto: Magnific

Enggak semua situasi memerlukan pesan yang sama. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda sesuaikan dengan kondisi saat mencari kerja.

1. Saat Menemukan Lowongan yang Sesuai

Kalau Anda menemukan lowongan yang sesuai dengan pengalamanmu, Anda bisa menggunakan format berikut:

Hi [Nama HR],
Saya baru memandang lowongan [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan] dan tertarik untuk melamar. Saya mempunyai pengalaman [X tahun] di bagian [bidang] dengan keahlian di [skill relevan] yang sesuai dengan kebutuhan posisi tersebut. Saya mau terhubung dan berbincang lebih lanjut mengenai kesempatan ini. Terima kasih!

Format ini menekankan argumen Anda menghubungi recruiter sekaligus menunjukkan hubungan antara pengalamanmu dan posisi yang tersedia.

2. Untuk Fresh Graduate

Kalau Anda baru lulus dan belum punya banyak pengalaman profesional, fokuskan pesan pada pendidikan, proyek, organisasi, magang, alias skill yang relevan.

Hi [Nama HR],
Saya [Nama], fresh graduate dari [Universitas] dengan latar belakang [Jurusan]. Saya tertarik dengan kesempatan entry-level di [Nama Perusahaan], khususnya di bagian [Bidang]. Selama kuliah, saya mengembangkan keahlian [skill] melalui [proyek/magang/organisasi]. Saya mau terhubung dan mengetahui apakah ada kesempatan yang sesuai dengan profil saya. Terima kasih!

Sebaiknya, fresh graduate untuk menunjukkan proyek alias pengalaman akademik yang relevan sebagai pengganti pengalaman kerja profesional.

3. Saat Ingin Pindah Bidang

Career switcher bisa menjelaskan argumen beranjak bagian sekaligus menonjolkan transferable skills.

Hi [Nama HR],
Saya sedang melakukan career transition dari [Bidang Lama] ke [Bidang Baru] dan tertarik dengan pekerjaan di [Nama Perusahaan]. Selama bekerja di [Bidang Lama], saya mengembangkan keahlian [skill 1] dan [skill 2] yang menurut saya dapat diterapkan dalam posisi [Nama Posisi]. Saya mau mengetahui lebih lanjut tentang kesempatan yang tersedia dan gimana background saya dapat berkontribusi. Terima kasih!

Pendekatan ini membantu recruiter memahami hubungan antara pengalaman sebelumnya dengan bagian yang mau dituju.

4. Setelah Mengirim Lamaran

Sudah melamar tetapi belum mendapat kabar? Kamu bisa mengirim follow-up setelah sekitar satu hingga dua minggu.

Hi [Nama HR],
Saya mau follow up mengenai lamaran saya untuk posisi [Nama Posisi] yang saya kirim pada [Tanggal]. Saya tetap sangat tertarik dengan kesempatan ini dan mempunyai pengalaman di [skill utama] yang relevan dengan posisi tersebut. Apakah ada info tambahan yang bisa saya berikan untuk mendukung proses lamaran saya? Terima kasih atas waktunya!

Tunggulah sekitar 7–10 hari sebelum mengirim satu follow-up yang sopan. Jika belum mendapat respons setelahnya, sebaiknya tidak terus mengirim pesan berulang.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow-Up?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow-Up?
Sumber foto: Magnific

Kalau pesan pertama belum dibalas, jangan langsung mengirim chat kedua beberapa jam kemudian. Berikan waktu kepada recruiter lantaran mereka bisa saja sedang menangani banyak kandidat dan pekerjaan lain.

Kamu dapat menunggu sekitar 7–10 hari sebelum mengirim satu follow-up yang singkat dan sopan. Setelah itu, jika tetap tidak ada respons, Anda bisa melanjutkan pencarian ke kesempatan lainnya.

Pada akhirnya, template chat HR di LinkedIn hanya berfaedah sebagai kerangka. Kamu tetap perlu menyesuaikan nama recruiter, posisi, perusahaan, pengalaman, dan argumen menghubungi agar pesan terasa betul-betul ditujukan untuk mereka.

Dengan pesan yang singkat, relevan, dan personal, kesempatan untuk mendapatkan respons bisa lebih baik daripada sekadar mengirim chat template yang sama ke banyak HR. Jadi, sebelum klik send, luangkan sedikit waktu untuk riset dan sesuaikan template chat HR di LinkedIn dengan posisi yang Anda incar.

Baca juga: 5 Cara Anti Mainstream Agar Dilirik Rekruter di 2026, Fresh Graduate Wajib Tahu! 

Gabung organisasi Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya seputar bumi karier. 

Cover: Pexels

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads