Ternyata Anak yang Lahir di Akhir Tahun Lebih Rentan Didiagnosis ADHD, Ini Kata Studi Harvard

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Ternyata Anak yang Lahir di Akhir Tahun Lebih Rentan Didiagnosis ADHD, Ini Kata Studi Harvard

Bagikan Postingan

Kelahiran seorang anak menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi orang tua. Menariknya, waktu kelahiran anak rupanya juga dapat berangkaian dengan sejumlah aspek dalam tumbuh kembang, termasuk kemungkinan mengalami gangguan tertentu, Bunda.

Menurut sebuah studi tahun 2018, yang dipimpin oleh para peneliti dari Harvard Medical School, anak yang lahir di akhir tahun lebih rentan didiagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), alias gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Studi yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine ini menunjukkan bahwa 30 persen anak-anak yang lahir pada bulan Agustus di negara bagian AS lebih mungkin menerima pemeriksaan ADHD, dibandingkan dengan kawan sebaya mereka yang sedikit lebih tua yang terdaftar di kelas yang sama.


Studi ini menggunakan informasi dari tahun 2007 hingga 2015 dari pedoman informasi asuransi besar untuk membandingkan tingkat pemeriksaan ADHD, di antara anak-anak yang lahir pada bulan Agustus dengan anak-anak yang lahir pada bulan September di negara bagian, yang mempunyai dan tidak mempunyai persyaratan bahwa anak-anak kudu berumur lima tahun pada tanggal 1 September untuk daftar di taman kanak-kanak (TK)

Tingkat pemeriksaan ADHD di kalangan anak-anak sendiri telah meningkat secara dramatis selama 20 tahun terakhir. Pada tahun 2016, lebih dari 5 persen anak-anak di AS secara aktif menjalani pengobatan dengan obat-obatan untuk ADHD. Para mahir percaya bahwa peningkatan ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk kesadaran banyak orang terhadap gangguan tersebut, peningkatan nyata dalam kejadian kondisi tersebut, dan pemeriksaan yang tidak tepat.

Nah, hasil studi ini menggarisbawahi dugaan bahwa setidaknya pada sebagian mini siswa sekolah dasar (SD), pemeriksaan ADHD mungkin menjadi aspek yang menyebabkan pendaftaran sekolah lebih awal, Bunda.

"Temuan kami menunjukkan, sejumlah besar anak didiagnosis dan diobati secara berlebihan untuk ADHD lantaran mereka relatif belum dewasa dibandingkan dengan kawan sekelas mereka yang lebih tua di tahun-tahun awal sekolah dasar," kata penulis utama studi, Timothy Layton, dilansir laman Harvard Medical School.

Sebagian besar negara bagian AS mempunyai batas tanggal lahir yang menentukan kelas mana seorang anak bakal ditempatkan dan kapan mereka dapat mulai bersekolah. Di negara bagian dengan batas 1 September, seorang anak yang lahir pada tanggal 31 Agustus bakal nyaris satu tahun lebih muda pada hari pertama sekolah jika dibandingkan kawan sekelasnya yang lahir pada tanggal 1 September.

Pada usia ini, Layton mencatat, anak yang lebih muda mungkin bakal kesulitan untuk duduk tak bersuara dan berkonsentrasi dalam waktu lama di kelas. Kegelisahan yang berlebihan itu dapat menyebabkan rujukan medis, yang kemudian diikuti dengan pemeriksaan dan pengobatan untuk ADHD.

Sebagai contoh, apa yang mungkin menjadi perilaku normal pada anak berumur 6 tahun dapat tampak relatif tidak normal jika dibandingkan dengan perilaku kawan sebaya yang lebih tua di kelas yang sama. Dinamika tersebut mungkin terjadi di kalangan anak-anak yang lebih muda, mengingat perbedaan usia 11 alias 12 bulan dapat menyebabkan perbedaan perilaku yang signifikan.

"Seiring bertambahnya usia anak, perbedaan mini dalam usia bakal merata dan menghilang seiring waktu, tetapi dari segi perilaku, perbedaan antara anak berumur 6 tahun dan 7 tahun bisa sangat mencolok," kata penulis senior studi, Anupam Jena.

"Perilaku normal mungkin tampak anomali dibandingkan dengan golongan kawan sebaya anak tersebut," sambungnya.

Dalam ulasan sebelumnya di National Bureau of Economic Research tahun 2017, anak-anak yang lahir tepat setelah tanggal pemisah untuk memulai sekolah condong mempunyai prestasi pendidikan jangka panjang yang lebih baik daripada kawan sebaya mereka yang relatif lebih muda yang lahir di akhir tahun.

"Dalam semua skenario tersebut, waktu dan usia tampaknya menjadi aspek yang sangat memengaruhi hasil," ujar Jena.

Jena menegaskan, argumen meningkatnya kejadian ADHD itu kompleks dan multifaktorial. Tanggal pemisah lahir anak kemungkinan hanyalah salah satu dari banyak variabel yang mendorong terjadinya ini, Bunda.

"Diagnosis kondisi ini tidak hanya mengenai dengan gejala, tetapi juga mengenai dengan konteksnya. Usia relatif anak-anak di kelas, norma dan peraturan, serta keadaan lain semuanya saling berkaitan," ujar Jena.

"Usia anak dibandingkan dengan teman-temannya di kelas yang sama kudu dipertimbangkan dan menjadi argumen rujukan yang kudu diteliti dengan cermat."

Demikian hasil studi yang mengungkap waktu kelahiran dan aspek terjadinya ADHD pada anak. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads