Ternyata Janin Bisa Mengenali Wajah Seseorang dari Dalam Rahim, Begini Caranya

Jul 06, 2026 08:20 AM - 1 bulan yang lalu 27602

Cara janin mengenali wajah seseorang dari dalam rahim mulai terungkap melalui penelitian. Selama ini bayi yang baru lahir condong lebih tertarik memandang wajah Bunda alias Ayah daripada ke barang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa kesukaan bayi rupanya sudah mulai berkembang beberapa minggu sebelum bayi lahir.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology menjelaskan bahwa janin berumur 34 minggu dapat membedakan pola sinar yang menyerupai wajah manusia dengan pola yang sama tapi dibalik.


Temuan ini menjadi bukti bahwa keahlian visual janin dapat dipelajari saat tetap berada di dalam rahim.

Cara janin mengenali wajah seseorang

Para intelektual melibatkan 39 ibu mengandung dengan usia kehamilan sekitar 34 minggu dalam penelitian ini. Peneliti kemudian memproyeksikan sinar melalui tembok perut ibu menggunakan dua pola berbentuk segitiga.

Pola pertama menyerupai susunan mata dan mulut manusia, sedangkan pola kedua mempunyai susunan yang sama tetapi dalam posisi terbalik. Para intelektual kemudian mengukur gimana janin merespons menggunakan USG 4D berbobot tinggi.

Hasilnya menunjukkan bahwa janin berumur 34 minggu lebih sering memutar kepalanya mengikuti pola yang menyerupai wajah dibandingkan pola yang disajikan secara terbalik.

Psikolog Vincent Reid dari Universitas Lancaster, salah satu penulis penelitian, mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa janin bisa membedakan beragam corak dan lebih tertarik mengikuti pola yang menyerupai wajah.

"Kami telah menunjukkan bahwa janin dapat membedakan beragam bentuk, lebih memilih untuk mengikuti corak yang menyerupai wajah daripada corak yang tidak menyerupai wajah," kata Reid.

Sementara itu, peneliti Kirsty Dunn menjelaskan bahwa perilaku tersebut menunjukkan janin betul-betul bisa memandang perbedaan antara kedua pola yang ditampilkan.

"Perilaku janin di sini menunjukkan bahwa mereka memang memandang corak yang kami sajikan saat mereka membedakan antara kedua pola tersebut," ujar Dunn.

Kapan penglihatan janin mulai berkembang?

Perkembangan mata janin selama di rahim berjalan secara bertahap. Meskipun kelopak mata janin sebagian besar tetap tertutup, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sinar dari luar dapat mencapai rahim, terutama pada trimester ketiga. Pemindaian USG sering menunjukkan janin berkedip.

Dalam studi ini, para peneliti menjelaskan bahwa sistem penglihatan janin rupanya sudah cukup berkembang untuk merespons rangsangan visual sederhana.

"Sampai sekarang, kami sudah bisa mengeksplorasi penggunaan semua indra janin selain penglihatan," kata Dunn. 

"Ini termasuk sentuhan, rasa, penciuman, keseimbangan, dan pendengaran. Tetapi kami mau melangkah lebih jauh dengan memahami penglihatan janin."

Namun, keahlian tersebut bukan berfaedah janin dapat memandang wajah seseorang secara jelas seperti bayi yang sudah lahir. Bayi di dalam rahim baru mengenali pola dasar yang menyerupai konfigurasi wajah, ialah dua titik di bagian atas dan satu titik di bawah, seperti posisi mata dan mulut manusia.

Apakah ibu mengandung perlu menyinari perut agar janin mengenali wajah?

Jika ditanya apa ibu mengandung perlu menyinari perutnya agar mengenali wajahnya, Reid tidak menganjurkannya Bunda. Ia mengatakan dalam penelitian tersebut tim peneliti sangat berhati-hati dan memastikan agar sinar yang masuk ke rahim cukup terang, tetapi tidak terlalu terang. 

Dari temuan di atas, dapat dilihat bahwa keahlian penglihatan janin sudah mulai berkembang sebelum lahir dan membuka kesempatan para intelektual untuk mempelajari perkembangan visual serta kognitif sejak masa prenatal.

Apa makna temuan ini untuk perkembangan janin?

Temuan ini memberikan gambaran bahwa keahlian penglihatan manusia mulai berkembang sebelum lahir.

Selama ini para intelektual telah mengetahui bahwa janin bisa merespons suara, sentuhan, gerakan, hingga keseimbangan. Namun, penglihatan menjadi indra yang paling susah dipelajari lantaran kondisi di dalam rahim minim cahaya.

Menurut Dunn, penelitian ini menjadi langkah awal untuk memahami gimana sistem penglihatan berkembang sebelum bayi lahir. Ia mengatakan, sebelumnya para peneliti telah bisa mengeksplorasi nyaris semua indra janin, selain penglihatan.

Sementara Reid menjelaskan, penelitian ini membuka kesempatan untuk mengeksplorasi perkembangan visual dan kognitif janin dengan langkah yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Meski begitu, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa janin sudah dapat mengenali wajah ibu alias ayah secara spesifik.

Janin hanya menunjukkan kesukaan pada pola sederhana yang menyerupai wajah manusia.

Temuan ini diharapkan dapat membantu para intelektual memahami lebih jauh perkembangan sistem penglihatan dan kegunaan otak manusia sejak masa prenatal. Namun, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui gimana keahlian tersebut berkembang hingga bayi lahir.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya