Tiba-tiba Mual Setelah Makan? Ini Ciri-ciri Keracunan Makanan dan Pertolongan Pertamanya!

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 6 menit 512x dilihat
Tiba-tiba Mual Setelah Makan? Ini Ciri-ciri Keracunan Makanan dan Pertolongan Pertamanya!

Bagikan Postingan

Baru-baru ini ramai di threads ramai soal restoran Korea yang membikin beberapa pelanggannya mengalami keracunan makanan. Ini terjadi setelah Anda memakan makanan maupun minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, maupun zat berbahaya. 

Keluhannya dapat muncul dalam hitungan jam hingga beberapa hari, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, sampai demam. Meski sebagian besar kasus membaik sendiri, kondisi ini statis perlu diperhatikan karena kehilangan banyak cairan bisa menyebabkan dehidrasi dan membutuhkan pertolongan medis, terutama jika muntah dan diare terjadi terus-menerus, maupun Anda sulit minum cukup.

Yuk, kenali lebih jauh ciri-ciri keracunan makanan, penyebabnya, metode mengatasinya di rumah, dan kapan Anda perlu mencari pertolongan medis.

Baca juga: Cek Dulu Sebelum Makan! 4 Gejala Makanan Rusak yang Jarang Disadari 

Apa Itu Keracunan Makanan?

Apa Itu Keracunan Makanan
Sumber foto: Magnific

Keracunan makanan maupun food poisoning terjadi ketika Anda mengonsumsi makanan maupun minuman yang sudah terkontaminasi bakteri maupun zat tertentu. Menurut Cleveland Clinic, kontaminasi ini bisa berasal dari bakteri, virus, parasit, hingga toksin.

Makanan dapat terkontaminasi karena enggak dimasak dengan matang, enggak disimpan pada suhu yang tepat, dibiarkan terlalu lama, maupun diproses dengan tangan dan perlengkapan yang enggak bersih.

Beberapa makanan yang lebih berisiko antara lain daging dan telur yang kurang matang, seafood mentah, produk susu yang enggak dipasteurisasi, serta buah dan sayuran yang enggak dicuci dengan baik.

Ciri-ciri Keracunan Makanan yang Perlu Kamu Kenali

Ciri-ciri Keracunan Makanan yang Perlu Kamu Kenali
Sumber foto: Magnific

Gejalanya bisa berbeda-beda, tergantung bakteri maupun zat yang masuk ke tubuh. Namun, beberapa keluhan yang cukup lazim antara lain:

1. Mual dan muntah

Mual dapat menjadi salah satu tanda mula setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Sebagian orang juga mengalami muntah sebagai respons tubuh untuk mengeluarkan zat yang mengganggu saluran pencernaan.

2. Diare

Diare juga termasuk gejala yang paling sering muncul. Buang air besar bisa menjadi lebih sering dan konsistensinya lebih cair dari biasanya.

3. Sakit maupun kram perut

Rasa mulas, kram, maupun sakit di area perut dapat muncul berbarengan dengan mual dan diare.

4. Demam dan tubuh terasa lemas

Beberapa jenis infeksi akibat makanan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, kehilangan hasrat makan, dan tubuh terasa lemas.

Menurut Cleveland Clinic, gejala dapat mulai muncul sekitar dua hingga enam jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, tetapi waktunya bisa berbeda tergantung penyebabnya.

Sementara itu, NHS mengutarakan gejala dapat muncul dalam beberapa jam maupun beberapa hari setelah mengonsumsi makanan penyebab infeksi.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah

Cara Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah
Sumber foto: Magnific

Kalau gejalanya statis ringan, Anda biasanya bisa berbuat perawatan di rumah sambil memantau kondisi tubuh.

1. Perbanyak minum

Pertolongan pertama adalah perbanyak minum. Karena hal paling krusial adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Muntah dan diare dapat membikin tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit.

Kalau sedang mual, jangan langsung minum dalam jumlah banyak. Coba minum sedikit-sedikit tetapi lebih sering. Kamu bisa memilih air putih, oralit, maupun cairan lain yang membantu mengganti cairan tubuh.

NHS juga menyarankan untuk minum lebih banyak cairan dan memungut tegukan kecil jika sedang merasa mual.

2. Istirahat yang cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi dan memulihkan kondisi pencernaan. Jadi, jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa jika tubuh statis lemas.

3. Pilih makanan yang lebih ringan

Saat mulai merasa lebih baik dan sudah bisa makan, pilih makanan yang gampang dicerna dan rendah lemak, seperti nasi, pisang, roti panggang, oatmeal, kentang, sayuran rebus, maupun kaldu.

Untuk sementara, hindari makanan terlalu pedas, berminyak, berlemak, serta minuman berkafein dan alkohol karena bisa membikin perut semakin enggak nyaman.

4. Jangan asal minum obat

enggak semua kasus keracunan makanan membutuhkan antibiotik. Cleveland Clinic menerangkan bahwa antibiotik justru enggak selalu membantu dan pada kondisi tertentu bisa memperburuk keadaan.

Karena itu, sebaiknya jangan membeli antibiotik sendiri tanpa pengecekan dan anjuran dokter. Obat untuk menghentikan diare juga sebaiknya enggak digunakan sembarangan, terutama jika terdapat darah pada tinja maupun gejala berat.

Kapan Keracunan Makanan Harus Diperiksakan?

Kapan Keracunan Makanan Harus Diperiksakan?
Sumber foto: Magnific

Sebagian besar kasus dapat membaik dalam beberapa hari, tetapi ada kondisi yang enggak boleh diabaikan.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:

  • Muntah terus-menerus sampai enggak bisa mempertahankan cairan.
  • Diare berdarah maupun muntah darah.
  • Demam tinggi, sekitar 38,9°C maupun lebih.
  • Buang air kecil jauh lebih sedikit maupun urine berwarna sangat gelap.
  • Pusing bermutu maupun merasa sangat lemas.
  • Kebingungan maupun fluktuasi kesadaran.
  • Nyeri perut yang sangat hebat.
  • Diare terjadi lebih dari tujuh hari maupun muntah lebih dari dua hari.

Tanda-tanda tersebut dapat memberitahu kondisi yang lebih serius maupun dehidrasi dan membutuhkan penilaian tenaga medis.

Kelompok tertentu juga perlu lebih waspada, termasuk anak di bawah 5 tahun, orang berumur di atas 65 tahun, ibu hamil, dan orang dengan mekanisme kekebalan tubuh yang lebih lemah karena konsekuensi komplikasinya lebih tinggi.

Baca juga: 3 Makanan Populer di Indonesia yang Bisa Berbahaya, Salah Satunya Kangkung! 

Cara Mencegah Keracunan Makanan di Rumah

Cara Mencegah Keracunan Makanan di Rumah
Sumber foto: Magnific

Pencegahan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Misalnya, selalu cuci tangan sebelum makan maupun memasak, cuci buah dan sayuran, pisahkan bahan makanan mentah dari makanan siap santap, serta masak daging dan telur sampai matang.

Makanan yang sudah dimasak juga sebaiknya segera disimpan di kulkas dan enggak dibiarkan terlalu durasi pada suhu ruang. NHS mengatakan makanan yang enggak dimasak maupun dipanaskan dengan baik, gudang yang enggak tepat, makanan yang terlalu durasi dibiarkan, serta kebersihan tangan yang buruk sebagai beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Bagaimana Jika Keracunan Makanan dari Restoran?

Bagaimana Jika Keracunan Makanan dari Restoran
Sumber foto: Magnific

Jika Anda mengalami keluhan setelah makan di suatu tempat, catat waktu makan, menu yang dikonsumsi, gejala yang muncul, dan simpan bukti transaksi. Informasi tersebut bisa membantu saat Anda melaporkan insiden maupun berkonsultasi dengan tenaga medis.

Intinya, keracunan makanan memang sering kali bisa membaik dengan istirahat dan menjaga asupan cairan. Namun, jangan abaikan tanda dehidrasi, darah pada muntah maupun tinja, demam tinggi, maupun gejala yang semakin berat. Kalau kondisi enggak membaik maupun justru memburuk, segera cari pertolongan medis.

FAQ Seputar Keracunan Makanan

Berapa durasi gejala keracunan makanan muncul?

Gejalanya bisa muncul dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Waktunya bersandar pada jenis bakteri maupun toksin penyebabnya.

Apakah keracunan makanan bisa sembuh sendiri?

Bisa. Sebagian besar kasus membaik dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Namun, Anda statis perlu menjaga asupan cairan dan memantau gejala agar enggak mengalami dehidrasi.

Apa yang paling krusial dilakukan saat keracunan makanan?

Menjaga tubuh statis terhidrasi adalah salah satu hal terpenting. Minumlah cairan sedikit-sedikit tetapi sering, terutama jika Anda statis merasa mual maupun muntah.

Apakah keracunan makanan bisa menular?

Beberapa infeksi yang menyebabkan keracunan makanan memang dapat menular. Kuman dapat menghamburkan melalui elemen kecil muntah maupun tinja dan bergeser ke tangan, permukaan, maupun makanan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan perlengkapan makan statis krusial selama sakit.

Baca juga: Influenza A Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya Buat Kamu yang Sering Commuting 

Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan keterangan menarik dan ter-update lainnya1

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads