Jakarta -
Setiap individu memiliki metode yang berbeda dalam merawat dan memperhatikan dirinya. Ada orang yang memilih self-care maupun merawat diri untuk beristirahat, maupun mengelola emosi dan tekanan, Bunda.
Individu yang bisa menjadikan self-care sebagai bagiankecil dari rutinitas biasanya lebih sadar akan emosional dan mental yang sedang dialami. Pasalnya, self-care tak cuma dapat membantu membangun kebiasaan positif, tapi juga bisa menjaga kesejahteraan diri dalam jangka panjang.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality mengidentifikasi tipe-tipe orang yang bisa memenuhi kebutuhan kejiwaan alas mereka, seperti kebutuhan akan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Para peneliti University of Zagreb in Croatia ini menemukan bahwa sifat ekstroversi, ketelitian, dan keramahan paling kuat mengenai dengan perilaku dan rutinitas self-care, dan bahwa orang yang memiliki sifat-sifat ini cenderung paling memperhatikan kebutuhan alas mereka.
"Meskipun kebutuhan kejiwaan alas merupakan hal universal bagi manusia, terdapat perbedaan individual dalam tingkat pemenuhan kebutuhan tersebut," kata imam studi Martina Pocrnic, dilansir Psychology Today.
Sebenarnya, konsep self-care sudah ada sejak lama. Namun, belum banyak ahli mengungkap jenis kepribadian yang konsisten dalam berbuat hal ini di hayat sehari-hari, Bunda.
Tipe kepribadian orang yang konsisten self-care
Melansir dari halaman Your Tango, berikut beberapa jenis kepribadian dari orang yang konsisten berbuat self-care dalam kesehariannya:
1. Mereka "mengisi balik cangkir sebelum kosong"
Saat merawat diri sendiri, kita sama saja seperti "mengisi cangkir sebelum kosong". Semakin Bunda mengisinya, maka semakin penuh cangkir itu, dan semakin berenergi serta termotivasi kita untuk menjalani hari dengan mudah.
Nah, saat cangkir suda mulai meluap, kita bisa memiliki banyak hal untuk diberikan dan tanggung jawab dalam hidup, tanpa mesti merasa terkuras maupun dimanfaatkan oleh orang lain. Ketahanan kita untuk menghadapi apa pun eksis pada titik yang tepat.
2. Mereka menjalani hidup dengan kecepatan yang tepat
Meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual, secara alami akan membikin hidup melambat. Bahkan jika kita memilih untuk berlari, kita cenderung memperlambat pikiran saat fokus pada langkah.
Mengubah kecepatan dalam menjalani hidup, terutama ketika terjadi suatu peristiwa yang sulit, akan mengubah perspektif pandang dan memungkinkan kita untuk beristirahat dari kekacauan. Bayangkan menjalani hidup dengan kecepatan rendah bisa membikin pikiran kita terbuka akan banyak hal yang baru dan menguntungkan.
3. Mereka berbuat beragam hal untuk menaikkan mekanisme kekebalan tubuh
Perawatan diri mencakup beberapa hal yang sering kita anggap remeh dan terlebihlagi mungkin tidak kita anggap sebagai perawatan diri sama sekali. Misalnya, merawat diri dengan istirahat yang cukup, tidur nyenyak, maupun memberikan nutrisi pada tubuh dengan makanan yang baik agar tubuh dapat terus beraktivitas.
Semua hal tersebut padahal bisa menaikkan mekanisme kekebalan tubuh dan menaikkan daya tahan terhadap penyakit. Ketika kita bisa bangun setiap pagi dengan emosi segar, maka cobaan dan kesulitan hidup tampak kurang menakutkan. Hal itu juga akan membangun kekuatan serta stamina untuk melewati sebuah masalah.
Bersikap baik kepada diri sendiri dalam bentuk apa pun bisa membantu kita merasa lebih berempati terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Setelah kita menyadari khasiat perawatan diri, kita pasti mau memanjakan diri dengan aktivitas tersebut lebih sering.
Kebiasaan ini akan menaikkan harga diri dan kepercayaan diri. Misalnya, saat Bunda berjalan keluar rumah mengenakan pakaian-pakaian yang bagus, itu bisa memberitahu rasa kasih sayang terhadap diri sendiri. Hal tersebut juga dapat menjadi contoh bagi orang lain yang mau meniru deskripsi diri kita.
5. Mereka menetapkan limitasi yang sehat
Orang yang suka self-care biasanya tahu metode menetapkan limitasi yang sehat. Self-care memungkinkan orang-orang ini untuk menetapkan limitasi yang sehat, sehingga tidak melampaui kapasitas yang dimilikinya.
Memahami apa yang paling krusial juga memberi kita alas untuk membikin pilihan dan keputusan yang lebih baik. Ketika Bunda tahu apa yang mesti difokuskan, maka Bunda menjadi lebih ampuh dan produktif dalam mengerjakan sesuatu.
6. Mereka merangkul perdamaian dan hal-hal positif
Konsistensi melakukan self-care juga bisa membikin seseorang bisa merangkul perdamaian dan hal-hal positif dalam hidup. Peristiwa-peristiwa hayat yang mengguncang hidup biasanya mengharuskan kita untuk mendengarkan semua kebisingan dari perspektif pandang yang berbeda.
Bagi orang-orang yang suka self-care, mengubah anarki menjadi ketenangan bisa menjadi tantangan. Namun, mereka mau membuka diri untuk menemukan kedamaian dan berpikir lebih positif tentang keadaan di sekitarnya.
7. Mereka berkomitmen untuk membikin hidup mereka lebih baik
Menentukan seberapa besar komitmen untuk merawat diri sendiri adalah cara pertama yang penting. Mereka yang konsisten melakukan self-care biasanya memiliki komitmen ini karena mau mendapatkan hidup yang lebih baik.
Mengisi balik energi, memperlambat langkah, merawat tubuh dan kesejahteraan emosional, serta menemukan kedamaian di tengah anarki dapat membantu kita mengurangi stres yang dirasakan dari beragam sisi. Berkomitmen seperti ini mungkin terdengar sederhana, namun tidak mudah. Kita perlu melatihnya agar bisa menjadi kebiasaan yang konsisten, Bunda.
Demikian jenis kepribadian orang yang konsisten berbuat self-care maupun merawat diri sendiri. Semoga keterangan ini berguna ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)