Tipe Rekan Kerja Toxic yang Bisa Bikin Kamu Stres dan Cara Menghadapinya

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 504x dilihat
Tipe Rekan Kerja Toxic yang Bisa Bikin Kamu Stres dan Cara Menghadapinya

Bagikan Postingan

Tipe rekan kerja toxic bisa membikin suasana kerja terasa tidak nyaman dan mengganggu produktivitas/Foto: Magnific

Dunia kerja tidak selalu melangkah mulus lantaran setiap orang mempunyai karakter, kebiasaan, dan langkah bekerja yang berbeda. Namun, ada beberapa jenis rekan kerja toxic yang perilakunya dapat menguras energi, mengganggu produktivitas, apalagi membikin pekerjaan terasa lebih berat.

Agar tidak terjebak dalam drama alias bentrok yang tidak perlu dengan rekan kerja yang toxic ini, krusial untuk mengenali perilaku tersebut dan mengetahui langkah menghadapi rekan kerja toxic dengan bijak. Yuk, kenali beberapa tipe rekan kerja toxic berikut beserta langkah menghadapinya dalam tulisan yang dilansir dari Science of People berikut ini!

Rekan Kerja yang Hanya Mengandalkan Orang Lain (Free Rider)

Tipe rekan kerja toxic seperti free rider condong mengandalkan personil tim lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka biasanya memberi kontribusi seminimal mungkin. Kenali cirinya agar pembagian tugas tetap setara dan tanggung jawab setiap personil lebih jelas.
Tipe rekan kerja toxic seperti free rider condong mengandalkan personil tim lain untuk menyelesaikan pekerjaan/Foto: Magnific

Free Rider merupakan salah satu tipe rekan kerja toxic yang paling sering ditemui. Mereka condong memanfaatkan tim yang sudah bekerja dengan baik dengan memberikan kontribusi seminimal mungkin, sedangkan pekerjaan yang terbengkalai akhirnya diambil oleh personil tim lain.

Karena biasanya mereka tetap ramah dan mudah diajak berkomunikasi, perilaku ini tidak selalu langsung terlihat. Untuk menghadapinya, perhatikan hasil kerja mereka, bicarakan masalah secara langsung, minta pendapat rekan yang dapat dipercaya, dan dokumentasikan pembagian tugas agar setiap personil tim mempunyai tanggung jawab yang jelas.

Rekan Kerja yang Suka Mengatur Meskipun Bukan Atasan (Micromanager)

Tipe rekan kerja toxic dapat dikenali dari kebiasaan merasa paling tahu dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain/Foto: Magnific

Rekan kerja tipe micro manager adalah orang yang doyan mengatur dan mengawasi pekerjaan orang lain meskipun tidak mempunyai posisi sebagai atasan. Mereka biasanya merasa pendapatnya paling tepat dan tidak ragu memberi tahu orang lain gimana semestinya menyelesaikan pekerjaan, apalagi tanpa pengalaman yang relevan.

Untuk menghadapinya, cobalah meminta mereka menyampaikan setiap permintaan alias perubahan melalui email. Cara ini membantu memperjelas apa saja yang sebenarnya mereka minta dan memberi Anda pengarsipan jika perilaku tersebut terus berlanjut. Jika permintaannya tidak realistis alias sudah melewati pemisah wewenang, Anda mempunyai catatan yang bisa ditunjukkan kepada atasanmu yang sebenarnya.

Rekan Kerja yang Selalu Memaksa Orang Lain untuk Berpikir Positif (Toxic Positive)

Tipe rekan kerja toxic terkadang terlihat dari kebiasaan memaksakan sikap positif dalam beragam situasi/Foto: Magnific

The Toxic Positive adalah jenis rekan kerja yang selalu berupaya terlihat senang dan mengharapkan orang lain melakukan perihal yang sama. Mereka sering mendorong orang lain untuk tetap positif, apalagi ketika sedang menghadapi masalah yang nyata. Meskipun biasanya bermaksud baik, sikap seperti ini justru bisa menguras daya dan membikin seseorang merasa emosinya tidak dihargai.

Untuk menghadapinya, ingat bahwa Anda tidak kudu selalu bersikap positif dan perasaanmu tetap valid. Jika sedang kekecewaan alias khawatir, Anda berkuasa mengungkapkannya. Sampaikan dengan tenang bahwa Anda memerlukan waktu untuk memproses masalah alias support untuk mencari solusinya, bukan sekadar dorongan untuk memandang sisi positif dari keadaan.

Rekan Kerja yang Selalu Menularkan Energi Negatif (Toxic Negative)

Tipe rekan kerja toxic dapat dikenali dari kebiasaan mengeluh, susah memandang sisi positif, dan jarang memberikan solusi yang membangun/Foto: Magnific

Toxic Negative adalah rekan kerja yang condong memandang segala sesuatu dari sisi negatif dan terus-menerus mengeluhkan beragam hal, mulai dari cuaca hingga beban kerja. Sikap tersebut dapat menular dan membikin suasana kerja menjadi lebih buruk, apalagi membikin masalah mini terasa lebih serius. Kamu bisa mengenali jenis rekan kerja yang toxic ini dari kebiasaannya yang selalu mengeluh, susah memandang sisi positif dari sebuah solusi, jarang memberikan saran yang membangun, serta membuatmu ikut merasa capek alias lebih sinis setelah terlalu sering berinteraksi dengannya.

Untuk menghadapinya, hindari terlalu larut dalam keluhan mereka. Cukup akui rasa frustasinya secara singkat, kemudian alihkan pembicaraan alias kembali ke pekerjaanmu. Dengan begitu, Anda tidak ikut memperkuat kebiasaan negatif tersebut.

Rekan Kerja yang Tidak Tahu Kapan Harus Berhenti Mengobrol (Endless Conversationalist)

Tipe rekan kerja toxic dapat terlihat dari kebiasaan mengobrol tanpa mengenali pemisah waktu/Foto: Magnific

The Endless Conversationalist adalah rekan kerja yang senang mengobrol dan sering kali tidak menyadari kapan percakapan perlu dihentikan. Mereka biasanya tidak beriktikad mengganggu, tetapi kurang peka terhadap batas sosial dan waktu, sehingga kerap membujuk bicara saat Anda sedang konsentrasi bekerja.

Jika pertanyaan sederhana mulai berubah menjadi obrolan panjang alias mereka terus mengikutimu untuk melanjutkan percakapan, cobalah menjaga hubungan tetap singkat. Sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang mengejar deadline alias perlu kembali mengerjakan tugas, lampau akhiri percakapan dengan tegas tetapi tetap ramah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads