Ubuntu 26.10 Resmi Dirilis, Hadirkan AI Voice Agent Lokal Bernama Myna

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 3 menit 506x dilihat
Ubuntu 26.10 Resmi Dirilis, Hadirkan AI Voice Agent Lokal Bernama Myna

Bagikan Postingan

Jika Anda bergeser ke Linux Ubuntu untuk mencoba mengelak dari AI, sayangnya ada berita buruk guys, karena Canonical resmi merilis Ubuntu 26.10 dengan codename Stonking Stingray. Dan didalam varian baru ini ada salah satu fitur paling menarik dalam rilis ini yaitu Myna, AI voice agent yang bisa mengubah ucapan menjadi teks menggunakan model lokal, sehingga pemrosesan bunyi bisa dilakukan tanpa mesti mengirimkannya ke jasa cloud.

Nah Ubuntu 26.10 juga membawa Linux kernel 7.3, GNOME 51, serta sejumlah peningkatan keamanan dan sokongan hardware terbaru.

Myna, AI Lokal yang Menarik untuk Ubuntu

Jadi kawan kawan sebelum di cap jelek, perlu diketahui bahwa Myna merupakan fitur speech-to-text yang berkarakter opsional. Melalui fitur ini, pelanggan bisa berbicara dan melihat umpan balik visual selama proses pengenalan bunyi berlangsung.

Dan karena menggunakan model lokal, Myna dirancang untuk menjaga privasi pelanggan tanpa mesti mengandalkan pemrosesan bunyi di cloud.

Nah meskipun berkarakter opsional, tapi Canonical juga tampaknya memiliki visi yang lebih besar untuk fitur ini, dimana kedepannya pelanggan diharapkan bisa memberikan instruksi secara natural, tanpa mesti membuka aplikasi maupun menelusuri pengaturan secara manual.

Baca Juga : Microsoft Defender Kini Dukung Linux Desktop, Bukan Cuma Server

Sebagai contoh, developer cukup meminta pertolongan untuk menyelidiki penyebab kode yang gagal, dan Ubuntu nantinya diharapkan bisa menganalisis hasil pengujian, menemukan kode yang relevan, dan menyiapkan workspace untuk proses troubleshooting.

Namun, saat ini kapasitas tersebut statis merupakan deskripsi developer ke depan, bukan berarti seluruh fungsi itu sudah tersedia di Myna saat ini.

GNOME 51 dan Linux Kernel 7.3

Selain Myna, Ubuntu 26.10 mengadopsi GNOME 51 sebagai desktop environment dengan sejumlah adaptasi khas Ubuntu. Sementara itu, Linux kernel 7.3 membawa sokongan hardware terbaru, termasuk Intel Xe3P, AMD Zen 6, dan NVIDIA 615.

Nah Canonical juga menghadirkan peningkatan lain, seperti sokongan ROCm 10.0 untuk hardware AMD, desktop image untuk hardware RISC-V berbasis RVA23, serta installer khusus amd64v3 untuk platform modern yang kompatibel.

Dari sisi keamanan, Ubuntu 26.10 memperluas sokongan enkripsi penuh disk berbasis TPM, termasuk opsi penggunaan PIN maupun passphrase, dan dalam rilis ini juga mengadopsi Sequoia PGP untuk post-quantum package signing.

Bukan Versi LTS

Nah perlu diperhatikan juga bahwa Ubuntu 26.10 merupakan rilis reguler dengan masa sokongan sembilan bulan, bukan Long Term Support (LTS) seperti Ubuntu 26.04.

Yang berarti, pelanggan yang menginginkan fitur terbaru bisa mencoba varian ini, tetapi perlu bersiap berbuat upgrade lagi pada tahun 2027 agar statis mendapatkan dukungan, oleh karena itu, jika Anda merupakan pelanggan yang lebih mengutamakan stabilitas dan masa sokongan panjang, varian LTS tentu bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Jika Anda tertarik Ubuntu 26.10 sudah tersedia untuk di download melalui situs resmi Ubuntu berikut.


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads