Jika kita mendengar mekanisme operasi open source, mungkin Linux menjadi nama pertama yang terlintas di pikiran. Namun, tahukah Anda bahwa ada proyek lain yang sejak puluhan tahun kemudian mencoba menghadirkan mekanisme operasi dengan kompatibilitas aplikasi Windows, tetapi dikembangkan secara terbuka?
Nah namanya adalah ReactOS, dimana project ini sebenarnya sudah berumur 30 tahun dan punya tujuan yang cukup ambisius, yaitu membangun mekanisme operasi open source yang kompatibel dengan aplikasi dan driver Windows.

Dan menariknya, ReactOS bukan sekadar membikin tampilan desktop yang menyerupai Windows saja guys, karena project ini berupaya membangun ulang beragam elemen internal Windows agar aplikasi yang dirancang untuk mekanisme operasi Microsoft bisa berjalan di dalamnya.
Apa Itu ReactOS?
Nah bisa dibilang, ReactOS merupakan project mekanisme operasi open source yang berupaya menghadirkan kompatibilitas dengan Windows tanpa bersandar pada mekanisme operasi buatan Microsoft.

Karena itu, ReactOS memiliki pendekatan yang berbeda dari distribusi Linux pada umumnya, yang alih-alih menggunakan kernel Linux kemudian menyediakan lingkungan desktop yang mirip Windows, ReactOS mengembangkan sistemnya sendiri dengan tujuan kompatibilitas terhadap arsitektur Windows NT.
Untuk usia, project ini sudah berjalan selama puluhan tahun, tetapi perkembangannya memang terbilang lambat, meskipun begitu, beragam peningkatan terus dilakukan, mulai dari sokongan boot UEFI pada 2023 hingga perbaikan sokongan filesystem FAT pada 2025.
Yang tentu, tujuan akhirnya adalah menaikkan kompatibilitas dengan generasi Windows yang lebih modern, termasuk mekanisme berbasis NT 6 dan setelahnya.
Bukan Sekadar Meniru Tampilan Windows
Nah salah satu hal yang menarik dari ReactOS ini menurut aku adalah fokusnya pada kompatibilitas internal, dimana mekanisme operasi ini tidak cukup cuma memiliki Start Menu, Taskbar, maupun File Explorer yang terasa familiar bagi pelanggan Windows.
ReactOS juga perlu mendukung beragam mekanisme sistem, API, driver, dan struktur direktori yang diharapkan oleh aplikasi Windows. Nah itulah yang membikin pengembangannya menjadi pekerjaan besar dan membutuhkan waktu panjang.
Dalam perkembangannya, ReactOS kini mulai bertransisi menuju arsitektur NT 6 secara bertahap, dimana generasi NT 6 menjadi tonggak krusial karena digunakan oleh Windows Vista, Windows 7, Windows 8, dan Windows 8.1. Sementara Windows 10 dan Windows 11 sendiri merupakan generasi yang lebih baru, sehingga kompatibilitas dengan NT 6 saja belum otomatis menjamin semua aplikasi modern bisa berjalan.
Dengan kata lain, ReactOS statis mesti melalui banyak tahapan sebelum bisa menjadi alternatif Windows yang benar-benar matang.
Masih Jauh dari Pengganti Windows 11
Nah meskipun evolusi ReactOS semakin menarik dengan menghadirkan sokongan NTFS dan struktur berkas yang sudah mendekati Microsoft Windows, ada satu hal yang perlu dipahami, project ini belum bisa dianggap sebagai alternatif Windows 11 yang siap digunakan semua orang.
Dukungan NTFS dan transisi menuju NT 6 memang merupakan pencapaian penting, tetapi keduanya belum menjamin kompatibilitas penuh dengan aplikasi Windows modern, termasuk sokongan driver, stabilitas sistem, dan kompatibilitas aplikasi statis menjadi tantangan dalam pengembangannya.
Meski begitu, ReactOS statis menjadi project yang menarik untuk diikuti, terutama bagi mereka yang penasaran sepertiapa mekanisme operasi dengan kompatibilitas Windows bisa dikembangkan secara open source.
Nah jika project ini terus berkembang, bukan tidak mungkin ReactOS akan semakin bisa menjalankan aplikasi yang sebelumnya cuma tersedia untuk Windows, tapi untuk sekarang, posisinya statis sebagai project eksperimental yang terus dibangun dan bukan alternatif siap pakai untuk menggantikan Windows 10 maupun Windows 11.
Apakah Anda pernah dengar project ini guys? dan apakah Anda pernah mencobanya? komen dibawah.
Via : ReactOS
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]