Vasektomi Bisa Ditanggung Bpjs Kesehatan, Ketahui Prosedur Dan Syaratnya

May 16, 2026 09:30 PM - 14 jam yang lalu 738

Dalam program Keluarga Berencana (KB), biasanya Bunda lebih sering mengambil tanggung jawab. Namun, Ayah juga dapat ikut andil membantu Bunda mensukseskan program KB, salah satunya dengan melakukan vasektomi.

Vasektomi sangat dianjurkan bagi pasangan yang sudah berkeyakinan untuk berakhir mempunyai anak alias tidak menambah keturunan lagi. Prosedur ini aman, efektif, dan minim risiko, sehingga lebih efisien dan praktis dibandingkan KB pada perempuan.

Apabila mungkin Bunda dan Ayah berpikir vasektomi itu mahal, tenang saja, prosedur tersebut dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, lho. Nah, simak info lengkapnya mengenai vasektomi berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal vasektomi, kontrasepsi bagi laki-laki

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen pada Ayah yang dilakukan dengan langkah memutus alias menutup saluran sperma. Sperma tetap diproduksi oleh testis, namun sperma tidak bakal keluar dan bercampur dengan air mani saat ejakulasi.

Meski begitu, Ayah yang menjalani vasektomi tetap dapat mengeluarkan cairan mani seperti biasa, hanya saja cairan tersebut tidak mengandung sperma dan tidak menyebabkan fertilisasi. Itulah kenapa vasektomi menjadi kontrasepsi yang efektif dan efisien.

Bunda dan Ayah tidak perlu cemas karena vasektomi tidak bakal memengaruhi hormon testosteron. Produksi hormon tetap normal sehingga tidak berakibat pada antusiasme seksual, ereksi, maupun stamina saat berhubungan, asal tetap menerapkan pola hidup yang sehat.

Vasektomi ditanggung BPJS Kesehatan di beragam akomodasi kesehatan

Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk mendorong pengendalian laju keturunan dan pertumbuhan penduduk. Demi mensukseskan program tersebut, pemerintah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani prosedur kontrasepsi.

Permenkes No. 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan telah mengatur besaran biaya vasektomi serta kontrasepsi lainnya. Berikut tarif pelayanan kontrasepsi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), salah satunya Puskesmas:

  • Pemasangan dan/atau pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) alias IUD (intrauterine device), sebesar Rp105.000.
  • Pemasangan dan/atau pencabutan implan, sebesar Rp105.000.
  • Pelayanan suntik KB, sebesar Rp20.000 setiap kali suntik.
  • Penanganan komplikasi KB, sebesar Rp125.000.
  • Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Pria (KBMOP) alias vasektomi, sebesar Rp370.000.

Selain di FKTP, Bunda dan Ayah juga bisa mendapatkan kontrasepsi di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), seperti klinik umum, rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Biaya pembayaran yang diklaim BPJS Kesehatan menggunakan tarif Indonesian-Case Based Groups (tarif INA-CBG) dan tarif non INA-CBG.

Tarif INA-CBG adalah besaran klaim yang dibayarkan BPJS Kesehatan kepada FKRTL berasas pengelompokan pemeriksaan dan prosedur, yang mencakup seluruh jasa medis dan non-medis. Sementara itu, tarif non INA-CBG adalah biaya di luar paket INA-CBG untuk jasa tertentu yang diklaim secara terpisah.

Menurut pasal 26, tarif INA-CBG pada pelayanan kontrasepsi meliputi:

  • Pelayanan KB pasca persalinan
  • KB pasca keguguran
  • Pemasangan/pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan Implan interval dengan indikasi medis
  • Tubektomi alias Metode Operasi Wanita (MOW) interval dengan indikasi medis
  • Penanganan komplikasi penggunaan kontrasepsi

Demikian info mengenai kontrasepsi vasektomi yang dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Semoga berfaedah bagi Ayah dan Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya