Viral Petani Pakai Paracetamol Untuk Suburkan Tanaman Cabai Usai Harga Pupuk Naik

Jun 19, 2026 02:40 PM - 7 jam yang lalu 303

Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan tanggapan mengenai viralnya petani yang menggunakan obat-obatan untuk pertumbuhan tanaman cabai. Dalam unggahan tersebut, penggunaan obat disebut berangkaian dengan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa penggunaan obat-obatan seperti paracetamol dan vitamin B kompleks untuk menyuburkan tanaman cabe tidak termasuk praktik yang dianjurkan dalam budidaya pertanian di Indonesia.

"Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabe secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan. Oleh lantaran itu, praktik tersebut tidak dapat dijadikan referensi budi daya yang direkomendasikan," ujar Agung, dikutip dari laman detikcom, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lebih lanjut, Kementan mengimbau petani untuk menggunakan pupuk, pestisida, serta unsur pengatur tumbuh yang telah terdaftar secara resmi dan mempunyai dasar ilmiah yang jelas, Bunda.

Sementara itu, penggunaan obat-obatan yang ditujukan untuk manusia, seperti paracetamol maupun vitamin B kompleks, hingga sekarang belum mendapatkan rekomendasi untuk diterapkan dalam budidaya tanaman cabe di Indonesia.

Kementan pastikan kesiapan pupuk tetap aman

Menanggapi dugaan bahwa penggunaan obat-obatan pada tanaman cabe dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah, Agung mengakui bahwa pergerakan kurs memang dapat berakibat pada nilai bahan baku yang digunakan dalam industri pupuk dan pestisida.

Meski demikian, pemerintah disebut terus berupaya menjaga kesiapan sarana produksi pertanian agar tetap dapat diakses oleh petani. 

"Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi nilai sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida, tetapi pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi," kata Agung.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memastikan pengedaran pupuk bersubsidi maupun pupuk komersial melangkah dengan baik dan sesuai kebutuhan petani.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, serta penerapan teknologi budidaya. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan alias input pertanian yang tetap berasal dari impor.

Tidak hanya itu, Kementan turut membujuk petani untuk menggunakan pupuk dan pestisida yang telah terdaftar serta sesuai rekomendasi yang berlaku, Bunda. Di sisi lain, penyuluh pertanian juga terus dilakukan, sehingga petani dapat memperoleh teknologi budidaya yang tepat dan berbasis hasil penelitian.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Selengkapnya