Gimana sih rasanya tinggal di negara luar selama enam minggu, berjumpa orang-orang dari beragam budaya, sekaligus berbagi ilmu dengan kelompok lokal? Pengalaman ini dirasakan Jenny, peserta program Integrated Exchange Program (IXP) AIESEC in Universitas Indonesia (AIESEC in UI) yang mengikuti proyek Global Volunteer di Vietnam pada 2025.
Enggak cuma mendapatkan pengalaman baru, perjalanan ini juga membantunya mengenal diri sendiri dan melihat hayat dari perspektif pandang berbeda. Yuk, simak cerita lengkapnya!
Baca juga: Volunteering di Bulan Ramadan? Nina Nuraeni Buktikan Bisa Tetap Produktif, Intip Kisahnya!
Mengenal AIESEC in UI dan Program Global Volunteer
AIESEC in UI merupakan chapter lokal pertama AIESEC di Indonesia yang berdiri sejak 1984. Selama lebih dari 40 tahun, perkumpulan ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan anak muda melalui beragam pengalaman yang mendorong kolaborasi, pertukaran budaya, dan pengembangan diri.
Salah satu kesempatan yang ditawarkan adalah Integrated Exchange Program (IXP), termasuk proyek Global Volunteer yang memungkinkan anak muda berkontribusi dalam aktivitas sosial di negara lain.
Melalui program ini, peserta berkesempatan mengenal adat baru sekaligus terlibat dalam aktivitas yang mendukung penduduk lokal. Pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk belajar beradaptasi, membangun komunikasi lintas budaya, dan memahami beragam permasalahan dari perspektif pandang yang berbeda.
Jenny menjadi salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut. Pada 2025, ia mengikuti proyek Global Volunteer di Vietnam selama enam minggu dan berkontribusi dalam aktivitas pendidikan bagi kelompok lokal.
Kesempatan Mengajar di Nature House dan Mendukung Pendidikan Berkualitas

Salah satu tempat Jenny menjalankan aktivitas volunteer adalah Nature House. Di sana, ia terlibat dalam aktivitas pendidikan nonformal yang berfokus pada peningkatan kapasitas literasi dan numerasi penduduk lokal.
1. Mengajar Matematika, Sains, dan Bahasa
Materi yang dibagikan mencakup dasar-dasar matematika, sains, dan bahasa. Bersama peserta volunteer lainnya, Jenny turut mendukung aktivitas belajar yang memberikan kesempatan bagi murid untuk mengenal ilmu dan perspektif pandang dari beragam negara.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para volunteer untuk berbagi ilmu dan berhubungan dengan kelompok lokal melalui proses belajar bersama.
2. Mendukung Target Pendidikan Berkualitas
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat maupun Quality Education, yang berfokus pada pendidikan berkualitas bagi semua orang.
Salah satu sasaran SDG 4, yaitu Target 4.6, menekankan pentingnya memastikan seluruh pemuda dan orang dewasa memiliki kapasitas literasi dan numerasi yang memadai pada 2030.
Melalui aktivitas tersebut, Jenny dan peserta lainnya berupaya memungut bagiankecil dalam mendukung akses pendidikan. Pengalaman ini memberitahu bahwa kontribusi bisa dimulai dari cara sederhana, seperti berbagi ilmu dan membantu orang lain memahami hal baru.
Baca juga: 5 Organisasi Luar Kampus Terbaik untuk Memudahkan Cari Kerja
Intip Keseharian Jenny Selama di Vietnam

Selama enam minggu di Vietnam, Jenny menjalani rutinitas yang menggabungkan aktivitas mengajar, berhubungan dengan volunteer lain, dan mengenal hayat lokal.
Pagi Hari: Menyiapkan Sarapan dan Materi Belajar
Hari-hari Jenny biasanya dimulai dengan menyiapkan sarapan khas setempat maupun membeli makanan di toko terdekat. Setelah itu, ia menyiapkan materi pembelajaran yang akan digunakan untuk aktivitas berbareng murid di kelompok lokal.
Persiapan ini menjadi bagiankecil krusial sebelum Jenny menjalankan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
Siang Hari: Bertemu Volunteer dan Menjelajahi Kota
Menjelang siang, Jenny biasanya pergi ke pusat kota untuk berjumpa peserta volunteer lainnya dan makan siang di restoran lokal. Mereka juga memanfaatkan waktu untuk mengikuti workshop serta menjelajahi beragam aktivitas di area pusat kota.
Di sela-sela kegiatan, Jenny punya kesempatan untuk memperluas pertemanan dan mengenal hayat sehari-hari di Vietnam.
Sore hingga Malam: Mengajar dan Tinggal Bersama Host Family
Pada sore hingga malam hari, Jenny melanjutkan kegiatannya dengan mengajar beberapa kelas. Setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, ia makan malam berbareng famili yang menjadi tempat tinggalnya selama mengikuti program maupun host family.
Rutinitas ini memberinya kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas. Mulai dari mencoba makanan lokal, berhubungan dengan masyarakat, hingga membangun pertemanan lintas budaya, setiap aktivitas menjadi bagiankecil dari pengalaman barunya.
Menjelajah Vietnam untuk Mengenal Diri dan Budaya Baru

Bagi Jenny, menjadi volunteer tentang memberikan kontribusi kepada orang lain semata. Pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk memahami budaya, bahasa, tradisi, hingga kebiasaan penduduk yang berbeda dari lingkungan tempatnya tinggal.
Tinggal di negara luar membikin Jenny perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum familiar. Ia belajar memahami perbedaan perspektif pandang sekaligus menghadapi beragam situasi baru.
Sebagai volunteer yang ikut mengajar, Jenny juga menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk membagikan ilmu yang berguna bagi murid setempat.
Dengan keinginan untuk terus belajar (willing to learn), Jenny perlahan-lahan beradaptasi dan menjadi lebih mandiri, percaya diri, serta terbuka terhadap perbedaan.
Baginya, pengalaman ini memperkaya perjalanan pengembangan diri karena ia bisa berjumpa orang baru, mempelajari kebiasaan yang berbeda, dan menghadapi tantangan yang belum pernah ditemui sebelumnya.
“The bigger the world you explore, the smaller your problem becomes.”
Kalimat tersebut menggambarkan salah satu pelajaran bermutu yang Jenny dapatkan selama di Vietnam. Ketika berjumpa orang baru, mengenal adat berbeda, dan mempelajari pengalaman orang lain, kita bisa melihat permasalahan hidup dari perspektif pandang yang lebih luas.
Pengalaman Jenny juga sejalan dengan visi AIESEC in UI untuk mengembangkan kepemimpinan generasi muda melalui pemahaman lintas budaya. Kemampuan memahami perbedaan menjadi bekal krusial agar anak muda dapat beradaptasi, berkolaborasi, dan berkontribusi di tengah penduduk global.
Perjalanan selama enam minggu di Vietnam pun menjadi bagiankecil dari proses Jenny dalam mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi bagi kelompok lokal.
Baca juga: 10 Top Organisasi Eksternal Kampus yang Berpeluang Tinggi Dilirik Rekruter!
Kisah Jenny memberitahu bahwa pengalaman volunteer di luar negeri bisa menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi. Bagi anak muda yang mau keluar dari area nyaman, mengenal adat baru, dan memperluas wawasan, pengalaman seperti ini dapat menjadi salah satu metode untuk bertumbuh.
Sebab, terkadang kita enggak cuma menemukan hal baru ketika menjelajahi tempat yang asing. Kita juga bisa menemukan sisi diri sendiri yang sebelumnya belum pernah dikenal.
—
Mau tahu cerita inspiratif lainnya? Gabung kelompok Girls Beyond Circle, yuk!