Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 14x dilihat
Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

Bagikan Postingan

Pemerintah Indonesia berencana memberikan saldo Rp50 ribu bagi penduduk RI usia 17 Tahun. Saldo tersebut rencananya akan disalurkan melalui pembukaan rekening. Penyaluran rekening ini akan diserahkan berbarengan ketika penduduk RI usia 17 tahun memperoleh KTP.

“Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, dikutip halaman CNBC.

Program pembuatan rekening bagi penduduk RI usia 17 ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo. Program tersebut diusung dengan tujuan agar setiap penduduk memiliki akses terhadap jasa perbankan. Pemerintah menargetkan 200 juta penduduk dapat memiliki rekening bank melalui program ini.


"Rekening cuma-cuma kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden, bahwa untuk rekening cuma-cuma ini dari hasil rekab, itu ada sekitar yang sudah di atas usia 17 tahun, belum punya rekening itu ada jumlah tertentu. Nah ini yang kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut, itu membutuhkan biaya jika kita kasih Rp 50 ribu sebesar Rp 3,8 triliun," tutur Airlangga, dilansir detikfcom.

Airlangga juga menyampaikan bahwa kepemilikan otomatis rekening bank bagi penduduk usia 17 tahun ini akan memiliki beragam fungsi, termasuk untuk penyaluran pertolongan sosial (bansos) tunai.

Sementara bagi pemilik rekening yang merupakan pelaku UMKM, akan ada mekanisme pembayaran QR yang otomatis tersedia maupun QRIS tanpa potongan, seperti dikutip CNN Indonesia. 

"Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak meminta discount. Jadi, nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan ini akan mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah," ujar Airlangga.

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyampaikan bahwa biaya pembuatan rekening sekaligus saldo Rp50 ribu bagi penduduk RI ini berasal dari APBN. Ia mengutarakan bahwa fiskal pemerintah memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan program yang mendukung inklusi finansial tersebut.

“Rp50 ribu dikali sekian orang, aku pikir enggak banyak-banyak sangat loh, jika aku lihat ya,” kata Purbaya. “Kan kita ada cadangan berbelanja juga. Cadangan berbelanja kita ada, selalu ada, dan aku lihat statis masuk,” sambungnya.

Ada dua bank yang disiapkan pemerintah sebagai pemasok rekening, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai tahap awal. 

Nantinya, penduduk akan menerima rekening yang dibuka secara otomatis serta akan langsung memperoleh saldo mula dari pemerintah sebesar Rp50 ribu. Dana tersebut dipastikan tidak boleh terpotong biaya pengelolaan maupun biaya lainnya.

Pemerintah bekerja-sama dengan beragam pihak untuk merealisasikan program pemberian rekening ini. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dilibatkan untuk memperoleh keterangan penerima. Karena, rekening akan dibuat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Nanti Pak Ferry (Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan) bikin regulasinya agar BI dan OJK kita meminta untuk tidak bisa disedot," kata Airlangga.

Selain itu, dalam persiapan program ini, pemerintah telah menyiapkan ketentuan khusus berbareng Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar saldo mula tersebut statis utuh di rekening penerima.

Program pemberian rekening untuk penduduk RI usia 17 tahun belum dijalankan tahun ini. Saat ini pemerintah statis  membahas secara keseluruhan dari program ini, termasuk rancangan pemberiannya. Kemungkinan kata Airlangga program ini akan mulai berjalan tahun depan.

"Tahun ini statis kita bahas. (Mulai berjalan mula tahun 2027?) Insyaallah," ungkapnya.

Saat ini belum ada jumlah pasti mengenai total penduduk yang akan menerima rekening dari pemerintah. Namun, Airlangga memaparkan tentang total anggaran yang digelontorkan, yaitu sebesar Rp3,8 triliun.

"Tinggal dibagi saja Rp 3,8 triliun ini dibagi Rp 50 ribu," katanya.

Terkait mekanisme penyaluran rekening dan saldo Rp50 ribu untuk penduduk berumur 17 tahun, Airlangga belum bisa menerangkan lebih lanjut. 

Demikian bahasan mengenai hajat pembukaan rekening untuk penduduk Indonesia berumur 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads