Waspada Bun! 5 Kebiasaan Bangun Tidur Pagi Ini Bisa Merusak Otak

May 06, 2026 06:50 AM - 2 minggu yang lalu 22182

Jakarta -

Siapa di sini yang terbiasa bangun pagi setiap harinya? Kebiasaan ini memang sering dikaitkan dengan tubuh dan pikiran yang terasa lebih fresh serta siap beraktivitas.

Namun tanpa disadari, ada kebiasaan setelah bangun tidur yang bisa berakibat jelek pada tubuh kita, lho. Bahkan, beberapa di antaranya bisa berpengaruh pada langkah kerja otak dalam menjalani hari.

Seorang master ilmu jiwa sekaligus mahir neurosains asal Jerman, Patricia Schmidt, PsyD, menjelaskan bahwa kebiasaan di awal hari bisa menentukan suasana hati hingga konsentrasi kita sepanjang hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Apa yang dilakukan (atau tidak lakukan) selama 60-90 menit pertama setelah bangun tidur bakal memengaruhi suasana hati dan keahlian kognitif selama beberapa jam berikutnya," tulisnya, dikutip dari Your Tango.

Faktanya, banyak orang melakukan kebiasaan yang justru kurang baik bagi otak di pagi hari. Lalu, apa saja ya kebiasaan bangun tidur pagi yang berakibat negatif pada kondisi tubuh kita?

5 Kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur yang berakibat jelek pada otak

Mengutip dari laman Your Tango, berikut beberapa kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur yang bisa berakibat jelek pada kesehatan otak.

1. Langsung mengecek gadget di pagi hari

Bunda, kebiasaan langsung membuka gadget setelah bangun tidur rupanya sering dilakukan banyak orang. Bahkan, disebutkan sekitar 84 persen orang di Amerika Serikat langsung memeriksa gadget dalam 10 menit pertama setelah bangun.

Padahal, tubuh sedang berada pada fase awal penyesuaian hormon di pagi hari, termasuk peningkatan kortisol yang membantu kita siap menjalani kegiatan. Saat momen ini langsung diisi dengan gadget, seperti memandang media sosial alias pekerjaan, otak kita bisa langsung menerima 'beban' stres.

Hal ini membikin sistem tubuh kita yang semestinya melangkah pelan-pelan jadi terganggu. Akibatnya, otak bisa lebih sigap capek dan suasana hati ikut terpengaruh sejak pagi.

Karena itu, sebaiknya beri jarak sejenak sebelum menyentuh gadget setelah bangun tidur ya, Bunda. Biarkan tubuh beradaptasi terlebih dulu dengan kondisi pagi.

2. Menghindari sinar mentari pagi

Tak sedikit orang yang langsung berada di dalam ruangan begitu bangun tidur, sehingga jarang terkena sinar mentari pagi. Padahal, sinar di pagi hari bagus untuk tubuh dan otak kita, lho

Cahaya yang masuk ke mata membantu mengontrol ritme harian kita. Saat kita terkena sinar pagi, otak bakal menerima sinyal untuk mulai "menyalakan" sistem tubuh secara perlahan.

Selain itu, paparan sinar pagi juga menyeimbangkan hormon yang berasosiasi dengan tidur dan suasana hati. Inilah yang membikin tubuh kita lebih segar di siang hari dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari.

Kalau Bunda kekurangan sinar mentari pagi, tubuh bisa terasa lebih mudah capek dan kurang bersemangat. Karena itu, usahakan untuk terkena sinar mentari sesaat setelah bangun tidur, meski hanya beberapa menit.

Bunda bisa berdiri di dekat jendela alias keluar rumah sejenak agar tubuh lebih siap menjalani hari.

3. Langsung sibuk bekerja begitu bangun tidur

Bunda, ada juga kebiasaan langsung membuka pekerjaan sesaat setelah bangun tidur agar pagi hari terasa lebih produktif. Sekilas mungkin tampak efisien ya, tapi sebenarnya tubuh kita tetap dalam tahap penyesuaian.

Di kondisi ini, otak tetap berada dalam fase 'belum sepenuhnya siap' untuk berpikir berat alias mengambil keputusan. Jadi, konsentrasi dan daya pikir kita sebenarnya belum bekerja optimal seperti di siang hari.

Saat dipaksa langsung bekerja, otak bisa terasa lebih sigap capek dan susah berkonsentrasi. Padahal, otak perlu waktu untuk betul-betul "bangun" sebelum beraktivitas.

4. Sarapan dengan makanan yang terlalu manis

Selanjutnya, sarapan manis seperti roti dengan selai alias sereal bergula memang jadi pilihan lantaran praktis dan enak, setuju tidak, Bunda? Tetapi, kebiasaan ini sebenarnya memberi pengaruh tidak bagus untuk tubuh dan otak.

Makanan tinggi gula membikin kadar gula darah naik cepat, lampau turun kembali dalam waktu singkat. Kondisi naik-turun ini bisa membikin daya jadi tidak stabil dan otak ikut terasa 'lemas'.

Karena otak memerlukan daya yang seimbang untuk bekerja dengan baik, perubahan gula yang terlalu sigap bisa memengaruhi konsentrasi dan konsentrasi Bunda. Akibatnya, tubuh bisa sigap lapar kembali dan mudah merasa lesu.

Sebagai alternatif, Bunda bisa memilih sarapan yang mengandung protein agar daya bisa tahan lebih lama. Protein membantu otak bekerja lebih stabil sekaligus membikin tubuh lebih kenyang lebih lama.

5. Kurang minum air setelah bangun tidur

Siapa di sini yang begitu bangun tidur tidak langsung minum air putih? Perlu diketahui bahwa selama tidur di malam hari, tubuh kita bakal kehilangan banyak cairan, Bunda

Kalau kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi, otak bisa terasa lebih lambat bekerja dan konsentrasi jadi menurun. Tak hanya itu, suasana hati juga turut berubah menjadi kurang nyaman alias mudah lelah.

Ketika bangun tidur, sebaiknya Bunda langsung minum air putih agar tubuh kembali segar. Bahkan, satu gelas air sudah cukup membantu mengembalikan kondisi tubuh kita di pagi hari.

Itulah penjelasan tentang beberapa kebiasaan bangun tidur pagi yang bisa berakibat jelek pada otak. Sudahkah Bunda menerapkannya pagi ini?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Selengkapnya