Seseorang yang memilih tak bersuara saat marah dan kecewa biasanya mempunyai kepribadian yang khas, Bunda. Mereka memilih untuk tak bersuara bukan lantaran tidak peduli dengan situasi.
Bagi orang-orang ini, keheningan adalah langkah terbaik untuk memproses emosi dan mengatasi konflik. Mereka tak bersuara untuk menenangkan hati agar tidak melakukan perihal yang impulsif.
Studi yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology tahun 2010 menemukan bahwa orang yang condong menekan emosi, melakukannya untuk melindungi diri sendiri. Mereka belajar bahwa mengekspresikan emosi biasanya bakal menimbulkan masalah baru yang susah dihindari.
Mengenali karakter kepribadian orang yang memilih tak bersuara saat marah sangat penting, Bunda. Hal tersebut bisa membantu kita dalam berinteraksi dan menjalin relasi dengan baik.
Simak karakter kepribadian orang yang suka tak bersuara saat marah berikut ini!
Ciri kepribadian orang yang memilih tak bersuara saat marah
Melansir dari laman Your Tango, berikut 10 karakter kepribadian orang yang lebih memilih tak bersuara saat marah alias merasa kecewa:
1. Mereka sangat introspektif
Orang yang banyak menghabiskan waktu dalam tak bersuara setelah merasa jengkel biasanya suka menganalisis emosi mereka. Orang-orang ini mencoba memahami situasi sebelum mengatakan apa pun.
Ketika terdiam, biasanya lantaran otak mereka memutar ulang situasi dari setiap perspektif pandang dan mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Bagi mereka yang mencari solusi instan, perihal ini mungkin membikin frustrasi. Tetapi bagi orang-orang ini, tak bersuara adalah langkah terbaik untuk memproses emosi tanpa memperburuk keadaan.
2. Pribadi yang suka menjaga suasana hati orang lain
Saat seseorang menjadi pendiam lantaran kesal, mereka biasanya menyadari sungguh menularnya emosi, terutama emosi negatif dan intens. Mereka lebih memilih menanggungnya sendiri daripada emosi memengaruhi orang lain.
Sifat alias karakter kepribadian ini dapat berasal dari kebenaran bahwa mereka sangat empatik. Orang-orang ini bakal mudah menyadari ketika orang lain merasa sedih dan stres. Alih-alih menambah kekacauan, mereka bakal mundur sejenak dan memproses emosi sendiri, lampau membagikannya ketika mereka merasa perihal itu tidak bakal membebani orang lain.
3. Pribadi yang tangguh
Orang yang memilih tak bersuara saat marah biasanya adalah pribadi yang tangguh. Mereka bisa memahami bahwa bereaksi secara langsung mungkin tidak bakal menyelesaikan apa pun, jadi mereka mengandalkan keahlian untuk memperkuat dan mempunyai waktu untuk pulih sebelum berbicara.
Keheningan memberikan ruang untuk memproses emosi tanpa membiarkan rasa frustrasi menguasai diri. Orang-orang ini biasanya tidak perlu mengungkapkan setiap pikiran alias emosi lantaran mereka percaya diri untuk mengatasinya sendiri.
4. Suka berhati-hati secara emosional
Orang yang memilih tak bersuara saat kecewa condong lebih berhati-hati secara emosional sebelum mengungkapkan emosi mereka. Hal ini lantaran mereka tidak mau mengatakan sesuatu yang nantinya bakal disesali.
Mereka memahami bahwa tidak berpikir sebelum berbincang terkadang dapat meningkatkan ketegangan. Itulah kenapa mereka memutuskan untuk berakhir sejenak dan merenung.
5. Orang yang menghindari konflik
Orang-orang yang menahan diri saat emosi umumnya tidak menyukai konfrontasi dan lebih memilih untuk mundur daripada memperburuk situasi. Keputusan untuk tak bersuara adalah sebuah sistem pertahanan.
Sikap tak bersuara ini sebenarnya memberi mereka kesempatan untuk mengevaluasi situasi dan memilih untuk menghadapinya dengan lebih tenang dibandingkan jika mereka ikut kombinasi dan memperburuk keadaan. Keheningan terkadang dilakukan tanpa ada niat jahat, melainkan hanya untuk menghindari drama yang tidak perlu.
6. Pribadi yang mandiri
Ketika seseorang menjadi pendiam setelah merasa kesal, biasanya itu dilakukan untuk berpikir. Mereka berpikir untuk menyelesaikan masalah tersebut di dalam hati sebelum berbicara.
Orang-orang ini mau bertanggung jawab atas emosi mereka sendiri dan memastikan bahwa mereka tidak bereaksi dengan langkah yang tidak mencerminkan emosi mereka. Mereka menyadari bahwa tidak semua orang bisa menangani emosi yang intens, jadi mereka memilih untuk mengelola emosi mereka sendiri terlebih dahulu.
7. Orang yang sangat jeli
Orang yang tak bersuara saat marah biasanya bisa menangkap hal-hal tertentu. Mereka menyerap info sebelum bereaksi dan mau memahami semua dinamika sebelum betul-betul berbicara.
"Memiliki keahlian observasi yang baik berfaedah cukup peka terhadap emosi orang lain, termasuk bisa memvalidasi apa yang mungkin dipikirkan alias dirasakan orang lain," kata master komunikasi Joe Navarro.
8. Pribadi yang sabar
Orang yang sabar biasanya memilih tak bersuara saat marah alias merasa kecewa. Mereka lebih suka memberi diri sendiri waktu untuk membiarkan gelombang emosi berlalu sepenuhnya. Mereka jauh lebih nyaman jika dapat berdiam diri dengan emosi tidak nyaman untuk sementara waktu.
Orang-orang ini tidak panik ketika emosi mereka menjadi terlalu kuat. Mereka lebih memilih meluangkan waktu dan mengatakan sesuatu yang bermakna, daripada terburu-buru mengatakan sesuatu yang tidak mereka maksudkan.
9. Pribadi yang sangat terutup
Menjadi orang yang tertutup terkadang berfaedah mereka tidak mau berbagi setiap pikiran alias emosi dengan orang-orang di sekitar. Kepribadian inilah yang juga sering dimiliki orang yang memilih tak bersuara saat marah alias kecewa, Bunda.
Mereka merasa bahwa kepercayaan kudu diperoleh sebelum mengizinkan seseorang masuk. Ketika mereka menjadi pendiam, biasanya itu lantaran mereka sedang memutuskan apakah mereka merasa cukup kondusif untuk betul-betul berbagi dengan seseorang.
10. Peka terhadap penilaian
Memilih tak bersuara saat marah dapat berfaedah orang tersebut memang tidak mau mengatakan perihal yang salah dan kemudian ditanggapi dengan buruk. Daripada mengambil akibat itu, mereka memilih untuk menyimpan semuanya untuk sementara waktu.
Bagi orang-orang ini, keheningan memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri dengan langkah yang membikin mereka merasa kondusif dan puas. Mereka juga biasanya sangat peduli tentang gimana hubungan dapat terpengaruh oleh apa yang mereka katakan, sehingga mereka tidak mau merusaknya dengan sigap bicara.
Demikian 10 karakter kepribadian orang yang memilih tak bersuara saat marah dan kecewa. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)