Kemajuan teknologi pada teknologi in vitro fertilization (IVF) semakin canggih lantaran dapat menghasilkan kehamilan dari embrio beku. Terbaru, sekarang 3 dari 4 kehamilan via IVF dihasilkan dari embrio beku.
Seiring modernisasi, pengobatan kesuburan di Australia terus meningkatkan kesempatan sukses kehamilan sekaligus mengurangi akibat bagi bayi dan ibunya. Diketahui bahwa, orang Australia yang menjalani IVF sekarang bisa mendapatkan kesempatan lebih baik untuk mendapatkan anak dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Data baru dari Australia dan Selandia Baru menunjukkan bahwa pengobatan yang ada saat ini semakin berkembang. Sehingga, bukan sekadar keberhasilan kehamilan yang ditawarkan tetapi juga pengobatan yang semakin efektif dan lebih kondusif baik bagi ibu dan bayi.
Data dari Australian and New Zealand Assisted Reproduction Database (ANZARD) mencatat bahwa nyaris 114 ribu siklus pengobatan IVF pada 2024 menghasilkan lebih dari 20.900 bayi. Hal ini tentu setara dengan satu dari lima siklus yang diinisiasi yang mengarah pada kelahiran hidup.
"Pengobatan kesuburan memainkan peran yang semakin besar dalam membantu family tumbuh," kata Profesor Georgina Chambers, Director of UNSW National Perinatal Epidemiology and Statistics Unit (NPESU) dan penulis utama laporan tersebut.
| Baca Juga : Resmi Jadi Bayi Tertua, Embrio Ini Menanti 31 Tahun untuk Lahir |
Teknologi embrio beku
Ia mengatakan bahwa praktik pembekuan baru seperti vitrifikasi embrio telah secara signifikan meningkatkan kesempatan embrio untuk memperkuat dari proses kriopreservasi. Selain itu, ada penggunaan siklus IVF dari embrio kaku yang semakin meningkat di mana semua embrio dibekukan dan kemudian dipindahkan pada siklus berikutnya.
Saat ini, sekira 70 persen transfer embrio melibatkan embrio beku. Dalam lima tahun dari 2021 hingga 2024, tingkat kelahiran hidup per transfer embrio meningkat ialah dari 31.2 persen menjadi 33.3 persen untuk embrio beku, dibandingkan dengan peningkatan yang lebih mini dari 25.4 persen menjadi 26.2 persen untuk embrio segar.
Pembekuan embrio menjadi metode baru
Anggapan umum yang beredar dalam proses IVF sebelumnya adalah bahwa sel telur diambil dan kemudian digunakan untuk membikin embrio dan satu embrio langsung ditransfer ke dalam rahim.
Namun, kenyataannya adalah transfer embrio sering kali sengaja ditunda guna memberi waktu bagi tubuh wanita untuk pulih dari stimulasi ovarium, sekaligus memberikan elastisitas lebih besar untuk melakukan transfer embrio pada kondisi yang lebih optimal.
Laporan tersebut menjadi sebuah sorotan atas adanya perubahan nyata dalam praktik IVF, di mana nyaris separuh (44.5 persen) dari siklus IVF menggunakan sel telur segar yang dimulai akhirnya berujung pada pembekuan seluruh sel telur alias embrio untuk penggunaan di masa mendatang. Angka ini meningkat dari 31.6 persen pada lima tahun sebelumnya.
Seperti diketahui bahwa dalam kurun waktu lima tahun dari 2021 hingga 2024, tingkat kelahiran hidup per transfer embrio mengalami peningkatan dari 31.2 persen menjadi 33,3 persen untuk embrio beku, dibandingkan dengan peningkatan yang lebih kecil, ialah dari 25.4 persen menjadi 26.2 persen, untuk embrio segar.
"Kriopreservasi telah lama menjadi konsentrasi utama dalam jasa kesuburan di Australia dan Selandia Baru," ujar Dr. Petra Wale,President of the Fertility Society of Australia and New Zealand (FSANZ), organisasi yang mendanai laporan ANZARD tersebut.
Ia mengatakan bahwa selain metode transfer embrio tunggal, proses ini memungkinkan klinik untuk mengurangi akibat yang mengenai dengan kehamilan kembar, sekaligus memberikan kesempatan terbaik bagi pasien untuk membangun family yang sehat.
"Kriopreservasi sekarang sangat sukses sehingga klinik dapat menjadwalkan transfer embrio pada waktu terbaik dalam rangkaian perawatan pasien, serta mempertimbangkan angan jangka panjang mereka mengenai jumlah personil keluarga," kata Dr. Wale.
Ditambahkannya bahwa informasi menunjukkan argumen kenapa pendekatan ini semakin umum dilakukan. Sebab, metode ini dapat meningkatkan kesempatan keberhasilan sekaligus mendukung keamanan perawatan bagi pasien.
Membantu lebih banyak keluarga
Penggunaan IVF pada 2024 mengalami peningkatan siklus yang moderat di mana naik dari 1 persen dari tahun sebelumnya ialah 2023. Selain itu, tingkat kelahiran hidup setelah transfer embrio pun naik dari 28.9 persen menjadi 31.1 persen hanya dalam lima tahun.
"IVF tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi terus mendukung banyak keluarga," kata Prof. Chambers.
Pada umumnya, diketahui bahwa IVF sering kali dilakukan lebih dari sekadar satu percobaan. Dari 43.849 wanita yang memulai IVF untuk pertama kalinya antara 2021 dan 2022, sebanyak 37 persen melahirkan pada pada siklus IVF komplit pertama mereka.
Namun, pada enam siklus lengkap, sebagian besar wanita yang melanjutkan pengobatan mencapai kelahiran hidup, dengan kesempatan bayi meningkat menjadi 57.6 persen pada siklus IVF keenam yang lengkap. Ketika wanita yang menghentikan pengobatan diperhitungkan, perkiraan kesempatan mempunyai bayi setelah enam siklus IVF komplit nyaris 77 persen.
"Bagi banyak pasien, IVF melibatkan lebih dari satu siklus, dengan setiap siklus mencerminkan perjalanan emosional, fisik, dan finansial yang signifikan," kata Prof. Chambers.
"Namun, informasi ini menunjukkan bahwa kesempatan mempunyai bayi tetap menggembirakan apalagi setelah beberapa kali percobaan gagal," katanya.
"Usia wanita sangat berkedudukan dalam kesempatan keberhasilan dan mendidik pasangan tentang perihal ini sangat penting,"tambahnya.
Misalnya, setelah tiga siklus IVF komplit menggunakan sel telur mereka sendiri, wanita di bawah 30 tahun mempunyai kesempatan tertinggi untuk mencapai keberhasilan IVF dengan tingkat kelahiran hidup kumulatif sebesar 71 persen. Angka ini turun menjadi 21 persen untuk wanita berumur 40–44 tahun, dan 3 persen untuk wanita berumur 45 tahun alias lebih.
"Angka-angka ini menegaskan realita bahwa keberhasilan IVF sering kali dicapai melalui beberapa siklus, dengan perjalanan yang kompleks dan terkadang menantang di kembali setiap hasil positif," kata Dr Wale.
Di kembali apa pun hasilnya dari program IVF yang dijalankan, setidaknya berita ini menjadi sebuah angin segar yang menggembirakan. Walau tentu saja, keberhasilan kehamilan melalui program IVF tidak serta merta 100 persen didapatkan namun dengan kecanggihan teknologi dan perkembangannya yang semakin meningkatkan kesempatan keberhasilan, perihal ini menjadi semangat tersendiri bagi para pejuang garis dua untuk mewujudkan mimpi mempunyai anak.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
| Pilihan Redaksi
|
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Klinik Bayi Tabung di Alabama Hentikan Layanan, Usai Embrio Beku Hasil IVF Dianggap Anak
Istri Mendiang Pesepak Bola Ini Putuskan Hamil dari Embrio Beku usai Kepergian Suami
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya