10 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Aug 06, 2026 02:00 PM - 1 jam yang lalu 4

Jakarta -

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu mengandung menjadi salah satu perihal yang perlu diperhatikan sejak awal kehamilan. Selama mengandung, perubahan hormon membikin kulit lebih sensitif sehingga pemilihan produk skincare tidak boleh sembarangan. 

Selain memahami kandungan skincare yang tidak boleh dipakai ibu mengandung dan menyusui, Bunda juga perlu mengetahui bahan yang kondusif agar kulit tetap sehat tanpa mengganggu perkembangan janin.

Bolehkah ibu mengandung pakai skincare?

Pertanyaan bolehkah ibu mengandung pakai skincare jawabannya boleh ya. Namun, Bunda perlu memperhatikan produk yang digunakan, mulai skincare untuk kulit, rambut, maupun kuku. 


Mengutip laman AAD, Heather Rogers, MD, FAAD,  dokter ahli kulit bersertifikat mengatakan masa kehamilan sering kali menjadi pertama kalinya seseorang betul-betul memperhatikan kandungan dari produk yang digunakan pada kulit. Hal tersebut mungkin terasa sedikit membingungkan pada awalnya, tetapi master ahli kulit siap membantu memberikan pedoman yang tepat.

Pada dasarnya, banyak produk perawatan kulit yang kondusif digunakan selama kehamilan. Meski begitu, ada beberapa kandungan tertentu yang berpotensi membahayakan janin sehingga sebaiknya dihindari.

Jika Bunda sedang mengandung alias berencana untuk hamil, beri tahu master kandungan dan master ahli kulit mengenai semua obat, produk resep, maupun produk perawatan kulit yang sedang digunakan. Dengan begitu, master dapat menyesuaikan rencana perawatan agar tetap kondusif selama masa kehamilan maupun menyusui jika diperlukan.

Kenapa ibu mengandung perlu memperhatikan kandungan skincare yang digunakan?

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), perubahan kulit selama kehamilan adalah perihal yang umum terjadi dan rutinitas skincare mungkin perlu disesuaikan agar lebih kondusif serta sesuai dengan kondisi kulit ibu. Karena kulit dapat menjadi lebih reaktif selama kehamilan, penggunaan produk dengan bahan aktif yang kuat sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Alasan utama kenapa ibu mengandung perlu memperhatikan kandungan skincare adalah lantaran beberapa bahan aktif dapat terserap melalui kulit. Meskipun jumlah yang masuk ke tubuh biasanya kecil, beberapa kandungan tertentu mempunyai perhatian unik lantaran berangkaian dengan akibat pada janin.

10 Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil

Beberapa kandungan dalam produk perawatan kulit, baik yang memerlukan resep master maupun yang dijual bebas, dapat meningkatkan akibat abnormal lahir pada janin. Karena itu, bahan-bahan berikut sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.

Mengutip laman Healthline, ada 10 kandungan skincare yang tidak boleh untuk Ibu mengandung sebagai berikut: 

1. Retinoid

Pertama kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil, retinoid.  Retinoid merupakan kandungan anti-aging dan anti-jerawat yang paling sering dihindari selama kehamilan. Produk retinoid yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) biasanya mempunyai kadar yang lebih rendah, sedangkan obat resep seperti Retin-A (tretinoin) dan Accutane (isotretinoin) mengandung dosis yang jauh lebih tinggi.

Jumlah retinoid yang diserap tubuh melalui produk oles kemungkinan tergolong rendah. Namun, penggunaan retinoid dalam dosis tinggi telah dikaitkan dengan akibat kelainan bawaan pada bayi. Oleh lantaran itu, seluruh jenis retinoid tidak dianjurkan digunakan selama kehamilan.

2. Asam salisilat (salicylic acid)

Salicylic acid merupakan salah satu kandungan yang umum digunakan untuk mengatasi jerawat lantaran mempunyai keahlian sebagai antiinflamasi (anti-peradangan), mirip dengan pengaruh yang dimiliki aspirin.

Namun, sebuah penelitian pada tahun 2013 menyimpulkan bahwa produk yang mengandung salicylic acid dalam dosis tinggi, seperti chemical peel (pengelupasan kimia) dan obat minum, sebaiknya salicylic acid untuk ibu mengandung dihindari selama kehamilan.

Meskipun demikian, produk topikal (oles) yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) dengan kandungan masam salisilat dalam dosis rendah dilaporkan kondusif digunakan selama kehamilan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

3. Hydroquinone

Kemudian kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu mengandung ketiga ada hydroquinone.  Hydroquinone merupakan produk resep yang digunakan untuk mencerahkan kulit alias mengurangi pigmentasi kulit, seperti melasma dan kloasma, yang dapat muncul selama kehamilan.

Belum ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara penggunaan hydroquinone dengan kelainan bawaan serius alias pengaruh samping tertentu pada bayi. Namun, lantaran tubuh dapat menyerap hydroquinone dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan kandungan skincare lainnya (sekitar 35–45%), sebaiknya paparan terhadap bahan ini dibatasi (atau dihindari sama sekali) selama kehamilan.

4. Phthalates

Phthalates adalah bahan kimia pengganggu hormon (endocrine-disrupting chemicals) yang dapat ditemukan dalam beragam produk kecantikan dan perawatan pribadi.

Bahan kimia pengganggu hormon semakin banyak diteliti oleh Food and Drug Administration (FDA) serta organisasi medis ahli seperti American Academy of Pediatrics lantaran potensinya dalam memengaruhi kesehatan reproduksi sejak masa perkembangan janin.

Produk kosmetik menjadi salah satu sumber utama paparan phthalates. Jenis phthalate yang paling umum ditemukan dalam produk kecantikan adalah diethylphthalate (DEP). Selain itu, phthalates yang terdapat dalam bungkusan plastik juga dapat beranjak (leaching) ke dalam produk perawatan pribadi.

5. Formaldehyde

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu mengandung selanjutnya ada Formaldehyde.  Meski formaldehyde saat ini sudah jarang digunakan sebagai bahan pengawet dan disinfektan dalam produk kecantikan lantaran dikenal sebagai unsur yang dapat menyebabkan kanker (karsinogen). 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paparan formaldehyde juga dapat meningkatkan akibat gangguan kesuburan dan keguguran.

Namun, beberapa bahan kimia yang dapat melepaskan formaldehyde (formaldehyde-releasing chemicals) tetap sering ditemukan dalam produk kosmetik dan mempunyai potensi pengaruh rawan yang serupa.

6.  Oxybenzone

Oxybenzone dan turunannya merupakan salah satu filter ultraviolet (UV) yang paling sering digunakan dalam produk tabir surya. Kandungan ini terbukti efektif dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Namun, potensi akibat jelek oxybenzone terhadap kesehatan dan lingkungan membikin penggunaannya mulai mendapat perhatian lebih besar.

Karena oxybenzone dikenal sebagai bahan kimia pengganggu hormon (endocrine-disrupting chemical), muncul kekhawatiran mengenai penggunaannya selama kehamilan. Bahan ini diduga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berpotensi menyebabkan akibat jangka panjang bagi ibu maupun bayi.

Sebuah penelitian pada hewan tahun 2018 menemukan bahwa paparan oxybenzone selama kehamilan dalam kadar yang setara dengan penggunaan manusia dapat menyebabkan perubahan permanen pada kelenjar tetek dan proses menyusui.

7. Methylparaben

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu mengandung ada methylparaben. Methylparaben untuk ibu mengandung sebaiknya dihindari lantaran berpotensi mempengaruhi hormon. 

Mengutip laman Health, Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa paraben, termasuk methylparaben, dapat mempunyai kegiatan mirip estrogen dalam kadar tertentu. Karena hormon sangat berkedudukan dalam perkembangan janin, paparan bahan yang berpotensi mengganggu hormon menjadi perhatian selama kehamilan.

Namun, pengaruh yang ditemukan dalam penelitian laboratorium tidak selalu berfaedah sama dengan pengaruh penggunaan kosmetik sehari-hari pada manusia. Risiko juga dipengaruhi oleh jumlah paparan, lama penggunaan, serta langkah bahan tersebut masuk ke tubuh.

8. Propylparaben 

Mengutip laman FDA, propylparaben adalah salah satu jenis paraben yang sering digunakan sebagai bahan pengawet dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi. Fungsinya adalah mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, serta memperpanjang masa simpan produk seperti pelembap, makeup, sampo, kondisioner, dan produk skincare lainnya.

Propylparaben pada ibu hamil, penggunaan propylparaben menjadi perhatian lantaran beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben tertentu dapat mempunyai kegiatan estrogenik (menyerupai hormon estrogen) sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi sistem hormon tubuh. Namun, hingga saat ini bukti bahwa penggunaan propylparaben dalam kosmetik menyebabkan gangguan kehamilan pada manusia tetap terbatas.

9. Finasteride

Mengutip laman NCBI, Finasteride adalah obat yang bekerja dengan menghalang enzim 5-alpha reductase, ialah enzim yang mengubah hormon testosteron menjadi dihydrotestosterone (DHT).

Finasteride untuk ibu mengandung tidak dianjurkan  karena berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan organ reproduksi pada janin laki-laki. Perempuan yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, alias berpotensi mengandung sebaiknya menghindari penggunaan finasteride selain atas rekomendasi dokter.

Jika seorang ibu mengandung tidak sengaja terpapar finasteride, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan master untuk mendapatkan pertimbangan dan pemantauan yang tepat.

10. Benzoyl peroxide

Dikutip dari Womens Care, Benzoyl peroxide biasa ditemukan di banyak obat jerawat. Ada beberapa perdebatan tentang benzoyl peroxideselama kehamilan, tetapi banyak ahli, termasuk American Academy of Dermatology (AAD) dan ACOG, mengatakan kemungkinan kandungan ini kondusif jika digunakan dalam jumlah terbatas.

10 Kandungan skincare yang boleh untuk ibu hamil

Secara umum, ibu mengandung tetap dapat menggunakan banyak produk skincare, tetapi perlu lebih teliti membaca label lantaran beberapa bahan tertentu dapat berisiko bagi perkembangan janin. Berikut 10 kandungan skincare yang boleh digunakan untuk ibu mengandung menurut American Academy of Dermatology (AAD).

1. Hyaluronic Acid (asam hialuronat)

Hyaluronic acid merupakan salah satu bahan pelembap yang banyak digunakan dalam skincare dan umumnya dianggap kondusif selama kehamilan. Kandungan ini bekerja dengan langkah menarik serta mempertahankan air di permukaan kulit sehingga membantu menjaga kulit tetap lembap.

Selama kehamilan, perubahan hormon dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering alias sensitif. Hyaluronic acid dapat membantu memperkuat hidrasi kulit tanpa bekerja sebagai bahan eksfoliasi alias pengelupasan.

2. Vitamin C

Vitamin C termasuk bahan skincare yang sering direkomendasikan untuk ibu mengandung lantaran mempunyai sifat antioksidan. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut bahwa produk yang mengandung vitamin C dapat digunakan untuk membantu mengatasi perubahan warna kulit seperti hiperpigmentasi yang sering muncul saat kehamilan. Vitamin C juga membantu produksi kolagen sehingga dapat mendukung kesehatan kulit.

3. Azelaic Acid

Azelaic acid merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan perubahan warna kulit selama kehamilan. 

American Academy of Dermatology menyebut bahwa azelaic acid dianggap kondusif digunakan saat mengandung berasas informasi yang tersedia. Kandungan ini juga dapat membantu mengatasi melasma, ialah bercak gelap pada wajah yang sering terjadi selama kehamilan.

4. Glycolic acid 

Glycolic acid termasuk golongan alpha hydroxy acid (AHA) yang bekerja dengan membantu mengangkat sel kulit mati. Dalam penggunaan yang tepat, bahan ini sering dianggap sebagai pilihan eksfoliasi yang lebih kondusif selama kehamilan dibandingkan bahan tertentu seperti retinoid.

Glycolic acid berfaedah membantu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi kulit kusam dan membantu meratakan warna kulit. Namun, penggunaan dalam konsentrasi tinggi alias prosedur peeling ahli tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.

5. Lactic Acid (asam laktat)

Lactic acid juga termasuk golongan AHA yang lebih lembut dibandingkan beberapa jenis eksfoliator lainnya. Kandungan ini membantu mengangkat sel kulit meninggal sekaligus menjaga kelembapan kulit.

Selain itu, lactic acid juga dapat mengeksfoliasi kulit secara lembut, membantu kulit terlihat lebih cerah dan ocok untuk kulit yang condong kering. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa masam azelaat kondusif digunakan untuk membantu mengatasi jerawat selama kehamilan

6. Ceramide

Ceramide adalah lipid alami yang terdapat pada lapisan pelindung kulit. Kandungan ini dapat membantu memperbaiki skin barrier, terutama ketika kulit menjadi lebih kering alias sensitif selama kehamilan. Jadi Ceramide untuk ibu mengandung sangat kondusif digunakan lantaran bahan ini bekerja menutrisi lapisan pelindung alami tanpa masuk ke aliran darah alias mengganggu janin.

7. Zinc oxide

Zinc oxide merupakan bahan aktif yang sering ditemukan dalam sunscreen mineral. AAD merekomendasikan sunscreen bentuk yang mengandung zinc oxide alias titanium dioxide selama kehamilan lantaran condong lebih lembut dan membantu mengurangi akibat iritasi kulit.

Zinc Oxide juga dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, membantu mencegah melasma semakin parah dan cocok untuk kulit sensitif pada ibu hamil.

8. Titanium dioxide

Selain zinc oxide, titanium dioxide juga termasuk bahan sunscreen mineral yang banyak digunakan dan dianggap sebagai pilihan yang baik untuk ibu hamil.

Sunscreen sangat krusial selama kehamilan lantaran perubahan hormon dapat meningkatkan akibat munculnya melasma alias flek hitam.

9. Niacinamide 

Niacinamide adalah kandungan skincare berupa vitamin B3 yang kondusif untuk ibu mengandung dan menyusui, berfaedah mengontrol minyak, merawat skin barrier, dan mencerahkan kulit. 

10. Panthenol alias provitamin B5

Mengutip laman Theskinformulary, secara umum, panthenol dianggap kondusif untuk digunakan selama kehamilan lantaran tidak diketahui mempunyai pengaruh toksik pada penggunaan topikal (oles). 

Lalu, tidak dikaitkan dengan akibat abnormal lahir berasas informasi keamanan yang tersedia. Selain itu, Panthenol juga banyak digunakan dalam produk pelembap dan perawatan kulit yang ditujukan untuk kulit sensitif.

Tips memilih skincare untuk ibu hamil

Selama kehamilan, perubahan hormon dapat menyebabkan beragam masalah kulit, seperti kulit lebih sensitif, jerawat, kulit kering, hingga munculnya melasma alias noda hitam. Oleh lantaran itu, memilih skincare untuk ibu mengandung perlu dilakukan dengan lebih hati-hati agar produk yang digunakan tetap kondusif bagi ibu dan bayi.

Berikut tips memilih skincare untuk ibu mengandung yang boleh Bunda coba.

1. Periksa daftar kandung sebelum membeli skincare

Salah satu langkah krusial dalam memilih skincare saat mengandung adalah membaca label bahan aktif yang terkandung di dalam produk. Tidak semua bahan skincare kondusif digunakan selama kehamilan lantaran beberapa kandungan dapat berisiko bagi perkembangan janin.

2. Menghindari produk berbahaya 

Bunda perlu menghindari produk-produk rawan seperti retinoid, salicylic acid, Phthalates, Hydroquinone, Formaldehyde, Oxybenzone, Methylparaben, Propylparaben, Finasteride dan Benzoyl peroxide. 

3. Memilih tabir surya dengan bahan dasar mineral

Penggunaan tabir surya enggak boleh sembarangan selama kehamilan. Beberapa produk tabir surya ada yang mengandung bahan berbahaya, Bunda.

Tabir surya umumnya mengandung oxybenzone dan turunannya sebagai filter ultraviolet (UV). Hal ini terbukti efektif untuk perlindungan kulit, namun bisa berefek negatif pada kesehatan. Oxybenzone dikenal sebagai bahan kimia pengganggu endokrin yang dapat mengganggu hormon dan menyebabkan kerusakan permanen pada ibu dan bayi.

Kandungan tabir surya sebagai skincare yang kondusif untuk ibu mengandung adalah yang mengandung mineral, ialah zinc oxide dan titanium dioxide. Kedua kandungan tersebut tidak dapat menyerap langsung ke dalam kulit.

4. Pilih sunscreen yang kondusif untuk ibu hamil

Penggunaan sunscreen tetap krusial selama kehamilan lantaran perubahan hormon dapat meningkatkan akibat munculnya melasma alias bercak gelap pada kulit.

AAD menyarankan penggunaan sunscreen broad-spectrum dengan SPF minimal 30. Untuk mengurangi kemungkinan iritasi, master kulit sering merekomendasikan sunscreen bentuk (mineral sunscreen) yang mengandung Zinc oxide dan Titanium dioxide.

5. Pilih skincare sesuai masalah kulit saat hamil

Tidak semua ibu mengandung mengalami perubahan kulit yang sama. Produk yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan masalah kulit yang muncul.

Misalnya untuk kulit kering pilih produk yang mengandung Hyaluronic acid, Ceramide dan Glycerin. 

6. Jangan mudah percaya label 'pregnancy safe'

Produk dengan label kondusif untuk ibu mengandung belum tentu selalu menjamin keamanan lantaran setiap negara mempunyai patokan berbeda mengenai klaim produk kosmetik.

Ibu mengandung tetap perlu membaca daftar kandungan, memahami kegunaan bahan aktif dan paling penting, dan berkonsultasi dengan master jika ragu. Terutama jika produk tersebut digunakan untuk mengatasi kondisi kulit tertentu alias mengandung bahan aktif yang kuat.

7. Konsultasikan dengan master jika menggunakan produk resep

Jika sebelumnya menggunakan obat kulit resep seperti retinoid, obat jerawat tertentu, alias terapi pigmentasi, jangan langsung melanjutkan penggunaannya saat hamil, ya Bunda. 

Dokter kulit dan master kandungan dapat membantu menentukan apakah produk tersebut perlu dihentikan, diganti alias disesuaikan selama kehamilan.

Itulah info tentang kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu mengandung dan boleh digunakan untuk ibu hamil, ya Bunda. Semoga informasinya bermanfaat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya