10 Menit Hilangkan Bau Prengus Di Talenan Kayu Habis Potong Daging Kurban, Cuma Pakai 2 Bahan Dapur

May 16, 2026 10:00 AM - 1 hari yang lalu 1343
10 Menit hilangkan aroma prengus di talenan kayu lenyap pangkas daging kurban, hanya pakai 2 bahan dapur

cara hilangkan aroma prengus talenan kayu | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Setelah selesai memotong daging kurban, talenan kayu sering menyisakan aroma prengus yang cukup kuat dan tidak langsung lenyap hanya dengan disiram air. Bau ini berasal dari lemak dan protein darah daging kambing yang meresap ke dalam serat kayu, sehingga semakin lama dibiarkan, semakin dalam aromanya menempel. Kalau tidak segera ditangani, aroma prengus bisa memperkuat berhari-hari apalagi setelah talenan dicuci berkali-kali.

Kabar baiknya, tidak perlu beli produk pembersih unik untuk mengatasinya. Ada dua bahan dapur yang nyaris selalu tersedia di rumah dan terbukti efektif mengangkat aroma prengus dari serat kayu talenan, ialah garam kasar dan jeruk nipis. Keduanya bekerja secara mekanis dan kimiawi sekaligus, sehingga hasilnya lebih efektif dibanding sabun cuci biasa.

Kenapa Talenan Kayu Lebih Mudah Menyerap Bau Dibanding Talenan Plastik?

Talenan kayu mempunyai pori-pori alami yang menyerap cairan, termasuk darah dan lemak dari daging kambing yang baru dipotong. Lemak inilah yang menjadi sumber utama aroma prengus, lantaran senyawa organiknya terperangkap di dalam serat kayu dan tidak bisa diangkat hanya dengan air. Berbeda dengan talenan plastik yang permukaannya tidak berpori, talenan kayu butuh penanganan yang lebih spesifik.

Cara Hilangkan Bau Prengus di Talenan Kayu dengan Garam dan Jeruk Nipis

Kombinasi garam kasar dan jeruk nipis bekerja dua arah sekaligus: garam berfaedah sebagai scrub alami yang mengangkat residu lemak dan darah dari serat kayu secara mekanis, sementara masam sitrat dari jeruk nipis menetralisir senyawa penyebab aroma secara kimiawi. Cara ini tidak merusak permukaan talenan kayu lantaran tidak menggunakan bahan kimia keras. Cukup lakukan satu kali dan aroma prengus sudah bisa berkurang drastis dalam waktu 10 menit.

Bahan:
- 2–3 sendok makan garam kasar (garam laut lebih baik lantaran butirannya lebih besar)
- 2 buah jeruk nipis, belah dua

Langkah:
1. Letakkan talenan kayu di tempat yang stabil dan tidak licin.
2. Taburkan garam kasar secara merata ke seluruh permukaan talenan yang terkena daging.
3. Ambil bagian jeruk nipis dan gosokkan langsung ke permukaan talenan sembari menekan agar air perasan keluar.
4. Gosok memutar dengan tekanan sedang, konsentrasi pada bagian yang paling banyak terkena darah alias jejak potongan.
5. Biarkan campuran garam dan air jeruk nipis bekerja di permukaan talenan selama 5–7 menit.
6. Bilas dengan air mengalir sembari gesek permukaan dengan tangan alias sikat lembut.
7. Keringkan talenan dengan kain bersih dan letakkan berdiri tegak agar sirkulasi udara merata di kedua sisi.

FAQ

Q: Apakah langkah ini kondusif untuk semua jenis talenan kayu, termasuk yang sudah lama dipakai?

A: Aman untuk sebagian besar talenan kayu padat seperti kayu jati, akasia, alias pinus. Tapi untuk talenan kayu yang sudah retak alias mengelupas, sebaiknya hindari merendam terlalu lama lantaran air bisa masuk ke celah dan memperparah kerusakan. Cukup gesek permukaannya dan segera bilas.

Q: Seberapa sering talenan kayu perlu diberi perawatan unik seperti ini?

A: Untuk pemakaian sehari-hari memotong sayur alias buah, cukup cuci dengan sabun dan keringkan. Perawatan dengan garam dan jeruk nipis alias metode serupa sebaiknya dilakukan setiap kali talenan dipakai memotong daging, terutama daging merah, ikan, alias unggas, lantaran cairan dari bahan-bahan ini paling mudah meresap dan meninggalkan bau.

Q: Apa yang terjadi jika talenan kayu dibiarkan basah setelah dicuci?

A: Talenan kayu yang sering dibiarkan basah bakal lebih sigap retak, melengkung, dan berjamur. Jamur yang tumbuh di serat kayu tidak hanya berbau, tapi juga bisa mencemari makanan yang dipotong di atasnya. Kebiasaan mengeringkan talenan dengan langkah berdiri tegak setelah dicuci adalah langkah mini yang cukup krusial untuk memperpanjang usia pakainya.

Q: Apakah aroma prengus di talenan bisa menular ke makanan yang dipotong setelahnya?

A: Bisa, terutama untuk makanan yang aromanya ringan seperti buah alias sayuran. Senyawa lemak dari daging kambing yang tetap menempel di serat kayu bisa beranjak ke permukaan makanan saat proses pemotongan. Ini salah satu argumen kenapa disarankan untuk punya talenan terpisah untuk daging dan bahan makanan lainnya.

Q: Selain garam dan jeruk nipis, adakah bahan lain yang bisa dipakai untuk menghilangkan aroma prengus di talenan?

A: Ada beberapa pengganti yang juga cukup efektif. Baking soda yang dicampur air hangat bisa dipakai sebagai pengganti garam untuk pengaruh netralisir bau. Cuka putih juga bisa dioleskan ke permukaan talenan dan dibiarkan beberapa menit sebelum dibilas. Untuk aroma yang sudah terlanjur meresap dalam, menjemur talenan di bawah sinar mentari langsung selama beberapa jam juga membantu mengurangi aroma yang tersisa.

(brl/tin)

Selengkapnya