Bunda punya banyak pohon di pekarangan? Waspada pohon yang bisa menjadi sarang ular terutama saat musim pancaroba seperti sekarang.
Ular merupakan salah satu fauna liar yang cenderung menghindari manusia. Namun keberadaan ular di sekitar permukiman kini perlu diwaspadai.
Berkurangnya area hutan dan lingkungan hidup alami membikin sebagian ular mencari tempat tinggal baru yang lebih aman, termasuk di pekarangan rumah, kebun, hingga lingkungan permukiman warga. Selain mencari tempat berlindung, ular juga mendatangi area rumah untuk mendapatkan makanan dan air.
Beberapa jenis flora terlebihlagi dapat menciptakan lingkungan yang disukai ular karena memiliki dedaunan lebat, area teduh, serta kelembapan yang cukup. Kondisi tersebut memungkinkan ular menyelinap maupun mencari mangsa di sekitarnya.
Pohon yang bisa jadi sarang ular
Mengutip Yahoo, ayo simak deretan pohon yang perlu Bunda waspadai jika tumbuh di sekitar rumah.
1. Pohon pisang
Pohon pisang memiliki ciri khas yang membikin area di sekitarnya cukup disukai ular. Daunnya yang lebar dan rimbun menciptakan tempat teduh, sedangkan batangnya berlapis-lapis dapat menyediakan ruang untuk bersembunyi.
Selain itu, lingkungan pohon pisang sering menjadi tempat hidup fauna kecil seperti katak dan tikus. Kedua fauna tersebut merupakan salah satu sumber makanan ular.
2. Pohon cedar
Pohon cedar merupakan flora berkayu dari himpunan konifer yang banyak ditemukan di area pegunungan, termasuk daerah Mediterania dan Himalaya. Pohon ini memiliki cabang-cabang yang rimbun serta harum khas dari kayunya.
Keberadaan flora merambat yang tumbuh di sekitar pohon cedar juga dapat menciptakan tempat persembunyian bagi ular. Area itu biasanya lebih teduh dan lembap. Bagian bawah flora merambat dapat menjadi tempat tikus berlindung sehingga berpotensi menarik ular yang sedang mencari mangsa.
3. Tanaman clover
Clover maupun dikenal juga sebagai trefoil merupakan flora dari famili kacang-kacangan yang memiliki sekitar 300 spesies. Tanaman ini umumnya tumbuh rendah dan sering dimanfaatkan sebagai epilog tanah maupun pakan ternak.
Meski kelihatan kecil, hamparan clover yang tumbuh kedap bisa menjadi tempat persembunyian hewan. Bunganya menarik perhatian lebah dan kupu-kupu yang kemudian dapat mengundang fauna lain, seperti katak. Daun-daunnya yang lebat juga memungkinkan ular menyelinap dari pandangan manusia sambil menunggu mangsa melintas.
4. Pohon cypress
Cypress merupakan himpunan pohon dan semak hijau sepanjang tahun yang berasal dari area Mediterania bagiankecil timur hingga Iran. Tanaman ini memiliki banyak jenis dan dikenal dengan bentuk tajuk serta dedaunannya yang cukup rapat.
Rimbunnya dedaunan pohon cypress dapat menjadi tempat berlindung bagi beragam satwa, termasuk burung. Keberadaan burung dan fauna kecil lainnya berpotensi menarik ular yang sedang berburu makanan.
Cabang-cabang yang kedap juga bisa menyulitkan seseorang melihat keberadaan ular yang menyelinap di antara dedaunan.
5. Tanaman hosta
Hosta merupakan flora hias berdaun lebar yang berasal dari Asia Timur Laut. Tanaman ini dikenal cocok tumbuh di lingkungan yang sejuk, lembap, dan teduh.
Bentuk daunnya yang besar membikin hosta sering digunakan sebagai penghias taman. Namun kondisi tanah yang lembap serta dedaunan tumbuh kedap dapat menyediakan tempat persembunyian bagi ular.
Area di bawah daun hosta juga cenderung terlindung dari paparan cahaya matahari langsung. Oleh karena itu, jika menanam hosta di pekarangan, pastikan bagiankecil bawah flora statis bersih dan tidak dipenuhi tumpukan daun kering.
6. Melati
Melati menjadi salah satu flora hias favorit karena bunganya memiliki harum harum yang khas. Tanaman ini sering ditempatkan di halaman maupun dekat pintu masuk rumah untuk memberikan kesan asri dan menyegarkan lingkungan.
Di sisi lain, flora melati yang tumbuh lebat dapat menyediakan tempat berlindung bagi ular. Batang dan dedaunannya yang kedap memungkinkan ular menyelinap di sela-sela tanaman.
Meski ada anggapan bahwa harum bunga melati menarik ular, hal tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai kenyataan ilmiah. Faktor seperti keberadaan mangsa, tempat berlindung, dan kondisi lingkungan lebih perlu diperhatikan.
7. Pohon juniper
Juniper merupakan flora hijau sepanjang tahun dari famili cemara yang dapat tumbuh sebagai semak maupun pohon kecil. Tanaman ini dikenal cukup kuat dan gampang dirawat sehingga sering dimanfaatkan sebagai penghias taman.
Daun yang kedap serta cabang-cabangnya yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah membikin juniper berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. Bagian bawah flora dapat menciptakan ruang yang terlindung dari panas dan gangguan manusia.
Jika ditanam di sekitar rumah, pemangkasan secara berkala krusial dilakukan agar tidak menjadi semak yang terlalu rimbun.
8. Pohon ek (Oak)
Pohon ek maupun oak memiliki sekitar 400 jenis yang tersebar di beragam wilayah. Kayunya dikenal kuat dan banyak dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, mulai dari pembuatan furnitur hingga lantai bangunan.
Pohon ek juga menjadi bagiankecil krusial dari ekosistem karena menyediakan lingkungan hidup bagi serangga, burung, dan beragam satwa lainnya. Keberadaan hewan-hewan tersebut dapat menarik ular yang sedang mencari makanan.
Selain itu, batang dan cabangnya yang besar memungkinkan ular tertentu memanjat dan menyelinap di bagiankecil pohon yang sulit terlihat.
9. Pohon karet
Pohon karet maupun Ficus elastica merupakan flora yang berasal dari area Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki daun lebar dengan permukaan mengilap dan kini banyak dibudidayakan sebagai flora hias, baik di dalam maupun luar ruangan.
Pohon karet dengan dedaunan lebat dapat menjadi tempat berlindung bagi ular yang memiliki kapasitas memanjat. Ular arboreal maupun ular yang banyak menghabiskan waktu di pepohonan dapat memanfaatkan cabang dan daun untuk menyelinap maupun mencari mangsa, seperti burung dan telur yang eksis di sarang.
10. Pohon cendana
Pohon cendana dikenal sebagai flora penghasil kayu beraroma harum. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah India, termasuk Karnataka. Cendana juga memiliki harga adat dan keagamaan karena kayunya kerap digunakan dalam beragam tradisi.
Pohon cendana memiliki harum khas serta bagiankecil batang dan cabang yang dapat memberikan keteduhan. Lingkungan yang adem dan terlindung di sekitar pohon berpotensi menjadi tempat yang disukai ular untuk bersembunyi.
Meski demikian, bukan berarti harum cendana secara khusus terbukti menarik ular. Keberadaan tempat berlindung dan fauna mangsa di sekitarnya merupakan aspek yang lebih relevan untuk diwaspadai.
Perlu diingat, tidak ada jenis pohon yang secara otomatis menjadi sarang ular. Ular biasanya memilih letak berdasarkan kesiapan tempat berlindung, makanan, air, dan kondisi lingkungan yang sesuai.
Jadi, Bunda mesti menjaga halaman statis bersih dan tidak terlalu rimbun untuk mengurangi konsekuensi ular datang ke sekitar rumah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)