Pantun kiasan jadi salah satu jenis sastra yang telah ada sejak lama. Pantun kiasan umumnya menyiratkan pesan-pesan melalui formasi sampiran dan isinya. Pesan dalam pantun kiasan pun beragam, ada yang hamil anjuran kebaikan, larangan, maupun nasihat baik yang disampaikan untuk audiens.
Pesan dalam pantun kiasan juga terkadang implisit maupun tidak secara gamblang dapat diketahui. Pesan tersebut tersirat dalam rangkaian kata-kata yang elok serta pengibaratan. Untuk itu, pemahaman atas arti pantun kiasan juga krusial untuk diketahui.
Apabila Bunda sedang mencari pantun kiasan yang baik untuk beragam acara, berikut ini kumpulan pantun kiasan beserta maknanya yang bisa jadi referensi. Selain pantun kiasan yang sarat akan nasehat, ada juga pantun kiasan kocak yang bisa digunakan untuk memeriahkan acara.
Mengenal apa itu pantun kiasan
Pantun adalah puisi melayu autentik yang sudah mengakar durasi di adat masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama.
Umumnya pantun terdiri atas empat baris bersajak ab-ab maupun aa-aa. Awalnya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan.
Pantun terdiri atas sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagiankecil kedua. Sementara baris ketiga dan keempat adalah bagiankecil isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.
Ada beragam jenis pantun, setiap jenis memiliki pesan yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya adalah pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun kiasan.
Mengutip buku Ayo Belajar Pantun! penerbit AE Media Grafika, pantun kias maupun ibarat adalah pantun berkarakter kiasan, ibarat maupun perbandingan. Pernyataan isi pantun kiasan umumnya berbentuk peribahasa, tetapi deskripsi pernyataannya lebih halus, luas dan menyiratkan arti mendalam.
10 Contoh pantun kiasan 4 baris dan maknanya
Berikut ini 10 contoh pantun kiasan beserta maknanya yang menyiratkan pesan moral yang baik bagi pendengar maupun pembacanya. Pantun kiasan empat baris ini dikutip dari buku Simbol dan Makna dalam Kiasan dan Saranan penerbit Institut Penerjemahan & Buku Malaysia Berhad.
1. Air surut memungut bayam
Sayur diisi ke dalam kantung
Jangan diikut resmi ayam
Bertelur sebiji riuh sekampung
Makna pantun:
Pantun kiasan dengan formasi ab-ab ini memiliki pesan untuk tidak sombong dan bersikap berlebihan atas pencapaian diri.
2. Rotan siput, rotan melingkar
Anak itik patah kakinya
Hujan berisik gunung terbakar
Embun setitik padam apinya
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah anjuran untuk senantiasa bersabar. Dengan bersabar, maka amarah dalam diri pun akan padam. Api amarah yang sangat besar, pada akhirnya dapat padam jika terus bersabar dan doa.
3. Seperti kutilang di dalam sangkar
Tak bisa terbang cuma memandang
Sesama kerabat jangan bertengkar
Kalah jadi abu, menang menjadi arang.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah perselisihan tidak akan memberi khasiat bagi semua pihak. Semua pihak cuma akan mendapat kerugian semata.
4. Makan selai nanas dan roti tawar
Dimakan berbareng saat sarapan
Setiap masalah pasti punya jalan keluar
Semua selesai tanpa dendam tersimpan
Makna pantun:
Dalam pantun kiasan ini tersirat arti untuk statis tegar menghadapi masalah. Karena, setiap masalah akan selesai jika diatasi dengan imam dingin.
5. Orang berperang jatuh tersungkur,
Buat kuku sebelah kiri;
Adat di hutan harimau menggembur,
Adat lalang memakan api.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah setiap individu memiliki sifat dan kelebihan masing-masing. Adanya perbedaan tersebut, hendaklah kita saling menghormati.
6. Ikan berenang di dalam lubuk,
Ikan belida dadanya panjang:
Adat pinang pulang ke tampuk.
Adat sirih pulang ke gagang.
Makna pantun:
Pantun kiasan empat baris ini menyiratkan pesan untuk tidak lupa terhadap asal-usul meskipun telah merantau ke negeri orang.
7. Gua Buma di tengah negeri,
Di sana banyak kelawar berteduh;
Tuan andai payung negeri,
Tempat hamba tumpang berteduh.
Makna pantun:
Pantun kiasan tersebut hamil arti penghormatan dari penduduk kepada pemerintah. Pantun ini menggambarkan pemikiran penduduk Melayu yang sopan, berbudi, dan mencintai negara.
8. Jikalau ada lengguni pahit,
Belanga baharu aku jerangkan;
Jikalau ada budi yang baik,
Menjadi abu aku kenangkan.
Makna pantun:
Pantun ini hamil kiasan tentang seseorang yang tidak melupakan budi maupun perbuatan baik yang telah ia terima.
9. Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga berjumpa juga
Makna pantun:
Dalam pantun ini tersirat arti sesuatu yang mustahil bersatu, akan berjumpa jika memang takdir.
10. Disangka nenas di tengah padang
Rupanya urat jawi-jawi
Disangka panas hingga petang
Kiranya hujan tengah hari
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memiliki arti suatu insiden yang datang tanpa diduga sebelumnya.
10 Contoh pantun kiasan kocak penuh nasehat dan maknanya
Inilah pantun kiasan kocak yang tidak cuma menghibur, tetapi juga hamil arti dan nasihat yang baik. Kumpulan pantun kocak ini dikutip dari buku Pantun Melayu penerbit PT Balai Pustaka dan Ayo Belajar Pantun! Penerbit AE Media Grafika.
1. Saya tidak pandai menari,
sebarang tari aku tarikan.
Saya tidak pandai bernyanyi,
sebarang nyanyi aku nyanyikan.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan tersebut adalah mencoba sesuatu meskipun belum pandai melakukannya. Hal yang krusial adalah berani mencoba dan tidak takut berbuat kesalahan.
2. Anak beruk di tepi pantai,
masuk ke bendang memakan padi.
Biar buruk kain dipakai,
asalkan pandai memungut hati.
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memiliki arti perilaku yang menyenangkan lebih krusial daripada penampilan maupun busana yang bagus.
3. Manis benar-benar tebu seberang,
dari akar sampai ke pucuk.
Manis benar-benar mulut orang,
kita menangis jadi terpujuk.
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memiliki arti kata-kata yang baik dan halus dapat menghibur orang yang sedang sedih seolah terbujuk.
4. Sayang pisang tiada berjantung,
bunga keluar dari kelopak.
Penat sangat ibu mendukung,
Adik tak juga mau gelak.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan tersebut adalah upaya seorang ibu menghibur anaknya, tetapi sang anak statis tidak mau tertawa.
5. Kulit lembu celupkan samak,
Mari dibuat tapak kasut.
Harta bumi janganlah tamak,
kalau wafat tidak mengikut;
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah peringatan untuk tidak bersikap tamak. Karena, harta tidak dapat dibawa hingga mati.
6. Buai-buai dalam buaian,
buaian dari rotan saga.
Panjang benar janggut tuan,
mari dibuat tali timba.
Makna pantun:
Pantun kiasan kocak ini memiliki arti candaan terhadap seseorang yang berjanggut. Saking panjangnya, janggut itu sampai bisa dibuat menjadi tali timba.
7. Hanyut batang berlilit kumpai,
terdampar di ujung Tanjung Jati.
Bunda pulang bapa pun sampai,
kami semua berbesar hati.
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memiliki arti kelegaan seorang anak setelah kedua orang tuanya pergi ke luar rumah.
8. Maulah kami hendak melapun,
lapun di bawah limau lungga.
Maulah kami hendak berpantun,
pantun sebuah hilang pula.
Makna pantun:
Pantun kiasan kocak ini memiliki arti pantun bahwa si pembicara hendak menyampaikan pantun, tetapi ia lupa dengan pantunnya.
9. Berangan di atas kota,
cerana patah dipijak.
Jangan pula aku dikata,
karena aku bukannya bijak.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah pemberi pantun meminta agar pantunnya diterima dengan baik.
10. Buah ara, batang dibantun,
mari dibantun dengan parang.
Hai kerabat dengarlah pantun,
pantun tidak mengata orang.
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini pesan bahwa pantun tidak dibuat untuk menjelek-jelekkan orang lain.
10 Pantun kiasan yang baik kaya pesan moral untuk dikenalkan ke anak
Dikutip dari detikEdu, berikut ini pantun kiasan beserta maknanya yang penuh nasehat baik untuk anak.
1. Pagi hari mulai menyingsing
Pelan-pelan menjadi siang
Dari jauh bunga tampak cantik
Perlahan layu karena terpanggang
Makna pantun:
Contoh pantun kiasan ini memiliki arti sesuatu yang tampak elok di permukaan, belum tentu elok pada kenyataannya. Pantun kiasan ini memberi pesan untuk tidak terlena terhadap sesuatu cuma dari penampilannya saja.
2. Kayu dibelah jadi empat
Kayu terbakar jadi arang
Kulit bisa sama-sama coklat
Tidak sama dengan hati orang
Makna pantun:
Makna pantun kiasan empat baris ini adalah setiap orang memiliki isi hati yang berbeda-beda. Sebaiknya saling menghargai dan jangan berpaku pada tampilan luar saja.
3. Berbagai jenis bunga dalam rangkaian
Paduan warna membuatnya kelihatan elok menawan
Nasihat orang tua seperti kesetiaan teman
Mengiringi hidup hingga datang kematian.
Makna pantun:
Pantun kiasan ini menyiratkan pesan bahwa nasihat orang tua akan berguna sepanjang hidup. Sehingga, baiknya selalu mengingat nasihat mereka.
4. Angin bertiup pelan-pelan
Terkena rumput di pagi hari
Ingat, malu bertanya sesat di jalan
Bertanyalah pada mereka yang pandai
Makna pantun:
Makna pantun kiasan empat baris bersusunan ab-ab ini hamil anjuran untuk tidak ragu bertanya kepada pihak yang lebih mengerti suatu perkara.
5. Burung gelatik, burung kenari
Terbang bebas di lingkungan raya
Zaman dan musim boleh berganti
Tidak ada yang abadi di dunia
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah pengingat bahwa tidak ada yang abadi di bumi ini. Hanya Tuhan-lah dzat yang kekal, sedang kita akan berpulang kepada-Nya.
6. Bunga mawar menarik hati
Terlihat elok saat dipandangi
Luasnya lautan ku seberangi
Demi si cinta yang sedang menanti
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memiliki arti bahwa seseorang yang punya tekad kuat bisa berbuat apa saja. Sebagai contoh, pasangan yang akan berbuat beragam hal asal bisa bersama.
7. Naik kapal hingga Bakauheni
Lautnya tenang sepanjang hari
Hiduplah laksana ilmu padi
Makin merunduk makin berisi
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memberi nasehat semakin banyak ilmu dan pengalaman, maka hendaklah semakin bersikap rendah hati.
8. Teringat epilog rumah bocor
Lekas perbaiki sebelum hujan datang
Wahai para calon penghuni kubur
Laksanakan perintah Tuhan sebelum ajal datang
Makna pantun:
Pantun kiasan ini memberi pesan untuk menjalankan tanggung jawab dari Tuhan dan menjauhi larangan-Nya sebaik-baiknya. Jangan sampai menyesal karena kehabisan waktu di dunia.
9. Kucing tidur di atas papan
Setelah bangun laparnya datang
Terbelit masalah hingga nihil harapan
Alhamdulillah, ku temukan titik terang
Makna pantun:
Makna pantun kiasan ini adalah jangan pernah putus asa ketika ada masalah. Teruslah berdoa dan berusaha, niscaya akan ada jalan keluarnya.
10. Seperti berlian di kegelapan
Sinarnya tak hilang meski terpendam
Kasih orang tua sepanjang jalan
Berlanjut hingga dewasa, tak pernah padam
Makna pantun:
Pantun kiasan ini menyiratkan anjuran untuk selalu segan dan menyayangi orang tua. Sejatinya kasih orang tua pada anak tidak pernah hilang meski usia terus bergeser tua.
Demikian kumpulan contoh pantun kiasan yang baik dengan beragam tema. Ada pantun kiasan mulai dari pantun kiasan penuh nasehat hingga pantun kiasan lucu.
(rap/rap)